
Hari ini gerimis bulan Desember aku sedang menunggu Arthur pulang, aku kesal .. dia pulang terlambat lagi mengabari lewat bibi Anna yang artinya dia menelepon lewat telepon rumah . yah .. rumah kami sangat jauh bahkan dari pinggiran kota . Walaupun begini , ini adalah rumah impian nenek yang dibangun diantara kebun tembakau berada di atas kaki gunung yang membuat sinyal handphone pun tak sampai kemari.
"Freya .. nona Freya" suara bibi Ann terdengar panik dari kejauhan .
"ya bibi Ann .. aku berada di ruang tivi" kataku tanpa menoleh dari buku yang ku baca .bibi Ann datang mendekat , dengan tergopoh gopoh mengatur nafasnya sejenak sebelum berkata
"Hari ini sepertinya nona Alleya akan datang bersama dengan teman-temannya .. nona Freya ingin di siapkan cemilan apa? saya akan minta bibi bagian dapur"
"Alleya datang?" tanyaku dengan nada sedikit kesal. membuatku menoleh dan memandang wajah bibi Ann di hadapanku. Bibi Ann berdiri dengan sedikit membungkukkan badannya .. cara para pelayan di rumah ini, menghormati kami.
"Begitu sepertinya nona .Saya baru dapat telepon dari nyonya Melati"
"Males banget ada Alleya,dy pasti tau Arthur mau dateng dan temen-temennya yang genit itu pasti mau merayu sahabat-sahabat kakakku" kataku bergumam kesal . menyayangkan kedatangan mereka disaat yang sangat tidak tepat . bagaimana tidak ,.. Aku ingin memonopoli saudaraku satu satu nya kan ...
"Baik bibi Ann kalau begitu, Aku mau cake coklat dengan coklat yang lumer di dalam. Tolong pesankan pada bibi bagian dapur agar menambahkan banyak campuran caramelnya .. jangan lupa"
Biar lengket di gigi mereka itu , aku tersenyum jahil " oh ya .. dan siapkan teh mawar " kataku menambahkan.
Aku tahu untuk menjaga berat badan mereka tak akan makan makanan manis terlalu banyak dan minum minuman manis juga.. sedikit kejahilan lumayan dapat mengobati rasa kesalku karena ulah mereka
"Baik nona Freya akan saya siapkan" kata bibi Ann lagi .
Kemudian dengan cepat Aku berlari ke kamar .. mempersiapkan diriku dengan memilah - milah gaun yang kupunya di lemari .. gaun yang terbaik .. biru, ungu, pink , yang motif bunga-bunga, banyak sekali berserakan di atas kasur . Aku tak ingin terlihat kalah saing dari mereka biar bagaimanapun Alleya dan teman-temannya masih lebih baik dariku.. karena rumah mereka tak sejauh masuk ke dalam gunung sepertiku .
