
Jaden magang di rumah sakit ini . aku tak bisa begitu saja mengabaikannya .. dia mengenalku dan banyak membantuku juga selama ini . walaupun aku ingin menjauhinya tapi tak ada alasan bagiku untuk bersikap tak pantas dengannya.
aku masuk ke dalam ruangan kakek .di dalam ada seorang perawat yang sedang kondisi kakek ..
" bagimana kabar kakek .. suster ?"
" darah tinggi beliau belum stabil "
" boleh ku lihat rekam medis kakek , suster " aku bertanya reflek tanpa maksud apapun . tapi, sepertinya aku salah bertanya padanya .. suster itu memandangku dengan tatapan aneh sebelum berkata
" maaf rekam medis hanya bisa dilihat dan akan saya laporkan kepada dokter Abraham "
dokter Abraham adalah dokter senior . aku pernah beberapa kali bertemu beliau yang diundang sebagai tamu atau dokter senior ketika latihan operasi semasa aku kuliah . aku sangat bersyukur .. apa yang Max kerjakan memang tak pernah hanya setengah setengah dia benar benar memberikan yang terbaik dari yang dia bisa
__ADS_1
" biarkan dia melihatnya , suster Hanna .. nanti biar saya yang bawa laporan rekam medisnya dan akan sy diskusikan dengan dokter Abraham "
Jaden masuk dan berkata pada suster yang memeriksa kakek barusan
suster Hanna memandang Jaden sejenak dan mengangguk . " kalau begitu .. saya permisi .. sebaiknya anda harus banyak beristirahat , Tuan Brawijaya agar tensi anda stabil . " suster Hanna tersenyum ramah pada kakek .. merapihkan sedikit selimut dan menganggukkan kepala padaku dan Jaden sebelum bergegas keluar kamar
aku membaca laporan medis kakek hari ini .. gula kakek rendah namun tekanan darahnya melonjak naik. selebihnya semua nya lancar .. aku memeriksa beberapa obat yang tercatat di sana . dosis yang di tulis di sana sesuai resep yang di tulis dr. Abraham . aku memandang kakek yang tersenyum lemah padaku ..
" apakah kau tak bertugas , Jade ..,? kau bisa tinggalkan kami .. " kataku datar
" kakek .. Frey bawa cake lemon .. kakek mau? " tanyaku pelan
" nanti saja Frey .. perut kakek terasa tak enak "
__ADS_1
" apakah sakit ? yang mana yang sakit ? " tanyaku sedikit panik
" itu hanya efek obat nya Frey .. tunggulah 30 menit . apakah kau lupa? kau lulusan terbaik Frey " kata Jaden dari belakangku .. berdiri menemaniku tanpa ku minta
" aku menghawatirkan kakek .. aku melupakan segalanya " kataku tanpa mengalihkan pandanganku dari kakek . tanganku masih bergerak memijit lembut tangan kakek yang lebih kurus kurasa dari saat terakhir kali ku bertemu. membuatku sangat sedih
" kakek istirahat aja .. Frey disini temenin kakek .." kataku pelan " kalau kakek banyak istirahat .. itu bisa membuat tensi kakek stabil "
kakek memalingkan wajahnya dan memandangku .. tatapannya kosong . sepertinya obatnya mulai bekerja .. kakek di beri sedikit dosis obat penenang karena isomnia kakek yang parah. sepertinya kakek sakit karena banyak hal yang di fikirkan nya .. tak lama kakek tertidur.. aku meletakkan kepalaku di tepian tempat tidur ..
" dia akan baik baik saja Frey . jangan kuatir "
Jaden memegang pundak ku dengan sebelah tangannya
__ADS_1
" aku tau Jade .. bahkan aku lebih tahu dari siapapun .. dan kau juga tau Jade .. di umur kakek yang sekarang, dengan penyakit seperti ini .. apa yang bisa ku harapkan? disisi lain otakku menolak menerimanya " aku memejamkan mataku .. berusaha dan berharap semua nya akan membaik dalam sekejap ketika ku kembali membuka mataku