Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
episode 44


__ADS_3

aku tersadar dari lamunanku .. hatiku kembali merasakan sakit yang sudah lama ku lupakan . aku beranjak pergi dari balik meja kerjaku mengendarai mobil sambil merokok di jalan . langit mulai gelap .. aku menuju rumah Jessica .. tak ada lagi tempat yang bisa ku tuju untuk mengeluarkan semua beban dihati ini


aku memarkirkan mobilku tepat di depan rumahnya . rumahnya tak sebesar rumahku , walaupun ayahnya seorang pejabat pemerintahan tapi beliau tak membangun rumah megah di tanah miliknya ini .. tapi .. itu yang membuatku terus menerus kesini , tak bisa melupakan Jessica yang sederhana .. tak bisa melupakan orangtuanya yang bersahaja . aku merasa berada di rumah .. aku merasa bersama Mom dan Dad disaat bersama mereka , merasakan hangatnya pelukan diantara memori yang hampir memudar


aku mengeluarkan kotak dari dalam saku kantong celanaku , memutar mutar nya dengan bimbang . mengamatinya beberapa saat .. aku memasukkan kotak itu kembali ke dalam kantong celanaku dan berjalan ke arah rumah utama , mengetuk pintunya perlahan .


Jessica keluar , wajah polosnya tersenyum padaku .. manis . mengingatkanku pada Freya adikku yang lugu dan baik hati ..


" James.. ada apa kemari? kamu ga telepon dulu? aku bisa bersiap "


" udah aku bilang jangan panggil aku dengan nama depanku Jess .. "


" aku hanya berlaku sopan .. karena aku tau posisiku "


" udahlah jangan bahas itu .. bisa ngobrol Jess? "


" Maaf .. aku cuma ngerasa selalu rendah diri kalau berada di dekatmu .. "


" hei .. kamu kan masuk kelas VIP waktu itu . jadi jangan pernah ngerasa minder "

__ADS_1


" mau ngobrol di taman sebelah ?.. Mr Brawijaya " kata Jessica menggodaku


kami menuju taman sebelah . di sana ada ayunan yang menjadi tempat favorit Jessica . Jessica anak tunggal .. orang tuanya sangat memanjakan dia waktu tahu kalau aku mendekati Jessica orang tuanya sempat khawatir karena status sosial kami . tapi aku berjuang keras untuk mendapatkan perhatiannya dan orangtuanya dengan kerja keras dan waktu yang tak sebentar


kami duduk di masing masing ayunannya


" apa ada yang terjadi di Pabrik? " tanya nya sambil mengayun ayunan nya perlahan


" yah .. aku sudah ingin menyerah .. ini bukan bidang ku .. kau tahu .. "


" Arthur .. "


" ya .. "


aku tertegun dengan kata kata Jessica . Jessica selalu tampak dewasa . aku mengeluarkan kotak itu lagi dari dalam kantong celana . membuka kotaknya .. dan menyodorkannya pada Jessica


" Jess . . mau kah kamu hidup selamanya sama aku . " kataku sambil menyodorkan kotak hitam itu padanya . tak berani menatap Jessica .. menunggu jawaban nya yang duduk di sampingku


" Arthur .. "

__ADS_1


" ya .. " aku meliriknya sekilas .dan berdehem gugup mendadak tenggorokanku terasa kering karena gugup


" kamu serius ngelamar aku gitu aja .. "


" aku serius Jess .. "


" lihat mata aku kalau kamu serius .. "


aku mendongak menatapnya .. memasukkan tanganku ke dalam saku celana .


" maaf ngga bisa ngelamar kamu dengan romantis . aku .. hanya menunjukkan ke kamu perasaan aku yang sebenarnya Jess .. "


Jessica berdiri dengan cepat masih membawa kotak hitam itu di tangannya


" aku seneng banget Arthur .. aku mau .. aku mau jadi istri kamu " Jessica melompat dan memelukku dengan tiba tiba .. mendorongku yang tak siap karena masih menyimpan tanganku di dalam saku celana . aku balas memeluknya dengan cepat .. menunggunya dengan sabar sampai dia melepaskan pelukannya padaku ..


" mau aku pakaikan? " tanyaku padanya


binar kebahagiaan itu membuatku melupakan semuanya .. melupakan segala rasa sakit .. melupakan semua masalah .. sepertinya aku tak salah melakukan ini, aku membutuhkan Jessica untuk mendampingiku melewati semua ini

__ADS_1


__ADS_2