
aku duduk di depan kebun di teras depan rumah Max sore ini . angin bertiup kencang . aku sudah berkali kali diingatkan Sani agar aku segera masuk ke dalam rumah . tapi aku mengabaikannya . aku memandang ke taman labirin di depan . walaupun ingin aku tak berani masuk ke dalamnya. dari atas balkon kamarku , labirin tanaman ini terlihat berliku liku namun indah .
ini sudah hari ke 8 Max pergi . dia sempat menelpon beberapa kali . menanyakan kabarku .menanyakan ke nyamananku menanyakan keinginanku . aku hanya menjawab sekenanya . merasa kesal dan tak berarti berada di sini . aku merasa aku tetap saja terpenjara , bahkan aku merasa lebih parah karena disini aku bahkan tak mengenal siapapun , terasing . seakan akan dihukum atas perbuatan perbuatan ku . aku melamun sedih sampai tiba tiba ada yang menyelimuti ku . aku melihatnya , sebuah jas .aku memutar tubuhku ke belakang , Max . reflek aku melompat dan memeluknya beberapa saat hingga tersadar , malu, akupun menjauh tapi Max menarik lagi tanganku dengan cepat . memelukku lagi .. aku sempat terdiam beberapa saat kemudian ada rasa amarah yang menyusup ke dalam hatiku . rasa ditinggalkan dan kesepian . aku reflek mendorong max dengan cepat . dia terdorong ke belakang dan berkata
" kenapa Freya? " tanya Max bingung
" apakah begini caramu memperlakukan tawanan mu? "
__ADS_1
" demi tuhan Freya, kau bukan tawanan. tahanan atau apapun itu "
" lalu apa guna nya aku di bawa kemari olehmu , Max? "
" kita akan mengadakan pesta dengan semua tamu penting akhir pekan ini.pesta Pertunangan kita. aku sibuk mempersiapkan semuanya . aku bahkan menelepon mu beberapa kali tapi tak ada jawaban .." kata max tegas
aku tahu aku tak boleh merasa begini . aku tahu Max tak ada perasaan apapun padaku makanya dia tak memperdulikan ku . dan baju ini baju yang aku pakai , hanyalah baju pinjaman yang entah milik siapa .
__ADS_1
aku kembali ke dalam kamar . menyalakan televisi dengan suara besar . tapi aku tak menontonnya, pandangan mataku hanya ke arah layar besar di depanku yang menampilkan acara memasak . otak ku berada di tempat lain . Sani berdiri di sebelahku tanpa kata kata . sampai aku berkata
" pergilah Sani, aku baik baik saja . bilang kepada bibi Jo bahwa aku ingin cream soup saat makan malam . cream soup kepiting . "
" baik nona ," kata sani sambil beranjak pergi
aku merindukan semua orang . aku ingin melakukan sesuatu yang bisa menyita waktuku agar aku tak lagi merasa di penjara seperti ini.aku kesal memikirkan kata kata Max tadi , dia mempersiapkan pesta pertunangan selama 8 hari . pesta seperti apa? aku tertawa sinis pada diriku sendiri. aku berharap banyak pada Max . aku tak menyangka hidupku akan berakhir seperti ini . dan aku ga mau hidup seperti ini selamanya . tapi , apakah di pesta itu berarti aku akan bertemu dengan orang rumah? itu sedikit menghibur hatiku . aku tersenyum senang
__ADS_1
aku turun ke bawah mengenakan baju tidur yang masih ku "pinjam" dari lemari yang tak ada pemiliknya ini . aku masuk ke dalam ruang makan dan melihat Max sudah duduk di kursinya , melipat tangannya di bawah dagunya . tatapan tajam matanya masih sama seperti yang kuingat . aku meninggikan harga diriku dan duduk di sebelahnya tanpa berkata kata .