Aku mendengar ketukan pintu di lantai satu dan suara ramai di bawah sana . Itu mereka , cekikikan lagi .Aku merengut di dalam kamar sejenak berfikir seandainya Aku bisa pergi, Aku akan menghindari mereka namun walaupun dengan kesal Aku turun ke bawah dan mulai berakting dengan senyum palsu
"Freyaaa ... adik sepupuku yang cantik" Alleya menyambutku dengan senyum cantiknya . yang selalu dibilangnya senyum bangsawan .Aku hanya nyengir ketika pelukan dari kakak sepupuku ini mendarat di badanku yang ramping
"Gaunnya cantik sekali.. tapi model ini sudah terlalu kuno ,Freya" kata Alleya yang di ikuti cekikikan dari Barbara, Luci, dan Alexa .. teman satu gank yang menyebalkan. ini hal yang membuatku malas bertemu mereka selalu seperti ini.. .dan Aku hanya bisa membalas mereka dengan tersenyum kecut
" Selamat datang kakak sepupuku Alleya " Aku berusaha menyambut mereka dengan ramah
" Lihatlah kami membawa majalah fashion terbaru. ini dibawa oleh papaku dari kota" kata Luci.. pamer
" Ayo kita lihat bersama-sama dengan adik sepupu Alleya ini . supaya lebih fashionista"
kata Barbara genit .dan kemudian tak sampai 10 detik kemudian mereka sudah menyeretku ke ruang tivi
Cekikikan dan cekikikan lagi .. Aku benar-benar bosan bergaul dengan mereka aku lebih memilih belajar naik kuda atau belajar menanam bunga di rumah kaca . tapi, hanya mereka satu-satu nya orang yang bisa ku temui dan diijinkan bergaul denganku... kakek sangat over protektif .. kata kakek aku mirip mommy makanya dia sangat menyayangiku tak ingin aku terluka tapi aku merasa aku di penjara
cake pesananku datang . bibi Anna dan Calista, anak perempuan bibi Anna yang mengantarkan camilan kami
" Wuah roti apa ini bibi Ann? coklat " kata Alexa antusias . diantara kami, tubuhnya lah yang paling besar
" Ini choco lava pesanan nona Freya untuk Nona Alleya dan teman temannya " kata bibi Anna ramah
__ADS_1
" Apa itu choco lava? " tanya Luci
" Silahkan dicoba nona Luci " kata bibi anna dengan sabar
Aku tersenyum bangga . mungkin rok kalian dan make up kalian bagus tapi kalau soal cake aku jagonya .. Aku sering ber eksperimen tentang masakan .. karena hanya hal itu yang diijinkan oleh kakek .. walaupun dengan takut - takut Calista yang selalu membantuku .
Aku sudah menyerah mengajaknya berteman . tiap kali aku berusaha ramah padanya dia menjatuhkan semua hal yang di bawanya .. itu karena trauma masa kecilnya bersamaku ..waktu kecil kami sering bermain bersama . dia melakukan semua hal yang kusuruh dengan patuh sampai suatu hari ketika Aku membawanya ke kamar karena ingin menunjukkan semua bonekaku dan bermain bersama sebagai seorang anak kecil yang lugu tapi keadaannya yang tidak tepat. Kakek pulang dari inspeksinya ke kebun teh .. beliau mendengar suara berisik di kamarku .waktu itu Aku sedang bermain princess dengan Calista .. Aku memakaikannya gaun pesta terbaikku dan sedang menguncir rambutnya . kami berdandan dengan lipstik dan bedak mom yang kuambil dari kamar beliau
ketika kakek tiba tiba masuk ke dalam kamarku dengan gusar .
"Freyaaaa ... " suara kakek menggelegar saat itu.
"Kakek .. lihat kami sedang main princess, Calista cantik kan? aku yang mendandaninya" dengan wajah polosku aku menarik kakek ke dalam kamar
"Annaaaa .. " kakek berteriak lagi , mengabaikanku yang kini memandangnya dengan tatapan ragu dan mulai ketakutan
tak lama bibi Anna datang tergopoh-gopoh. Wajahnya pucat pasi
" iya tuan Brawijaya ..." katanya dengan badan membungkuk dalam dalam
" Bawa anakmu pergi dari kamar Freya dan jangan berani injakkan kaki di dalam rumahku lagi kecuali urusan rumah " Aku masih mengingatnya dengan jelas wajah bibi Anna yang pucat dan Calista yang menangis ketakutan
" kakek .. boleh ya Calista main sm Freya .. freya senang main princess" kataku dengan air mata yang mulai menetes
" Freyaaa .. tetap di kamar sampai kakek ijinkan kamu untuk keluar " dan kakek pergi. pintu dibanting di depan wajahku. kemudian yang bisa dilakukan anak 7tahun adalah menangis , bersedih selama satu minggu . kakek kemudian menghujani ku dengan banyak mainan yang dipesan di kota .. tapi, aku tak membutuhkan itu ...Aku hanya ingin seorang teman manusia yang bisa kuajak bermain bersama.
