
aku bersiap dengan para rombongan hari ini adalah hari dimana kakek akan di pindahkan ke rumah sakit yang lebih canggih di kota . aku dari pagi terus memegang pergelangan tangan kakek dengan kedua tanganku berusaha memberi kekuatan padanya lewat sentuhan . bibirku terkunci rapat .. sekarang setelah ingatan masa kecilku kembali .. ingatan tetang hal buruk yang tadinya sudah kulupakan kini kuingat jelas bahkan saat aku menutup mataku .. ingatan itu menghantuiku .. datang ke dalam mimpiku .. hati ku atau bahkan otak kecilku merekam smua itu membuat badanku gemeteran ketika ku melihat pisau dapur .. membuatku menggigil ketika melihat tali .. aku, berusaha meredamnya sendirian dalam diam .
mobil ambulance tiba . kakak , bersama Nathan, dan Julius mengantar dan memastikan sampai kakek di bawa dengan aman di dalam ambulance . Arthur ikut serta di dalamnya .. Max berdiri di sebelahku memasukkan kedua tangannya ke dalam celana denim yang dia pakai . dia memakai pakaian lengkap .. setelan jas nya berwarna gelap tanpa dasi . rambutnya disisir dengan rapih .. kebelakang dan aroma colonge nya tercium sangat enak . seharian ini bahkan saat sarapan aku menghindari memandang wajahnya karena teringat kejadian itu lagi .. anehnya Max tak membahas apapun . mungkin bersamaan dengan semua orang yang sibuk mengantar kakek .
" ayo Freya kita bersiap "
aku mengangguk .. masih menghindari melihat ke arah wajahnya . aku membalikkan badan dan masuk ke dalam kamarku . tak banyak yang ku bawa hanya perlengkapan pribadi .. baju bajuku biarlah aku tinggal .. aku punya berlemari lemari di rumah Max .. aku berat meninggalkan rumah ini .. ketika ingat aku harus kembali ke rumah itu yang empat bahkan lima kali lebih besar dari rumah kakek .. terasa dingin .. tak hangat dan menyesakkan .. karena aku harus menjadi tawanan di rumah itu lagi . tak bisa ku bayangkan bagaimana rasanya apalagi setelah Max kembali dan ingatanku yang buruk tentangnya . . semua ini terasa menyesakkan .. kenapa harus datang bertubi tubi masalah dan secara bersamaan .
__ADS_1
Nathan pergi bersama Julius .. Julius yang datang bersama Max memutuskan tak ingin menjadi obat nyamuk , Nathan yang sudah menawarkan mobilnya untukku di tarik paksa olehnya . aku sebenarnya ingin menghindari Max . ingin menenangkan hatiku dan sebenarnya aku hanya tak ingin ketahuan bahwa aku sudah mengingat segalanya .. tapi, mau tak mau aku harus satu mobil dengan Max lagi .. aku bingung bagaimana aku harus bersikap . jadi sepanjang perjalanan aku hanya diam mematung
Mobil ambulance jalan paling depan dengan kecepatan maximal . Arthur pergi bersama Kak Jessica dengan mobil sedan hitam milik Arthur , dibelakangnya mobil Nathan dan Julius .. mobil kami berjalan paling belakang ..
" kencangkan sabuk pengamanmu, Freya .. "
" kau baik baik saja? "
__ADS_1
aku memandangnya sesaat .. memandang Max , memandang wajahnya dengan tampak samping yang membuat jantungku berdegup kencang .. aku menundukkan wajahku cepat . menyembunyikan wajahku yang memanas .
" ya aku baik baik saja .. " kataku gagap . ada apa denganku ini, apa aku masih terbawa kenangan buruk itu sampai sampai melihat wajah Max aja membuatku seperti ini . apa aku ketakutan yang membuat jantungku seperti ini .. kepalaku memusing aku tak dapat berfikir apa apa lagi .
" tapi .. ku rasa kau tak benar benar baik baik saja Freya .. apa yang terjadi . apa yang kau lihat di rumah itu .. apakah itu yang membuatmu terlihat kosong sepanjang hari dan seperti kurang sehat . apa kau tidur dengan baik? " tanyanya panjang lebar
" aku eh baik baik saja " kataku gagap . aku gugup bagaimana ini .. apa yang harus ku lakukan ..
__ADS_1