
sudah 2 bulan ini aku kehilangan kontak dr Max ataupun Julius walaupun memang mereka tak sering memberi kabar tapi entah mengapa aku merasa sangat jauh dengannya sekarang . aku tertunduk sedih di balkon depan kamarku .. angin bertiup lembut membelai wajah dan rambutku . akhir akhir ini aku bermimpi buruk .. aku melihat genangan air berwarna merah yang terasa lengket di tangan .. aku bergidik lagi mengingat keadaan di dalam mimpiku yang gelap dan menyeramkan . tapi entah mengapa mimpi itu terasa nyata dan terus berulang ulang
handphone ku bergetar .. aku mengecek nomornya . nomor yang tak dikenal .. aku mengangkat telephonnya
" halo Frey .. ini aku Flure .. "
" oh .. ya Flure ada apa ? " tanyaku
__ADS_1
Flure adalah teman satu kelas denganku . teringat bahwa 2 bulan lagi aku harus praktek sebagai dokter muda.. aku belum menemukan rumah sakit mana yang akan kukunjungi . aku merasa tak bersemangat ..
" Frey.. udah dapet rumah sakitnya? "
" ada beberapa tapi aku belum memutuskan Flure "
" Jaden dan Leo mengajak untuk praktek di rumah sakit St Caroline .. itu rumah sakit gede banget , terkenal dijamin kl praktek disana kita bakal bisa langsung diterima jadi dokter disana Frey.. "
__ADS_1
" aku belum memutuskan Flure .. nanti ku kabari "
" ah .. baiklah .. cerialah sedikit Freya . kau selalu terlihat tenang dan misterius "
" baiklah Flure .. terimakasih "
aku masuk ke dalam kamar mencari dimana formulir itu .. aku mengaduk aduk isi tas . aku tak menemukan kertas itu . beranjak ke meja belajar tapi lagi lagi tak menemukannya . sampai mataku tertuju pada sebuah kotak kecil berwarna hijau di dalam laci meja belajarku . aku membuka kotaknya .. kotak kecil yang sudah lama ku lupakan . kotak itu berbentuk persegi empat dengan sisi berwarna kuning seperti emas yang melingkar di tiap sisinya . aku mengusapnya dengan lembut .. terasa halus dengan bulu bulu beludru tipis dan terlihat ada ukiran indah di atas nya
__ADS_1
aku membuka nya . . didalamnya terlihat sesuatu yang berkilau .. berbentuk bintang .. ini gantungan dr Max . aku melupakan benda ini benar benar sudah melupakannya . aku mengambilnya dan memperhatikannya dengan jelas . ternyata itu bukan gantungan .. aku membuka kaitannya .. ini sebuah liontin , aku beranjak ke meja rias ku mengaduk barang barang ku yang tidak bertambah dari sejak pertama kali aku datang ke rumah ini , barang barang yang disiapkan khusus untukku yang sampai sekarang semua perhiasan ini tak semua sudah ku pakai hanya beberapa yang terlihat sangat sederhana dan tidak mencolok
aku menemukannya kalung berwarna putih dengan liontin sederhana berbentuk seperti bunga kecil . aku membuka kaitannya dan menyimpan liontin nya memasang kembali liontin bintangnya .. aku duduk di kursi riasku bertopang dagu dengan sebelah tangan dan dengan tangan yang satu lagi memegangi kalung nya yang menjuntai ke bawah . bandulnya bergoyang goyang di depan mataku aku memperhatikannya lagi , terlihat sangat cantik . ingin aku memakainya tapi, pantaskah aku menunggu Max ? tapi .. untuk apa aku menunggu orang yang sama sekali tak ada untukku ? ahhh .. aku dilema apa yang harus aku lakukan. aku melihat kalung itu dengan kesal . menyimpan kembali kedalam kotaknya dan meletakkan nya begitu saja ke di atas meja rias . aku mencari lagi formulir itu yang ternyata terselip di dalam buku buku di dalam tas ku .