
bau krim sup nya benar benar membuatku lapar . tapi aku menjaga gengsi ku agar aku tak terlihat seperti manusia kelaparan yang tak punya aturan .
aku duduk dengan punggung tegak merasa canggung .
" akhir pekan ini kita akan mengadakan pesta yang sangat meriah . " kata max tak memandangku. dia mulai menyendok nasi dan mulai menyantap hidangan yang di sediakan . dan aku, aku memandangnya menyimak kata per kata yang diucapkannya
" besok akan ada designer yang datang. dia akan membuatkan gaun yang indah . kau boleh minta dibuatkan seperti apa gaun yang kau suka , Freya "
" aku tak punya gaun yang ku suka .", jawabku acuh. Max memandangku sekilas dan kembali ke makan malamnya
" okay kalau begitu aku akan bilang padanya untuk dibuatkan gaun yang paling indah untukmu "
aku tak menjawab pernyataan Max . suka suka dia mau melakukan apapun . lagi pula aku tak berhak menentukan .
aku memainkan sendok di dalam mangkuk sup. entah kenapa rasa laparnya sudah menghilang . aku tak lagi berselera makan
" makan lah , aku sudah kenyang .. " katanya . beranjak pergi .lagi lagi aku tak menjawabnya
__ADS_1
" apa kau sama sekali tak ada waktu untukku , Max? " tanyaku tanpa menoleh . aku tertunduk masih memandangi mangkuk krim sup ku yang mulai menjadi dingin
" aku sangat sibuk Freya , tapi kalau kau mau aku bisa mengabulkan permintaanmu " katanya masih berdiri di belakangku
" lupakan lah Max itu ga penting " aku beranjak pergi ke kamarku meninggalkan dia tanpa menoleh
lagi lagi yang bisa kulakukan hanya mengunci diri di dalam kamar . aku tak melakukan apapun sampai ku merasa bosan . aku tak menyalakan televisi agar Sani tak menggangguku , aku mengambil beberapa buku , tapi aku bahkan tak bisa berkonsentrasi untuk membacanya . aku melempar bukunya dengan kesal ke atas meja . aku beranjak mendekati jendela dekat dengan rak buku . jendela besar tanpa balkon , terlihat jelas kegelapan di bawah sana . labirin yang berliku liku , angin bertiup melewati sela sela jendela . terasa dingin menembus ke dalam tulang . aku memeluk diriku sendiri . dan , aku melihat cahaya yang bergerak gerak di bawah sana . aku melihat dengan teliti , seperti cahaya dari lampu senter . aku menyipitkan mata ingin melihatnya dengan jelas . tapi ketukan di pintu mengalihkan perhatianku .
" nona.. apakah anda sudah beristirahat? ini saya Sani .. "
aku malas menjawab tapi aku juga tak bisa berpura pura bohong .
" boleh bantu saya untuk membuka pintu ini , nona .. "
aku memutar mataku, terpaksa membukakan pintu untuk Sani . menengok sekali lagi ke bawah , apa itu . tapi sudah tak terlihat lagi . mungkin itu para penjaga yang sedang patroli .
Sani masuk membawa sebuah nampan besar . baunya krim sup kepiting pesanan ku . mendadak perutku terasa sangat lapar
__ADS_1
" Nona , krim sup nya sudah saya panaskan silakan di nikmati " kata sani meletakkan nampan besar itu di sebelah tempat tidurku . aku menelan ludah dengan pelan . tak ingin terlihat aku sedang kelaparan . sejenak tadi aku sudah melupakan rasa lapar ku .
" tapi aku tak ingin ... "
" ini perintah tuan besar " kata Sani memotong kata kata ku .
aku membuka tutup salah satu mangkuk besar itu . aku duduk di atas kasur . Sani melayaniku dengan sabar .
" jangan membenci tuan besar nona . dia sangat memperhatikan nona " kata Sani
" jangan coba membelanya di depan ku ,Sani " kataku sembari menyesap krim sup yang sudah ku nantikan . rasa kepitingnya sungguh enak .
" tuan besar menyuruh semua orang di rumah ini memperhatikan nona diam diam . memenuhi semua keinginan nona " kata sani lagi
" aku tak butuh itu smua Sani, aku hanya merasa sangat kesepian " kataku diatas mangkuk sup. mulai mengaduk aduk isinya
" maafkan saya karena lancang . tolong habiskan makan malam anda , tuan besar ingin memastikan anda memakannya " kata Sani padaku dengan tatapan memelas .
__ADS_1
aku menghabiskan makan malam ku tak lama . memakan semua dengan lahap yang diikuti pandangan Sani padaku , dengan senyum di tiap sendok yang ku masukkan ke. dalam mulut