Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 113


__ADS_3

            Aku membuka mataku dan tersenyum dengan yang aku dapati di hadapanku . Pria yang aku cintai  .. aku tersenyum senang menyadari selama ini dia menyimpan perasaannya dengan sangat dalam untukku . Banyak hal yang membuat kami saling menjauhkan diri, menahan diri saling mencurigai dan tak mempercayai satu sama lain . Aku menggeser tubuhku dan mendekatkan diriku pada Max .. Yahhh, aku tahu dengan tidak tahu dirinya aku menginap di kamar Max .. seperti yang di katakannya tadi malam .. intregritas, harga diri tinggi yang kubangun selama ini hancur sudah . walaupun tak ada yang terjadi diantara kami, namun aku tahu akan membuat gossip baru diantara para pelayan .. karena baru beberapa saat yang lalu Max menginap di kamarku dan kali ini aku yang melakukannya ..


            Kami berbincang sepanjang malam .. membahas banyak hal .. tentang bagaimana perasaanku saat ingatanku kembali .. bagaimana aku mengatasinya .. semua dia tanyakan dan mendengarkan setiap detail perkataanku dengan sabar dan selalu memelukku. Aku bahkan berlindung di balik lengannya .. mendengarkan masa lalunya yang kelam .. bagaimana siksaannya yang dilakukan Ayah dan ibu tirinya bagaimana adik perempuannya meninggal .. bagaimana dia mendapati ibu tirinya meninggal mengenaskan , semua dia ceritakan


perlahan . dia menceritakan semua hal agar aku tahu .. dia memberikan kesempatan padaku agar aku mengenalnya lebih jauh . dan apakah aku benar dengan keputusanku menerimanya dengan segala latar belakang nya yang amat kelam . Aku bahkan kehilangan semua kata kataku untuknya namun aku tak membencinya ,, aku bahkan semakin merasa sangat menyayanginya. Di balik wajahnya yang menyeramkan dia sangat menderita dan kesepian ..


            “ Mau sampai kapan senyum senyum sendiri .. “


            “ Aha ha ha .. “ aku tersipu .. disaat umurku akan menginjak 25 tahun aku baru bisa tersipu .. memalukan sekali .. aku menutupi wajahku dengan tanganku dan membuka lagi melihat ke dalam mata Max yang berwarna coklat .. matanya berkedip kedip karena kebas . kami baru tertidur saat waktu menunjukkan pukul empat pagi .


            Max menatapku .. berkedip kembali dan tersenyum . Kami bercerita panjang lebar semalam tentang masa kecil tentang ingatan lucu dan menyebalkan .. menghujaninya dengan banyak pertanyaan yang di jawabnya satu persatu dengan sabar .. bahkan masih banyak hal yang ingin aku ketahui tentang dirinya


            Suara ketukan di pintu kamar mengagetkanku .. itu pasti pelayan yang akan mengantarkan sarapan pagi . karena tak ada satupun diantara aku atau Max yang turun ke lantai satu untuk sarapan . Dan pasti bibi Jo yang memerintahkannya langsung .


            Aku terbangun panik ..  aku malu jika aku terpergok berada di sini


            “ Permisi tuan, saya masuk .. “


            Dengan cepat aku menaikkan selimut hingga ke atas kepala . bersembunyi di balik nya dan Max terbangun terduduk di sebelahku .. "Apa yang aku lakukan sih ???” kataku dalam hati .. membenci diriku sendiri


            “ Jangan masuk Ellisabeth .. bawa kembali sarapan yang kau bawa .. aku akan turun ..terimakasih sudah membangunkanku "


            “ Baik tuan .. “ kata pelayan itu dan pergi

__ADS_1


            Aku menunggu di dalam selimut , terlalu malu untuk menunjukkan wajahku .


