
Aku masuk ke kantor Arthur diantar oleh seorang security ,, melewati bagian stafnya yang di dominasi perempuan muda , yah,, aku tahu karena kakak fikir cewek lebih penurut dan teliti jika di pekerjakan di bagian Administrasi ,
Ruanganan kakak cukup besar ,, aku mengetuk pintunya terlebih dahulu sebelum masuk , walaupun aku tak menunggu jawaban darinya , aku menyelonong masuk ke dalam diikuti oleh Nathan yang mengekor di belakangku
" Freya ? " .. kak Jessica menyambutku " Ada apa datang kemari? "
" aku ,, tadinya aku ingin menemui kakak ,, ku dengar kakak sudah kembali dari kota tapi tak menemuiku di rumah " kataku merajuk
" Arthur sedang sangat sibuk Freya , maafkan dia " kata Jessica lembut
Aku meletakkan bekal makan siang di meja kerja Arthur dan memandang berkeliling , aku tertarik dengan kertas besar yang terpampang di papan tulis besar di pinggir ruangan
" Ini apa kak Jess ? " tanyaku sembari memegang ujung kertasnya dan mulai mengelus garis panjang yang tergambar di atas kertasnya . Jessica tak langsung menjawab pertanyaanku ,, ragu sejenak , aku memandangnya menunggunya menjelaskan maksud dari pertanyaanku ,, Nathan, dia memilih duduk di sofa tamu di tengah ruangan , bersandar santai dan berkata
" Jelaskan saja Jess ,, Freya bukan Kakek "
Jessica menghela nafas sejenak sebelum berkata padaku " itu gambaran Max, dia menggambar atas permintaan Arthur
__ADS_1
aku beralih memandang Nathan yang memandangku yang masih berdiri di depan papan besar ini .. papan besar seperti papan lukis
" Itu blue Print " kata Nathan menjawab pertanyaanku
" Apa itu " tanyaku dengan tatapan kembali ke arah blue print dan terkesima dengan apa yang kulihat . aku memegang ujung kertasnya
" ayo, kita berjalan jalan keluar sambil ku jelaskan sesuatu "
Aku mengekori Nathan , keluar dari kantor kakak ,. kantor kakak berada di lantai dua ,, tepatnya berada di atas para pekerja yang bekerja 24 jam bergantian shift tanpa henti. jadi, ketika kakak merasa bosan, dari jendela kantornya dia bisa melihat ke bawah, ke para pekerja yang bekerja dengan semangat membara ,
Disini, dulu Arthur pernah bersekolah sebelum akhirnya di tutup oleh kakek , blu print yang tadi kamu lihat di kantor Arthur .. dia berencana mambangun beberapa tempat untuk menunjang para pekerja dan kesejahteraan keluarga mereka , tapi, niat baiknya lagi lagi di tentang keras oleh kakek ,, mereka berdebat .. dan membuat kakek kolaps
Aku memandang berkeliling ,, bangunan ini, bangunan tua yang mulai di renovasi .. aku berjalan semakin ke dalam . melihat para pekerja dengan topi proyeknya dan dengan rompi berwarna hijau ,, mereka tak menyadari keberadaanku dan Nathan . aku terkesima dengan ide kakak .. aku akan mensuportnya apapun yang terjadi
Aku berdiri di bawah pohon kersen yang rindang , dahannya besar dan daunnya lebat ,, aku memandangi mereka dengan kagum
" akan di jadikan apa bangunan ini, Nathan ? "
__ADS_1
" sekolah . Arthur ingin memajukan desa terdekat dari sini , keadaan mereka tidak memungkinkan untuk bersekolah , karena itu jauh dari sini "
" wahhhh ,, aku sama sekali tak menyangka .. " kataku masih tergagum kagum ,, Nathan berjalan dan semakin mendekat kearahku , meraih tanganku dan berkata
" bagaimana kabarmu dengan Max ? "
" Max? baik baik saja ,, "
" kau yakin baik baik saja dengan orang dingin itu? aku mendengarnya dia meninggalkanmu ke Amerika "
" ya , dia mengejar impiannya begitupun denganku " kataku berusaha menutupi apa yang sebenarnya terjadi
Nathan melepaskan tangannya di tanganku
" Datanglah padaku Freya , jika dia menyakitimu " kata Nathan berjalan kembali ke arah mobil " ayo kuantar kau kembali, hari sudah mulai sore "
Aku mengekorinya, berusaha mencerna dengan apa yang dia katakan . dan sepanjang jalan pulang, aku merasa canggung .. keheningan di sepanjang jalan diantara kita berdua
__ADS_1