Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
episode 87


__ADS_3

Max memandangku beberapa saat .. bolak balik memandang jalan kosong di depan .. aku meremas remas tanganku berusaha menutupi perasaanku .. bagiku dengan melakukan hal itu aku bisa mengelabui Max yang tampak tak percaya saat melihatku


" apakah tak ada yang mau kau katakan padaku , Freya ? "


aku mencerna pertanyaan Max dan sibuk berfikir aku ingin mengalihkan pembicaraan ini . aku ingin menenangkan hatiku dan bersikap biasa saja . . ahh .. aku ingat sesuatu


" Max .. saat aku ke pabrik .. aku melihat sebuah blue print yang besar di kantor Arthur .. aq hanya bertemu dengan kak Jessica . kau tahu kan aq bermasalah dengan hubungan pertemanan yang membuatku tak bisa terlalu akrab dengan kak Jessica .. aku tak membencinya hanya saja ... "


" Arthur .. memintaku membangun sebuah sekolahan seperti impiannya sejak kecil " kata Max memotong kata kataku

__ADS_1


" ya aku melihatnya .. melihat para pekerja bersama Nathan .. "


" kau pergi bersama Nathan? "


" ya .. dia mengantarku ke pabrik . aku ingin berkunjung kesana .. karena aku tak ingat lagi kapan terakhir kali aku melihat pabrik "


" tapi itu berbahaya Freya .. kau tahu pabrik kayu lapis .. banyak mesin mesin besar dan debu yang beterbangan dan .. "


" apa yang lucu , Freya .. aku menghawatirkanmu "

__ADS_1


" kau .. sejak kapan jadi banyak bicara .. apa hidup di Amerika sangat menyenangkan ? " kataku tanpa bermaksud untuk menyinggungnya .. tapi, wajah Max mengeras dan rasa senang ku menguap .. " maafkan aku Max jika aku menyinggung mu " kataku menatap sepatu kets berwarna putih yang ku pakai


" aku .. sama sekali tak bahagia di sana . jauh darimu .."


aku memandang Max dengan tatapan tak percaya ..Max tak mengalihkan matanya dari jalanan di depan .. mobil sedan hitam di depan kami berjalan melambat dan meliuk liuk .. ini jalanan tajam penuh tikungan yang menurun .. butuh ekstra konsentrasi bagi pengemudinya . banyak terjadi kecelakaan truk konstribusi di jalan ini .


hatiku melompat lompat di dalam dadaku aku memeganginya dengan menekuk kedua tanganku .. rasa panas ini menjalari leher hingga ke wajahku . aku masih menatapnya .. Max terlihat tak bergeming tapi, ketika ku perhatikan telinganya memerah sampai ke leher bagian belakan .. apa dia juga merasakan apa yang kurasa .. tiba tiba terlintas ciuman panas di dalam mobil waktu itu membuatku malu dan membuang wajahku . dan beberapa saat kami terdiam sampai jalan di depan kami mulai rata dan tidak begitu menurun . aku memandang keluar jendela memandangi kebun sayur di sepanjang jalan .. bukit bukit kecil dengan pohon cengkeh .. melaju lagi melihat bukit yang di penuhi kebun teh .. aku mengecek ponselku iseng .. apakah disini ada signal karena letaknya sudah berada di kaki gunung .. aku mengaduk aduk isi tas .. hampir mengeluarkan sebagian isinya .. dan menemukan ponselku .. aku lupa mengecas nya selama di sana karena tak terpakai dan lowbat.. aku mengeluarkan charge .. saat aku ingin mencolokkan kabelnya di tempat yang sudah di sediakan di sana , Max ingin menyalakan musik membuat tangan kami bersentuhan .. aku menarik tanganku cepat .. kembali merasa gugup seperti anak SMA yang baru tertangkap guru BP . membuat Max urung menyalakan musik


" sini ku bantu .. " kata Max tenang .. dia selalu begitu .. sangat mudah baginya menyembunyikan perasaanya dan bersikap tenang . membuatku iri .. kemudian Max mengambil kabel charge di tanganku dan membantuku mencolokkannya di sana . aku menyelipkan rambutku ke telinga .. memasukkan kembali barang barang tasku .. aku mendongak dan memergoki Max yang menatapku tajam .. kemudian dengan cepat dia kembali fokus ke jalanan lurus di depan . suara sirine mobil ambulance terdengar sangat jelas ..

__ADS_1


" kau mau request lagu? ada di ipod ku di laci dasbor depan tempat duduk mu Freya membantumu merasa nyaman dari suara sirine mobil ambulance itu..


aku yang tak ada kerjaan karena handphoneku ternyata lowbat kemudian mencari ipod milik Max dan mengutak atiknya .. mencari lagu yang pas . dan Max .. dia sibuk mengemudikan mobilnya dengan tenang


__ADS_2