Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
episode 16


__ADS_3

Max Diandra Tjandrawijaya


Freya keluar dari ruangan Arthur . dia menyuruhku untuk tetap tinggal dan menunggunya disini . setelah dia pergi aku memandangi ruangan ini . ruang kerja kakek . aku ingat dengan jelas pertama kali masuk ke rumah ini . kakek Brawijaya adalah salah satu orang yang membantuku melarikan diri waktu itu dari papa . kenangan yang tak ingin kuingat . seandainya aku bisa seperti Freya , keluarganya mendukungnya untuk menjalani terapi tentang kejadian yang membuatnya syok . menghilangkan sedikit memori itu . tapi itu juga membuat Freya tak mengingat apa yang sudah kita lalui bersama . tak masalah bagiku daripada harus melihatnya menderita lagi .


Aku meninggalkan ruang baca kakek . berjalan di lorong . aku harus menemui kakek , Arthur tak mungkin menikah dengan keluarga Liem. mereka terkenal dengan sifatnya yang arogan di dalam dunia bisnis dan calon pengantin Arthur juga bukan cewek baik baik . ditambah mereka bukan keturunan bangsawan . hanya saudagar kaya


Freya memanggilku dengan suara nyaringnya .membuatku menghentikan langkah . aku berbalik , melihatnya tergopoh gopoh datang membawa berbagai macam obat obatan di dalam dekapan tangannya . wajah cantiknya menunjukkan rasa kuatir . aku harus menguatkan hati ku agar tak goyah . karena aku tahu hatinya sudah tak lagi menjadi milikku . itu hanya cerita masa kecil .


" Max berhenti " suaranya terdengar tegas dan nyaring. " udah aku bilang tunggu aku . aku tau aku hanya bayangan tak terlihat dirumah ini tapi setidaknya hargai niat baikku" kata Freya dengan kening berkerut . ada rasa geli di dalam dadaku melihatnya yang serius memandangku, aku menghela nafas . ingin rasanya aku menjangkaunya , mendekapnya tapi tak bisa. aku mendekatinya


" M .. M.. Max apa yang kau lakukan ? " tanya nya tergagap . aku hanya ingin memandangnya sepersekian detik . dia benar benar berubah menjadi gadis yang menawan

__ADS_1


" simpan saja .. aku ga butuh semua peralatan itu " . kataku menjauh dan aku meninggalkannya di lorong


" Max.. tunggu. " dia memanggilku kembali menuruni tangga dengan cepat . aku tak ingin berbalik. aku menunggunya


" sudah kubilang freya aku tak butuh diobati " kataku sedikit kesal karena terus di buntuti. tapi mata bulat yang indah itu memandangku dan hanya meminta maaf . tanganku reflek bergerak menyentuh pipinya . ingin sekali mencium bibir yang menggemaskan itu . tapi, aku hanya menepuk kepalanya pelan . menunjukkan kalau aku menyayanginya dengan caraku


aku melaju di jalan sore . matahari sebentar lagi terbenam . aku tak perduli hari ini aku harus bertemu kakek.


aku sampai saat kabut tebal sudah turun . pandangan mataku terbatas . kakek menyambut ku dengan wajah garangnya . sepertinya beliau juga sudah membaca koran pagi itu


" aku tahu tentang Tuan Joseph dan tentang perkebunan yang akan diambil alih oleh para pemegang saham yang sudah kakek hutangi . . bagaimana kalau kita melakukan sebuah perjanjian yang saling menguntungkan berbagai pihak '' kataku seraya menatap kakek dengan tajam

__ADS_1


" apa yang kau tawarkan? " kata kakek tenang tapi pandangan matanya tajam ke arahku


" kakek lihat berita di koran itu ? aku mencintai Freya begitupun dengannya . aku ingin bertungan dengannya "


" apa maksudmu ? bagaimana dengan tunanganmu?


" kakek tau aku banyak menghabiskan waktu bersama di rumah kakek daripada di rumahku . lagipula dengan aku bertunangan dengan Freya aku bisa balas dendam pada ayahku sekaligus memutus pertunangan yang dia rencanakan untuk kepentingan pribadinya . " kataku mantap " setelah itu resmi dengan Freya aku akan menggelontorkan uangku untuk kalian " . aku melipat kedua tanganku dan menopang daguku dengan tanganku


kakek lama terdiam . aku menunggunya dengan sabar walaupun hatiku merasa cemas .


" baiklah aku setuju . aku merestui kalian dengan syarat biarkan Freya yang memilih . aku tak ingin ada kejadian yang terulang seperti Yeni "

__ADS_1


" jika aku berhasil meyakinkan Freya , maka batalkan juga pernikahan Arthur .kakek tau keluarga Liem bukan keluarga terhormat "


kakek menyetujui usulku dan aku bisa bernafas dengan lega


__ADS_2