Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 68


__ADS_3

    MAX DIANDRA TJANDRAWIJAYA


   Aku keluar dari ruangan Ibu setelah seorang suster masuk ke dalam da memberitahukan padaku bahwa saatnya Ibu minum obat , kondisi Ibu sangat lemah bahkan hanya untuk mengeluarkan emosi pun semua harus di batasi ,, kurasa setelah pertemuannya denganku ,, Ibu , pastinya sudah sangat kelelahan

__ADS_1


    Aku berdiri diluar ,, bersandar pada dinding sebelah pintu masuk ruangan Ibu ,, perasaan hatiku sangat kacau bagaikan anak berumur lima tahun yang tak mendapatkan mainan yang diinginkannya ,,, Aku memasukkan sebelah tanganku ke dalam saku celana denim berwarna hitam yang aku pakai, untuk menekan perasaanku .. menekan emosiku agar tak meluap keluar , sebelah tanganku lagi ,, aku menutupi hidung dan mulutku dengan telapak tangan dalam posisi kepala yang tertunduk ,, baru kali ini aku mengeluarkan emosiku ,, sekian lama aku selalu bertingkah , berperilaku dingin agar semua orang tak tahu bagaimana perasaan aku yang sesungguhnya , aku tak ingin terlihat lemah oleh siapapun juga ,, selama ini aku selalu berjalan dengan integritas yang ku miliki , aku tak perduli dengan tanggapan banyak orang bahwa aku orang yang kejam , aku orang yang tak punya hati ,, tapi malam ini semua hancur ,, semua emosi yang kutekan selama ini , rusak karena Ibu ,, tapi aku tak menyesalinya ini lah perasaanku yang sebenarnya


    Aku teringat Freya .. dimana dia .. aku memandang berkeliling ,, sepi , aku mengacak acak rambutku karena kuatir ,, apa yang terjadi padanya ..? , Aku mengeluarkan ponselku , meneponnya tapi panggilanku tak terjawab .. aku berlari keluar ke arah parkiran yang sepi .. memandang berkeliling tapi sia sia .. berusaha meneleponnya lagi , tapi handphonnya tak ada signal , aku melacak nomornya dan melihatnya yang bergerak cepat menuju ke dalam gunung ,, dia menuju rumah kakek . dengan cepat aku memacu mobil ku , di gunung itu ,,, banyak hal mengerikan yang terjadi . di gunung itu ,, orang tua Freya meninggal ,, jantungku berdegup kencang ,, memacu semua adrenalinku .. cepat ,, cepat ,, diotakku hanya kata itu yang terpikirkan . aku tak tahu dia pergi dengan siapa bagaimana kalau sesuatu hal buruk terjadi padanya .

__ADS_1


    Aku diam sejenak . memandang lurus ke depan , lampu yang menyorot pembatas jalan berwarna abu abu . aku memukul setirnya dengan keras dan menyandarkan sejenak kepalaku keatas stir nya ,, kemudian kesadaranku kembali ketika aku mendengar suara berkedip dari handphone yang mendandakan GPS Freya . Aku memandang titik merah yang semakin menjauh dari tempatku sekarang , aku melaju perlahan dan kembali memacu mobilku dengan kencang , sampai terlihat di hadapanku mobil sedan berwarna hitam itu


   Aku memotong jalannya , suara decit ban yang berhenti mendadak memekik di telinga , aku tak perduli, aku ingin melihat Freya ,, tapi betapa kagetnya aku , aku melihat supir yang biasa berada di villa Ibu , perasaanku sedikit lega , aku ingin melihat Freya .. membuka pintu belakang mobilnya yang sudah di unlock melihat Freya yang berjongkok diantara kursi .. hatiku seperti melorot kebawah .. aku memeluknya .. dia meronta ketakutan ,, aku memanggilnya dengan lembut membantunya kembali duduk di kursi mobil . aku memeluknya dengan hangat , hilang sudah semua perasaan kacau yang tadi kurasakan

__ADS_1


__ADS_2