
Aku membuka mataku .. lagi lagi aku tertidur di pinggir ranjang kakek , aku mengucek mataku yang terasa gatal karena masih mengantuk. aku mengalihkan pandanganku melihat kearah kakek yang tertidur beliau tampak tenang dan nafasnya teratur,, aku terduduk dan memfokuskan diriku pada monitor jantung ,, semuanya normal , aku bisa bernafas dengan lega sekarang , seminggu lalu kakek anfal dan itu membuatku syok . aku tak bisa beranjak sedetikpun dari sisinya . Arthur datang sesekali .. pabrik sedang mengalami krisis .. ada kendala di eksport yang tak dapat ku cerna masalahnya ,dan ku lihat Arthur luar biasa suram dengan tekanan dari direksi yang membuatnya menderita .. Max datang sesekali, dia sangat sibuk dengan pekerjaannya yang mendekati akhir tahun dan mengurus ibu yang membuatnya harus bolak balik ke villa dan ke rumah. Julius datang sesekali mengantarkan saarapan untukku sebelum berangkat ke kantor .. aku meyakinkan dirinya bahwa aku bisa mengurus diriku , karena ku tahu jarak ke kantor dan kerumah sakit berlawanan dengan rumahnya ditambah kemacetan lalu lintas setiap paginya .. Julius meyakinkanku bahwa dia adalah karyawan eksekutif nya Max jadi dia bisa bebas datang jam berapapun .. tapi bukan dia yang ku khawatirkan .. Julius adalah orang penting pengganti Max di kantor .. semua urusan yang berkaitan dengan perusaahaan di urus oleh Julius , pekerjaan nya sangat berat dan memaksanya untuk disiplin dengan waktu , aku tak mau membebaninya dengan membuang waktu mengurusiku .. yang membuatnya megacaukan jadwalnya dan membuat sulit Max juga pada akhirnya .
__ADS_1
Max ...Beberapa hari yang lalu aku bertengkar dengannya .. dia memaksa untuk membayar seseorang untuk membantuku mejaga kakek tapi aku menolaknya .. aku tahu dia sangat menghawatirkanku yang menjadikan rumah sakit sebagai rumah kedua . aku bahkan lebih jarang pulang .. tapi, aku tak bisa mempercayakan siapapun untuk menjaga kakek .Sani , dia berkali kali memintaku untuk mengijinkannya menggantikanku di rumah sakit . tapi, siapa yang akan mengurus Max dirumah .. Sani meyakinkanku bahwa ada belasan pelayan di rumah Max , tapi, tak ada yang benar benar ku percaya selain Sani .Aku menghela nafas berat , mengecek alroji yang melingkar di tanganku , pukul 11 malam .. perutku terasa sangat lapar . aku beranjak dari kursi ,, merenggangkan tubuhku dan memandang sekeliling memastikan semuanya ok sebelum ku tinggalkan . Bau dari aroma therapy lavendernya memenuhi seluruh ruangan . aku mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur , merapihkan selimut kakek , mengelus pundaknya sebentar sebelum menyambar sweater berwarna abu abu dan meninggalkan ruangan kakek dengan hati hati .
__ADS_1
Aku berhenti di meja perawat sebentar , menemui suster jaga . suster Celine yang lembut dia kebagian tugas malam .. aku menitipkan kakek padanya berpamitan karena aku akan mencari makan sebentar dan mencari udara segar . suster Celine berdiri dan tersenyum padaku berkata agar aku tidak khawatir dan bisa makan dengan nyaman , aku balas tersenyum padanya dan pergi ke pantry . lorong rumah sakit terasa suram .. aku bisa saja membeli dengan jasa order online tapi entah kenapa aku ingin menghirup udara malam . hawa di kamar kakek membuatku sesak .. aku menunggu di depan pintu lift sambil mulai memaikan ponselku , aku enggan memandang berkeliling . tak banyak pasien dan ruangan di ruang VIP . jadi, tak banyak perawat atau bahkan pengantar pasien yang berlalu lalang di tambah waktu sebentar lagi dini hari . tak lama pintu lift terbuka, aku masuk ke dalam .. sepi, sendiri
__ADS_1