
aku duduk di salah satu tenda mini di pinggir kolam . aku membuka tas ku dan mengeluarkan ponsel yang jarang kupakai. warnanya hitam . terlihat seperti keluaran terbaru . aku tak tertarik ingin menggunakannya . aku menyimpannya kembali ke dalam tas kecil yang ku bawa . melihat ke sekeliling . di sini tak terlalu ramai . lebih menyenangkan dari pada di dalam tadi . aku belum melihat kakek . ada rasa rindu tapi ada rasa. tak ingin bertemu kakek . aku menopang kan tangan di dagu . bertanya dalam hati sampai berapa lama kah aku harus menunggu max disini . tapi dia bilang tak lama . aku akan menunggunya dengan lebih sabar ..
aku bersandar pada kursi jemur ini . meletakkan kepalaku pada sandarannya . sungguh terasa nyaman . dari sini aku bisa mendengar pembicaraan pasangan di sebelahku . aku memejamkan mata mendengarkan mereka. menguping mungkin di benarkan karena aku merasa sangat bosan kataku dalam hati .
banyak yang mereka bicarakan . acara makan fashion yang tak ku suka , taman bermain , dan lain lain yang tak ku ketahui . tapi ada salah satu pembicaraan mereka yang membuatku tertarik . mereka membicarakan Max
" kau,. tahu Max .. kenapa orang se kaya dia mau dengan gadis desa dengan siapa itu namanya ,cil?"
" aku juga tak mendengar namanya tadi Mona, aku tak tertarik . kupikir aku bisa memikatnya . tapi aku akan tetap berusaha sepertinya tunangannya itu bukan saingan kita "
mereka cekikikan . aku cemberut , bergumam tak jelas . melirik sedikit dari ujung mataku ke arah mereka .. mereka berdua memakai pakaian sexy , yang satu rambutnya di keriting dan di cat yang satu lagi berambut pendek . yah mereka memang cantik dengan kulit mulus berwarna putih tanpa cela. aku melihat lengan tanganku. . seberapa lama aku berlindung di dalam rumah menghindari terik matahari aku tak akan punya kulit sebagus mereka , aku menghembuskan nafas dan kembali memejamkan mata .
mereka berdua kembali mengobrol masih seputar Max .
__ADS_1
" tapi , apa kamu tahu cecil . ayahnya baru meninggal seminggu yang lalu tapi dia bisa berpesta se meriah ini . benar benar bukannya tuan muda Tjandrawijaya terkenal karena sedingin es .. lalu, bagaimana dengan Cleo.. ?"
" aku memang penasaran mengapa Max diam diam mau bertunangan dengan gadis desa itu disaat dia punya pilihan bidadari seperti cleo, keluarganya juga sangat kaya . aku jadi penasaran siapa yang bisa membuat Max seperti itu . " kata cewek yang satu nya lagi
aku mendengarkan dengan jantung yang berdebar keras . kemudian aku bangkit untuk duduk . siapa yang meninggal , siapa yang ditinggalkan , siapa aku ini .. aku merasa kalut sekarang . aku ingin cepat cepat menemui Max ..
Max sudah tak ada di tempatnya tadi , aku celingukan memandang ke sana kemari . dimana sosok manusia dingin itu . . banyak sekali pertanyaan yang ingin kutanyakan. .
" dimana tuan Tjandrawijaya " tanyaku pada seorang bartender
" di mana itu , antar kan saya ke sana " aku memaksanya , memegang jas di lengan tangannya
bartender itu melihatku dengan kebingungan sebelum mengiyakan dan berkata pada temannya agar menggantikannya .
__ADS_1
aku melepaskan pegangan ku padanya , lalu mengikuti langkahnya menuju ke ruangan di luar lalu ke samping bangunan utama . letaknya memang terpisah dari rumah utama . aku melihat bangunannya dari lantai dua ku pikir ini hanyalah gudang biasa . ternyata tempat penyimpanan aneka minuman .
" saya hanya bisa mengantar sampai di sini, Nona .. " bartender itu berkata dengan sopan padaku .
" ok terimakasih , dari sini saya akan mencari tuan Tjandrawijaya sendiri "
bartender itu berlalu dan aku masuk semakin dalam ,terpana melihat deretan minuman yang tertata rapih . suasananya remang remang tapi terlihat berkelas . aku membelai salah satu botolnya sambil berjalan . aku benar benar terpana .
semakin jauh ke dalam aku mendengar suara orang orang yang sedang berdiskusi .
dengan antusias aku mendekati mereka , mencari Max. aku melihat beberapa pria mengobrol mengerubungi sesuatu . ada 4 sampai 5 orang di sana . tertawa , tawa khas bangsawan . aku melihat Max tapi , ketika aku ingin mendekat , aku melihatnya .. di sebelahnya .. seorang wanita dengan gaun berwarna merah , menempel padanya . aku mematung . apa yang dia lakukan di hari pertunangan ini . aku tahu ini semua palsu .tapi, apakah harus seperti ini .. aku terus terpaku, tubuhku mendadak tak bisa bergerak . sampai semua orang memutuskan untuk menghentikan rapat kecil mereka . dan bergegas keluar . hanya ada satu jalan keluar. aku mulai panik dan mencari celah untuk bersembunyi , aku masuk diantara rak rak botol . menahan nafasku , Max dan wanita itu adalah orang terakhir yang keluar . aku tak berani memandangi mereka , menundukkan kepala diantara ruang sempit ini. aku berjongkok . . tapi , sepertinya seseorang menemukanku
" apa yang kau lakukan disini, Freya ? "
__ADS_1
aku mendongak , menatap dengan jelas mata orang itu .. aku tak dapat berkata kata bahkan hanya untuk membela diri