
para tamu undangan sudah bubar . pihak kami tidak memberitahukan perihal dropnya kakek . kakek terkena serangan jantung ringan dan harus istirahat dengan tenang . aku berada di dapur duduk di kursi makan . aku menyenderkan lengan dimeja dan meletakkan kepalaku di atasnya . aku sungguh tak tahu apa yang harus aku lakukan . bibi ann masuk ke dalam dapur aku hafal suara langkahnya yang perlahan namun tegas .
" nona freya .. kembalilah ke kamar . tak baik untuk kesehatan anda "
" bibi ann .. temani aku .. aku merasa takut berada di kamar sendirian "
tak banyak berkata bibi ann menggandengku menaiki tangga , kembali ke kamarku . aku bertemu max diarah yang berlawanan . max menuruni tangga , menatapku dengan tatapan khas nya . aku menundukkan kepala .
aku duduk di tepi tempat tidur . bibi ann mengambilkan segelas air hangat . aku meminumnya perlahan . pandanganku tertuju pada gantungan bintang pemberian max . aku suka sekali bintang , dulu waktu aku kecil dan sering menangis mencari mom .. bibi ann menceritakan sebuah kisah padaku tentang ibuku yang akan menjadi bintang yang terang menemani hari-hariku . makanya kalau ku sedih aku memandang langit mencari bintang
tapi .. sekarang bintang itu ada di hadaapnku berkilau , sangat dekat denganku . aku mengambilnya dan memegang erat di tanganku . bibi ann menemaniku hingga aku jatuh tertidur .
hari - hari berikutnya , arthur tampak seperti orang lain bagiku . Dia bukan lagi seorang kakak yang suka menggoda adiknya . bukan lagi arthur dengan rambut gondrong dan acak- acakan. bukan arthur yang cuek kemana - mana memakai kaos butut kesayangannya . Arthur menjadi pendiam banyak menghabiskan waktu di ruang baca . banyak memberi perintah kepada orang suruhan yang sama sekali tak ku kenal . berpakaian rapih dan hampir di setiap kegiatannya di temani pak Albert yang selalu mengekor . bahkan satu atau dua kali dr Robert datang dan berbicara serius dengannya.
aku semakin merasa terasing . banyak hal yang ingin kutanyakan tapi tak ada waktu yang tersisa untuk menjawab pertanyaanku . kadang.. arthur pulang sampai tengah malam dan tertidur di ruang tivi . atau kadang aku mendengar suara mobilnya tengah malam tapi pagi harinya saat aku turun untuk sarapan , arthur sudah pergi .
untung sahabat arthur masih menginap disini. mereka benar - benar bisa menghilangkan rasa suram di rumah .
tapi ada yang berbeda hari ini. Arthur turun untuk sarapan bersama . wajahnya juga santai . mungkin semua sudah kembali semula aku tersenyum senang
" kak .. ga ke pabrik? "
" aku yang melarangnya" kata nathan ." ini hari sabtu dan kita akan inspeksi ke kebun "
" inspeksi ke kebun? " tanyaku
" ya .. kau mau ikut , freya ? "
" ya mau .. aku mau ikut "
" kamu di rumah aja freya .. itu hutan tepatnya bukan kebun. . dan sangat jauh dari sini . nanti pingsan lagi karena kurang gizi. " kata arthur
__ADS_1
" aku ikut kak .. aku tetep maksa ikut , boleh kan nathan? "
" ya.. tentu saja " kata nathan. " biar aku yang akan menjaganya . tapi kali ini kamu harus pakai celana ga akan bisa inspeksi kalau pake rok "
" ok aku segera berganti pakaian " kataku cepat , aku sungguh bersemangat kali ini
tak lama kami sudah berada di hutan karet . kami menuju tempat pengumpulan hasil panen . disana ada sebuah rumah kecil .biasa hanya untuk tempat singgah karena terkadang kami juga harus menginap mengingat medan yang jauh dan lagi mobil tak dapat menembus lebatnya pepohonan . kami pun juga harus berjalan 20menit untuk sampai ke rumah singgah tersebut .
