
rumah baru kembali normal seminggu kemudian , tapi selama seminggu aku tak pernah melihat sosok Max .. aku ingin mengabaikan perasaan ini tapi aku juga tak ingin di abaikan .
aku termenung beberapa hari . ingin memulai aktifitas lain agar aku tak lagi meningat apapun . menghentikan nonton acara televisi , menghindari melihat berita yang muncul di televisi tentang aku , tentang Max .. Ayahnya atau mantan tunangannya .. aku tak ingin mendengar apapun . bahkan handphone itu , ku simpan rapat di dalam laci sebelah tempat tidurku . aku menyibukkan diriku dalam buku novel, dalam buku tentang keperawatan , menyibukkan diri untuk bereksperimen di dapur dan mengerjakan hal lain .. beberes , mencoba untuk beberes lebih tepatnya seumur hidupku aku mencoba melakukakan nya .
sampai suatu hari aku menyempatkan diri membuka laptop ( ini milikku pribadi walaupun bukan keluaran terbaru, aku suka menuliskan diary ku ke dalam sini dan hal lain lainnya ) . aku brossing tentang pendaftaran calon peserta didik baru, yang ternyata malam ini adalah hari terakhir pendaftaran . aku buru buru menyiapkan dokumen - dokumen milikku , aku tak tahu berapa lama aku terduduk di depan laptop , sampai aku mendengar suara langkah kaki
itu pasti Max .. kamarnya masih sama seperti di rumah kakek . berada berseberangan dengan kamarku , aku reflek berlari , membuka pintu kamarku .. aku sekilas melihat punggung Max masuk ke dalam kamarnya dan pintunya yang berwarna biru pucat tertutup pelan . seperti nya dia tidak menyadari keberadaan ku
aku menutup kembali pintu kamarku pelan. agar tak terdengar dari kamar seberang . lama aku menyandarkan diriku pada punggung pintu di belakangku , aku melorot sampai ke bawah , terduduk dan memegangi dadaku . ada rasa sakit yang tak bisa ku jelaskan .. aku melihat ke arah jam di dinding , pukul 3 pagi . apakah setiap hari jam segini dia baru pulang? apa yang di kerjakan nya setiap hari sampai begitu sibuknya? aku sungguh kuatir padanya . tapi aku juga tak ada tempat untuk bisa menghiburnya mengingat kata kata yang ku ucapkan tempo hari, aku merasa menyesal .
aku bangkit dari tempatku sekarang menyelesaikan dokumen dokumen ku dan baru bisa merebahkan diri satu jam kemudian . aku merasa sangat lelah dan mengantuk , memeluk boneka anjing yang lembut , memikirkan Max .. aku merasa sangat kasihan padanya tapi aku rasa aku juga membencinya , aku bingung dengan perasaan ini ...
Esok paginya aku bangun sangat siang .. matahari sudah meninggi , suara Sani membangunkan ku
" Nona .. nona Freya bangunlah Nona , matahari sudah bersinar sangat tinggi "
" diam lah Sani aku masih ngantuk "
__ADS_1
" ada tamu untuk nona di luar .. apakah nona ingin menemuinya? '
aku mencoba membuka mataku , berkedip karena terasa pedas . " tamu .. siapa? " tanyaku dengan suara parau
" keluarga nona , menunggu di bawah "
aku membuka mataku lebar ..
" siapkan cemilan , Sani .. bilang ke bibi Jo.. aku akan bersiap " kataku panik
tak lama aku bergegas ke bawah , menuruni anak tangga dengan cepat . melihat seluruh keluargaku datang aku melompat ke pelukan Arthur .. menyapa Tante Yeni , ada bibi Ann dan bibi Mary juga mereka meminta maaf padaku karena saat pesta kemarin mereka pulang dengan cepat karena ada masalah di perkebunan . sepertinya Joseph berbuat ulah lagi yang mengakibatkan kakek sakit .
" kalian menginaplah disini .. aku akan meminta ijin pada Max "
" max yang menelepon kami untuk datang . katanya kamu banyak ngelamun akhir akhir ini , mungkin ada perasaan ingin pulang "
kata Arthur
__ADS_1
" Max .. menelepon kakak?? "
" kamu ga tau itu , Freya?"
aku menggeleng lemah . bertanya tanya .. bagaimana bisa Max yang tak pernah bertemu denganku melakukan hal itu .
" aku iri padamu freya .. lihatlah perhatian Max .. " kata Alleya ," cinta kalian terlihat membara "
membara dari hongkong kataku dalam hati, dia bahkan selalu menghindariku . aku malas menimpali kata kata Alleya .. hanya tersenyum kecut
" malam ini kita akan berpesta di kamarmu .. kita pesta piyama " kata barbara
" pesta apa?? " tanyaku bingung " kalian bebas memilih kamar manapun di rumah ini asal jangan kamarku "
" uuuu.. apa yang terjadi sama kamu dan Max , Freya .. aku curiga apa kalian .... " luci tak meneruskan kata katanya , disambut suara cekikikan yang lainnya aku memutar bola mata ke langit langit
" baiklah baiklah .. kita menginap di kamarku "
__ADS_1
" yeyyyy .. " mereka tertawa puas . aku membenamkan wajahku ke dalam kedua tanganku , " matilah aku .. " kataku dalam hati