Aku kembali ke dunia nyata ... melihat para bidadari yang panik karena ulahku sedang kesal dengan cake yang ku pesan
" Aku baru dari dokter gigi dua minggu yang lalu . aku bisa dimarahi papa " kata Barbara dan yang lain melihat dengan kesal ke arahku . .aku nyengir lagi puas .
" haiii ladieeessss .. " itu suara Nathan sahabat kakakku
kami semua menoleh ke sumber suara dan aku melihat para gadis tersenyum berusaha menyembunyikan caramel coklat di gigi mereka .
" Freya .. " Max yang dingin menyapaku
" Hai Max" kataku datar juga . Max selalu menatapku tajam dan dingin . bagaimanapun dia sahabat Arthur dan aku menghormatinya
" hei lihat Arthur .. para gadis datang" kata Julius
" Freya .. ini kakak bawakan beberapa oleh-oleh"
Aku tersenyum riang dan berjalan ke arah Arthur dengan semangat menerima tas bawaannya
" Apa yang kakak bawa ?" tanyaku
__ADS_1
" Baju kotor " kata Arthur cuek
Aku melempar tas yang ku terima membuangnya ke lantai dan Arthur tertawa keras
" udah besar kok ngarepin oleh-oleh terus" kata Arthur dengan tawa mengejeknya dan aku membalas tatapannya sengit. Arthur sama sekali tak berubah ... dia bukan kakak yang hangat dia selalu menggodaku untuk kepuasan batinnya . aku dan kakakku terpaut 6tahun .. dia sedang kuliah semester akhir sekarang
" Makin cantik ya Freya .. " kata Nathan yang sudah berdiri di sebelah kami
" Masi bocah ini Nath. masi minta oleh-oleh"
Aku cemberut dan melirik tajam ke arah mereka yang berlalu begitu saja dari hadapanku
cowok-cowok itu langsung berbaur dengan para gadis. aku memilih keluar duduk di teras rumah sambil memandangi bunga- bunga yang cantik ... aku malas cekikikan palsu dengan para bidadari , gerimis sudah lewat . masih mendung tapi matahari bersinar terang .
" ahhh lelah sekali ..." Aku menoleh cepat mengernyitkan dahi sedikit karena silau
" max .. "
Dia berdiri di belakangku dan aku mengacuhkannya .. waktu berlalu dan Max diam di belakangku aku tak tahu apa yang dilakukannya .. tapi, membayangkan tatapan tajam Max membuatku merinding aku bangun dari dudukku ,berbalik kearahnya
" Max apa yang kau lakukan? "
" tak ada ..." jawabnya datar
"lalu? "
" aku hanya berusaha menikmati pemandangan disini " katanya lagi
Aku memandangnya tak percaya cukup lama menunggu dia menjelaskan lewat tatapanku
"aku hanya lelah menyetir " katanya lagi acuh .aku menyerah
" Kalau begitu Max aku masuk dulu"
" Hmmm " jawab Max cuek
Aku berjalan melewatinya . tp Max menghalangi jalanku dengan lengannya menyodorkan sesuatu yang tergantung di tangannya
" ini oleh-oleh"
Gantungan berbentuk bintang
" ini untukku ? " tanyaku .. memandangnya sejenak tak percaya
Max tak menjawab kata-kataku .. menggoyang-goyangkan gantungannya agar aku segera mengambilnya
__ADS_1
Aku masih menatap Max dan yang di lakukan pria itu tak membalas tatapanku hanya memandang ke arah kebun bunga di depannya
" Terimakasih Max .. " aku mengambilnya dan Max berlalu tanpa menjawab. Aku sibuk meneliti gantungan cantik itu yang bersinar terpantul sinar matahari , kegirangan .