
zku melewati kembali jalan yang tadi ku lalui menuju project Arthur ,, tak banyak berbincang apapun di sepanjang perjalanan , kami tak lagi kembali ke pabrik karena hari sudah menjelang malam ,, maka kami pun kembali kerumah ,, tapi, ada satu hal yang membuatku sangat penasaran .. terlihat di kejauhan sebuah bangunan yang tertutup ilalang . jaraknya tak jauh dari rumah ,, seketika jantungku melorot ,, bangunan itu mirip rumah yang ada di dalam mimpiku
" Nathan ,, Nathan .. berhenti " kataku tiba tiba
" Ada apa Freya ? " Nathan menghentikan mobil nya dengan tiba tiba membuatku telonjak kedepan ,, untunglah aku memakai seatbelt ku dengan baik ,, jadi tubuhku yang terlempar kedepan tertahan ,
" Maaf maaf Nathan ,, aku ,, sangat penasaran dengan bangunan itu ,, " aku berusaha membuka seatbelt dan membuka pintu mobil , tapi dengan cepat Nathan menahan pintu ku dengan tangan kirinya ,, menutupnya dengan cepat , membuat tubuhnya dekat ke arahku , , lama, Nathan tak melepaskan gagang pintunya . aku memandangnya keheranan
" Diamlah di mobil , Freya aku mohon " kata Nathan tanpa memandang ke arahku . dia memakaikan kembali seatbelt yang sudah kulepas tadi .. memastikan nya sudah terpasang dengan benar , kemudian perlahan menjalankan kembali mobilnya .. aku memandangnya dengan wajah marah dan keheranan . aku kembali diam sepanjang sisa perjalanan ,
" Jangan memandangku dengan tatapan jelek itu ... " kata Nathan setelah sampai di parkiran rumah kakek ,
" kenapa kau menahanku ? "
" itu tempat yang berbahaya , Freya "
__ADS_1
" tapi ada sesuatu yang harus aku pastikan, Nathan ,, "
" hari sudah gelap sekarang dan kamu mau memastikan bangunan tua yang hampir rubuh dengan ilalalng tinggi .. yang bahkan lebih tinggi dari dirimu sendiri , Freya? "
" ya tapi ,,, " kataku merajuk
" Aku tahu dan aku hafal sifatmu seperti apa ,, kau tak mengenal kata takut .. tapi, kali ini ,, percayalah padaku .. please "
Aku menghela nafas berat , melepas seatbelt ku dan memandang Nathan pasrah . aku kalah ,,, Nathan tersenyum manis melihatku menyerah ,, membuat ku salah tingkah , aku membuka pintu mobil dengan cepat ,, sebelum ku keluar ,, Nathan mengusap kepalaku dan berkata
Aku tak menjawab kata katanya dan secepat yang ku bisa aku berjalan ke arah pintu utama dan menuju ke kamarku ,, aku merasa sangat leleh ,, tapi sebelum aku sampai ke kamarku, aku di hadang oleh salah satu pelayan di rumah itu yang sampai saat ini aku bahkan tak tahu namanya ,, tapi ada papan kecil di dadanya bertuliskan " Annissa " ,, itu namanya ,
" Nona ,, tadi ada telepon untuk anda "
" Telepon? dari siapa? " tanyaku bingung
__ADS_1
" Dari Tuan Tjandrawijaya ,, beliau menelepon beberapa kali tadi, saya katakan Anda pergi bersama tuan Hadiwijaya "
Max ,, kataku bergumam , aku menuju ruang tivi ,, meraih gagang telepon dan memutar satu satunya nomor yang kuingat ,, nomor handphone milik Max . aku menunggu beberapa saat sampai aku mendengar suaranya diujung sana , suara yang kurindukan
" Max ,, kata pelayan kau beberapa kali meneleponku ... "
" ya ,, aku mencarimu, "
" Ada apa .. apakah ada sesuatu yang terjadi? "
" Tidak ,, aku hanya ingin memberitahu .. " Max berhenti berbicara sejenak terdengar ragu dan melanjutkan perkataannya " Aku sementara tak bisa datang kerumah kakek, aku harus manjaga Ibu ,, kondisi beliau tak stabil "
" Apakah aku harus kesana, Max? "
" Tak usah Freya ,, jagalah kakek ,, kau lebih di butuhkan disana "
__ADS_1
" baiklah ,, jaga dirimu , Max " kataku mengakhiri pembicaraan , Max tak bertanya padaku kemana aku pergi dengan Nathan hari ini , aku menghela nafas ,, dan beranjak kembali ke kamar , tapi, aku mampir ke kamar kakek ,, melihatnya beristirahat dengan nyaman ,, aku mendatangi suster jaga ,, mengecek laporan medis hari ini , setelah itu aku kembali ke kamar ,, aku merindukan Max