Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
episode 17


__ADS_3

James Arthur Brawijaya


Emosiku memuncak saat ku baca koran pagi ini , terpampang jelas wajah Freya dan sahabatku sendiri, Max . bagaimanapun mereka terpaut 6 tahun . beraninya dia menggoda adik kecilku . aku tak tahu dimana max berada sekarang . aku menelepon ke galery seni nya . tapi kata asisten pribadinya dia sudah beberapa hari tak datang . aku meninggalkan pesan dan menunggunya


pikiranku di penuhi berbagai macam masalah yang terus datang bertubi tubi . aku akan melindungi adikku , Adik tercintaku .dia satu satunya harta yang kupunya . walaupun aku harus meninggalkan Jessica , untuk menikahi Cleo . tapi bagaimana .. Jessica bukanlah keturunan bangsawan dia hanyalah anak dari Gubernur daerah kami . tapi dia anak yang lembut dan baik hati . aku bersandar di kursi memejamkan mata . kepalaku berdenyut, belum lagi di tambah masalah pabrik dan orang orang suruhan Joseph . aku mendengar info kalau kemarin Freya di serang saat pulang dari kebun. itu sangat dekat dengan rumah . bagaimana bisa . kebun kami sudah tak aman .


aku mengurut keningku lagi dan lagi .. " mom .. dad .. bantu arthur " kataku bergumam berkata pada diriku sendiri . aku melewatkan sarapan yang diantar bibi Ann . orang tua itu selalu sabar mengurusku dan Freya . orang tua itu yang menggantikan mom menjaga dan membesarkan kami . aku bahkan tak sanggup memberi penghargaan apapun padanya . aku menghela nafasku berat beranjak dari tempat dudukku ketika telpon berbunyi . itu dari Max . dia menerima pesanku yang ku tinggalkan pagi tadi . aku meredam emosiku menyuruhnya untuk segera datang .


Esok paginya Max datang dan menemuiku . kami berdebat panjang


" Kau lihat ini Max? jelaskan padaku " kataku menahan emosi

__ADS_1


" kau tau yang dilakukan pasangan yang sedang kasmaran, James "


" berhenti memanggilku dengan nama depanku Max " kataku kesal


" media sudah tau tentang masalah ini , Arthur jika kau ingin menyelamatkan kehormatan adik kecilmu maka biarkan kami bertunangan . aku akan mengumumkannya pada media "


" kau gila max ? lalu bagaimana dengan Nadine ? dia tunangan mu media sudah menyiarkannya setengah tahun lalu " aku berusaha menahan emosiku


Aku hanya bisa mengacak acak rambutku berjalan mondar mandir di dalam ruangan yang terasa menyesakkan ini


" tapi Freya hanyalah gadis kecil bagaimana bisa kau berfikir untuk menggodanya ,sedangkan diluar sana kau biasa dikelilingi wanita dewasa ,Max . kenapa harus Freya ? "

__ADS_1


" aku tak perlu untuk menjelaskannya padamu ,Arthur tentang masalah pribadiku . itu batasan privacy ku . "


" tapi dia adikku .. " aku mulai menggebrak meja


" biarkan aku bertunangan dengan Freya , itu bisa menjadi penyelamat kehormatan adikmu sebagai gadis baik baik , kehormatan keluarga ini tentang scandal yang tertulis di koran itu , dan aku bisa membantu mu secara finansial . aku tak habis fikir bagaimana bisa kau memutuskan untuk menikah dengan cleo . sedangkan kau tau latar belakang keluarga Liem? " tanya max padaku


" diam Max , ini hanya seputar kau dan Freya bukan tentang aku atau Cleo."


" aku akan membantumu , Arthur kau tau aku lebih dari mampu melakukannya "


" jadi kau pikir aku akan menjual adikku padamu?.. " aku membanting koran pagi itu ke hadapan max . tepat pada saat Freya masuk .

__ADS_1


selanjutnya , pertengkaran terjadi karena aku sudah tak bisa lagi menahan amarahku pada max. bagaimana bisa dia memanipulasi Freya yang lugu . aku tak sanggup lagi melihat semua ini , walaupun aku melihat Max babak belur karena tanganku , aku merasa sama sekali tak puas . aku memutuskan pergi , aku memacu mobil dengan cepat , tak ada tujuan . . hingga tak sadar aku sudah tiba di depan rumah Jessica . aku keluar dan duduk di kap mobil depan , mengeluarkan sebatang rokok . . lama aku terdiam memikirkan perkaatan Max . aku tak ingin mengganggu Jessica di jam segini .aku menghabiskan rokok di tanganku dan memutuskan untuk pergi saat Jessica mendadak keluar dari rumah . wajahnya yang tenang menghampiriku ,lama dia berdiri di depanku melihatku dengan wajah kuatir dan penuh tanya . aku tak dapat mengabaikannya . aku memeluknya . berharap mendapatkan kekuatan darinya untuk menghadapi semua masalah ini .


__ADS_2