
" kakek ... " kataku duduk terjatuh di depannya ,, apa yang terjadi pada kakek ? " tanyaku
aku memandang berkeliling penuh pertanyaan pada orang orang asing yang berkumpul disana , tak ada yang ku kenal ,, dimana Arthur, Dimana kak Jessica .. dimana Tante Yeni , dimana semua orang . Tak ada yang menjawab , aku memegangi tangan kakek erat , tangan yang terasa dingin di tanganku , tangan tua nya yang walaupun tak pernah membesarkanku dengan hangat tapi aku bisa merasakan kasih sayangnya yang tulus di berikan padaku , aku tak membawa peralatan dokterku .. walaupun aku hanyalah seorang dokter muda yang masih harus menempuh banyak pendidikan aku sudah banyak mengikuti praktek dan nilai ujianku juga sangat memuaskan ,
" Ada yang sudah menelepon dokter Albert? " tanyaku
" Sudah nona , " itu suara bibi Ann , aku mendongak beliau membawakan handuk bersih dan air hangat di dalam mangkuk di tangannya
'' Bibi Ann ,, apa yang terjadi pada kakek? "
" saya tak tahu apa penyakit Tuan besar , Nona ,. biarkan tuan kecil yang menjelaskan pada nona "
__ADS_1
" Dimana Arthur? "
" tuan kecil pergi ke kota kemarin saat nona tak sadarkan diri , nona Jessica sedang pulang ke rumah orang tuanya "
" dan tante .. dimana tante Yeni "
" beliau dikirim ke singapure oleh tuan kecil untuk terapi penyembuhanya "
tiba tiba aku merasakan sebuah tangan menyentuh kepalaku, aku membuka mata .. tangan kakek ,
" kakek ,, mana yang terasas sakit? tanyaku panik
__ADS_1
" aku melihat kakek tersenyum kearahku di balik masker oksigennya , kakek yang ku kenal tegas, kuat dan segarang singa , sekarang terduduk lemah di sebelahku , aku menangis kencang sesegukan , dengan lemah dan tanpa berkata apapun kakek mengelus kepalaku
...
Aku mengantarkan kakek kembali ke kamarnya . kamar kakek sudah berubah menjadi ruang rumahsakit dengan semua peralatan canggih di sekeliling tempat tidurnya dan bau alkohol , antiseptic dan bau obat yang khas tercium di dalam kamar beliau . Aku mengantar kakek istirahat setelah dokter Albert datang , dan aku banyak membicarakan kakek dengan beliau , aku kembali ke kamarku dengan hati seberat logam , aku menjatuhkan diriku di atas kasur , apa yang harus kulakukan ,, kata dokter Albert .. kondisi kakek awalnya dari hipertensi kemudian memburuk setelah keputusan Arthur untuk menikah dengan Jessica . membuat kakek terserang serangan jantung dan merembet menjadi komplikasi kemudian membuat kondisi beliau diambang kritis dan mengkhawatirkan setiap harinya , aku tak dapat sepenuhnya menyalahkan Arthur ,, sudah cukup selama ini Arthur hanya menjadi boneka kakek . Aku ... aku menyalahkan diriku karena tidak berada di samping kakek disaat kakek membutuhkanku ,, disaat orang rumah membutuhkanku , aku .. aku malah menikmati kehidupanku dengan kesibukanku . aku melupakan semua hal termasuk keluargaku . aku kembali menangis
suara ketukan dipintu menghentikan tangisku , aku malas menanggapinya tapi , ketukan nya tak berhenti .. dengan malas aku bangkit dan membuka pintunya
Max berdiri di hadapanku , wajahnya kacau aku memandangnya .. airmataku kembali menetes semakin deras dan deras ,, hingga aku sesegukan . aku tak perduli mataku yang sudah membengkak besar ,, aku menjatuhkan diriku ke dalam dirinya .. dengan kedua tangan menutupi wajahku , Max memelukku ,, erat ,, sangat erat tanpa berkata kata . pelukan hangat . sebentar aja ,, hanya sebentar aku ingin bersandar dan keluar dari semua ini .. aku merasa sangat rapuh dan tak berdaya ,
__ADS_1