
Max mengantarku masuk ke dalam kamarku tanpa banyak bertanya . dia berkali kali melirik wajahku yang memandang kosong kedepan ..
" Freya ,, apa kau baik baik saja ? apa yang terjadi .. " katanya akhirnya bertanya padaku setelah aku duduk di atas ranjangku ..
Aku mendongak mendengar suara Max .
" Iya Max .. ada apa? " tamyaku memandang wajahnya tanpa ekspresi , max menghela nafas berat di hadapanku .. tak berapa lama bibi pelayan datang membawakan coklat hangat yang kusuka. Max mengulurkannya padaku .. mengambil tanganku untuk meraih kuping cangkir yang terasa hangat di tanganku aku memandang keluar dan melihat langit yang beranjak gelap dari jendela kamarku
" istirahatlah , Freya .. " kata Max " aku akan meninggalkanmu , panggil aku jika butuh sesuatu ,, aku ada di dalam kamarku " katanya melangkahkan kakinya dengan ragu , memandangku lagi sebelum benar benar berpaling dan pergi
" Max .. " panggilku tepat sebelum dia menyentuh gagang pintu kamarku untuk membukanya dan pergi
__ADS_1
" Ya, Freya .. " Max berbalik dan melintasi separuh ruangan kamarku dengan tergesa gesa " Ada apa ,, "
" Thomas .. jangan lakukan apapun padanya .. dia tak melakukan apa apa "
" Freya .. harusnya kau memikirkan dirimu sendiri .. kenapa kau memikirkan anak nakal itu?" kata Max dengan suara kesalnya
" Berjanjilah padaku .. aku sudah berjanji satu hal padanya "
Max memandangku dengan tatapan tak percaya nya dan aku membalasnya dengan tatapan penuh harapku.
'' Terimakasih Max .. " kataku tertunduk memandang gelas ditanganku .
__ADS_1
" okay Freya .. istritahatlah jika tak ada lagi yang akan kau katakan padaku "
Aku mengangguk , dan Max pun berlalu .. lama aku hanya memandang keluar jendela kamar ingatan masa kecilku yang terlupakan kembali terlihat . dan aku berusaha mencerna semuanya dengan pikiran dewasaku . berusaha mengingat dan memahami apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu .
" Max yang memegang pisau dan jas depannya yang berlumuran darah .. serta tante Amelia yang tergantung ,, aku menghubungkan semua hal tentang Max yang kabur dari pesta tentang aku yang mengikutinya tanpa sepengetahuannya .. dan tentang aku yang memergokinya seperti itu ..
Aku memejamkan mataku .. Max .. dia bukan seperti aku yang histeris saat berumur 10 tahun yang ketakutan saat melihat kejadian itu . dan karena aku adalah seorang koas jadi aku sudah terbiasa dengan darah sekarang .. aku melihatnya dengan jelas di dalam ingatanku .. Max .. dia memotong talinya yang menggantung leher tante Amelia .. tangannya .. aku melihat dengan samar ingatanku yang sepertinya terlupakan .. Tante Amelia menyayat pergelangan tangannya sebelum menggantung dirinya .. jadi pisau itu adalah pisau yang di bawa tante Amelia sendiri .. Max dia hanya membantu tante Amelia berusaha menyelamatkan nyawanya ..dan aku saat itu hanya gadis kecil yang menjadi sangat ketakutan untuk pertama kalinya melihat sesuatu yang sangat mengerikan . setelahnya aku yang terus terusan histeris saat melihat Max , tak melihatnya lagi dalam beberapa waktu yang lama . aku jadi ketakutan dalam banyak hal ,, seperti gelap , pisau dapur, benda tajam aku bisa berteriak histeris dan mengamuk .. itu berlangsung selama satu tahun . dan akhirnya kakek membawaku ke kota menjalani terapi beberapa lama .. dan , selanjutnya aku menjalani hidupku seperti sekarang
Aku mengingatnya dengan jelas saat aku kembali lagi kerumah ini dengan ingatan ku yang sudah di SKIP Aku terus menanyakan dimana Max.. dan setelah melihatnya aku girang bukan kepalang .. aku juga tak mengerti sejak kapan hatiku berubah haluan ke Nathan ,, mungkin karena Max yang memang terlalu pendiam jadi aku merasa bosan .. tapi setelah dipikir pikir sekarang .. dia adalah orang yang selalu ada untukku . bagaimanapun keadaanku . aku ingin menangis , tapi, mata ini .. seperti tak mau menuruti keinginanku .. aku menghela nafas dengan berat . . meneguk isi gelas sampai habis tak bersisa . saat aku meletakkan gelas .. aku teringat bungkusan itu .. bungkusan yang kuambil dari laci kamar tamu .
Aku mengingatnya dan mencarinya dengan tak sabar . menemukannya di laci sebelah tempat tidurku .. aku membuka isinya dengan tak sabar .. itu .. gelang berbentuk bintang .. sayangnya sudah pecah .. ini pecah saat aku melewati celah dirumah berhantu itu saat aku lari dengan ketakutan saat melihat Max . ini gelang peninggalan Mom . aku memeluknya dalam tanganku .. air mataku akhirnya menetes ,. aku rindu Mom .. dan terharu mengingat gelang yang di berikan Max ,, sangat mirip dengan bintang bintang di gelang warisan Mom ini ,, aku menangisi kebodohanku
__ADS_1