            “ hei .. apa yang kau lakukan ? “ Tanya Max padaku dan dia beranjak dari ranjang miliknya . aku membuka selimut dan menatapnya , wajahku benar benar memerah karena malu


            “ Aku terlalu malu untuk keluar dari sini .. “ kataku dengan wajah sedih


            Max tertawa .. sudah lama aku tak melihatnya seperti itu .. dia menghilangkan wajah kerasnya dan aku menyukainya


            “ Lalu .. apa kau ingin segera di panggil Mrs. Tjandrawijaya ? jadi kau tak perlu lagi mengkhawatirkan apa yang dilihat para pelayan dan kesalahpahaman yang mungkin mereka duga ..   “ katanya menempelkan kedua tangannya kembali ke atas ranjang yang membuat wajahnya dekat dengan wajahku ...


            “ Ap .. apa yang kau lakukan , Max .. aku .. tidak .. bermaksud .. bukan .. tidak seperti itu maksudku .. “ kataku tergagap


            Max bangkit dan tertawa .. lesung pipinya terlihat lagi


            “ Baiklah Mrs Tjandrawijaya .. bagaimana kalau kita sarapan di luar? Menghindari gossip di antara para pelayan ? “


            Max tersenyum dan memandangku dari tempatnya berdiri . menungguku untuk bangkit dari kasur yang sangat nyaman ini


            “ Aku akan kembali ke kamarku .. terimakasih Mr Tjandrawijaya yang sudah membiarkanku menginap disini tadi malam .. “ kataku seraya membereskan tempat tidur dengan cepat dan pergi melewati nya..  menahan sedikit rasa malu ku dan berencana kabur .


            “ Ya .. kau bukan lagi bocah berumur belasan tahun yang ku kenal tomboy dan selalu mengekori kami , kau yang sekarang terlihat lebih angkuh dan dingin .. “ kata Max menangkap ku lagi .. memaksa untuk mendekatkan diriku padanya


            “ Bukankan kita pasangan serasi sekarang, Max ? Tuan misterius dan Nona yang Angkuh “ kataku menatap matanya menggodanya dengan senyum rubah ku

__ADS_1


            Max mengenyritkan alisnya “ Tuan Misterius ? “


            “ Ya .. kau sangat terkenal di kampusku Tuan .. Membuatku cemburu karena banyak gadis yang membicarakanmu .. “ kataku berganti dengan tatapan ingin membunuh


            Max tertawa dan menciumku singkat


            “ Bagaimana bisa ? saat itu aku sedang tersiksa di Amerika .. hanya ditemani si brengsek Julius yang terus terusan berfoya foya dengan para gadis sexy disana . “


        “ Tersiksa .. benarkah ?? “ tanyaku menggodanya


            “ Ya .. aku harus bekerja dengan sangat keras untuk sedikit menghibur diri karena tak bisa bertemu dengan orang yang ku simpan di dalam hatiku yang berada di rumahku di Indonesia namun tak dapat ku miliki “ katanya dengan wajah sedih


            Aku menjauhkan diriku dari nya dan berkata


            “ Aku sama tersiksanya disini menunggu hal yang tak pasti, Max .. kau benar benar sangat kejam . Aku beruntung mempunyai kakak seperti Julius yang terus mengirimkan kabarmu untukku .. “ aku mendadak mengunci mulutku .. aku keceplosan


            “ Julius .. ? “ Max menaikkan alisnya lagi


            “ Ups .. “ Kataku menjauhkan diri darinya dan berlari kecil ke arah pintu kamarnya


            “ hei .. Freya … jelaskan padaku “


            “ Jangan memarahinya Max .. aku sangat berterima kasih padanya . jadi aku harus mengunci mulutku “ kataku sebelum menutup pintunya dan kembali ke kamarku aku masih bisa mendengarnya ketika Max mengomel

__ADS_1


            “ Julius brengsek sialan … “


            Dan aku terkikik geli ,, “ Maafkan aku Jul .. “ Kataku dalam hati . menyebrangi lorong dan kembali ke kamarku .. mempersiapkan diriku dan bersiap untuk pergi dengan Max hari ini . ~~~~


__ADS_2