kami berjalan perlahan di kawal 2 orang berperawakan besar dan membawa senjata tajam . 1 orang memandu jalan kami dan yang seorang lagi menjaga kami . pria - pria besar itu diam . pandangan mereka tajam dan terlihat kejam . dibandingkan mereka max tak ada apa- apanya
" kak .. siapa mereka? " tanyaku
" mereka penjaga hutan. kakek ga pernah ngebolehin kita untuk masuk ke hutan karet . karena jauh dari rumah . mereka kakak sewa hanya untuk berjaga - jaga aja " kata arthur dengan suara pelan .
" berjaga dari apa? "
" hewan liar , mungkin "
kami sampai . rumah singgah ini kecil dan agak kotor . benar - benar berbeda dengan rumah kami .
" yap .. kita sampai . freya , duduk dan istirahat dulu "
aku memandang berkeliling .. kakiku melangkah mengikuti pandangan mataku dan rasa penasaran diriku
di teras belakang , aku melihat arthur , julius dan nathan sedang berbincang di sebuah ruangan besar yang ku taksir adalah gudang penampungan bahan . arthur sedang berbicara dengan seorang pria paruh baya yang rambutnya sebagian sudah memutih . pria itu membungkuk saat berbicara dengan kakak . tangannya memegang sebuah kayu lapuk . pakaian dan badannya tampak kotor ,wajahnya keras diantara kerut - kerut yang terlihat di wajahnya . dan itu membuatku takut .
aku mendekat ke arah mereka . tapi langkahku terhenti saat mendengar suara arthur yang tegas .
" bagaimana bisa gudang kita kecurian. coba jelaskan "
aku bisa mendengar suara kemarahan arthur tapi tak dapat mendengar suara bapak tua itu . dia mengatakannya dengan lirih .
__ADS_1
aku bergeser hendak berbalik . aku tak ingin ikit campur dengan urusan mereka. melirik sekali lagi ke arah bapak tua itu tapi , seketika tanganku menutupi mulutku yang menganga. bapak tua itu berlumuran darah.. wajahnya sampai ke bajunya . aku langsung menghampiri mereka.
" ap .. apa yang terjadi dengan bapak ini ??"
" freya.ayo masuk kedalam rumah. dan tunggulah di dalam " kata julius
" aku memang tak mengerti apa yang terjadi . tapi obati bapak itu dulu " kataku ngotot
" freya masuk!! " arthur membentakku . aku mematung ini kali pertama semenjak aku hidup arthur membentakku
" ayo freya , kita masuk aja .. " nathan mendorong punggungku dengan kedua belah tangannya . memutar tubuhku dengan paksa .
" apa yang terjadi , nathan? " tanyaku berusaha mencari tahu
nathan menyodorkan segelas air padaku . aku meneguknya dengan cepat ku habiskan setengah gelas .
" sudahlah biar arthur yang mengurusnya . harusnya kamu tadi tinggal saja dirumah "
aku terdiam .
tak lama arthur dan julius masuk ke dalam rumah .
" kita harus cepat pulang . ini lebih berbahaya dari yang terlihat " kata arthur
" okay kita bereskan ini dan kita kembali .jam 2 siang sekarang . kita harus bergegas agar tidak keburu malam " kata nathan
" mana max? " tanya arthur lagi
" dia mengkondisikan dengan penjaga yang kita sewa agar memperketat penjagaan yang diicar itu kamu " kata julius
" sial ! ternyata serumit ini . " arthur uring-uringan
__ADS_1
aku tak ingin bertanya lebih lanjut . arthur menyelesaikan perkerjaannya dan kami bergegas kembali ke mobil . salah satu pria penjaga tetap tinggal di rumah singgah untuk mejaga dari pencuri lagi sedangkan yang satunya lagi mengawal kami pulang .