Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 63


__ADS_3

    matahari sudah bersinar sangat terang dan aku masih bermalas malasan di atas kasur ,. gelisah dan malas untuk bergerak , tadi pagi saat aku membuka mata ku lihat Max yang tertidur di kursi malas dengan posisi yang sangat tak nyaman baginya .. buku yang sedang dia baca tertutup dengan tidak rapih dipangkuannya .. diujung tangannya yang terkulai . aku memperhatikannya dengan seksama ... memanjakan mataku setelah sekian lama aku tak bertemu dengannya .. tak banyak yang vberubah dari dirinya .. rambut rambut kasar mulai tumbuh di janggutnya yang datar , diatas rahangnya yang kuat .. rambutnya berwarna coklat yang kuingat dengan baik .. sedikit gindrong kurasa dari terakhir kali Juliusa mengirimi gambarnya padaku, Bulu matanya panjang dan berwarna sama dengan rambutnya ,, kulitnya lebih putih dari empat tahun yang lalu . tapi saat aku sedang memanjakan mataku melihatnya, Max bergerak perlahan ,, reflek aku memejamkan mataku pura pura tertidur ,, aku tak ingin ketahuan sedang mencuri start dengan memandanginya saat sedang tidur ,


    jantungku berdebar debar .. apa yang terjadi ,, aku menunggu dalam diam dan berusaha menenangkan hatiku agar terlihat se natural mungkin .


    Max berjalan ke arahku ,. aku sedikit kaget saat Max menempelkan tangannya ke dahiku dan bergumam " Udah ga panas , " katanya dan kemudian hening ,, aku memasang telingaku baik baik , di mana dia .. kurasa waktu sudah berlalu sangat lama dan aku sudah tak mendengar suara apapun , berusaha mengingat apa tadi aku sudah mendengar suara pintu kamarku yang terbuka dan tertutup lagi yang menandakan max sudah benar benar pergi ,, aku panik dan sama sekali tak mengingat apapun sampai aku memutuskan untuk mengakhiri sandiwara ..


    Aku membuka mataku ,, Max menjulang di hadapanku ,, menyilangkan tangannya di dada . dia mengecek arlojinya ,,


    " sepuluh menit lebih  dua puluh dua detik ,,, sejak kapan kau sudah bangun, Freya "

__ADS_1


    " baru aja ,, " kataku memasang wajah datar hatiku seperti jatuh dari ketinggian lantai 15 apartemen , aku ketahuan dengan sangat mudah


    " kalau kau sudah merasa baikan. turunlah untuk sarapan " katanya berbalik dan bergegas menuju pintu keluar kamar


    aku memajukan mulutku .. cemberut ,, susah sekali orang itu , sekali sekali bersikap manis padaku apa salahnya sih. aku kan tunangannya ,, kataku mengomel .. tapi, ada satu hal yang tiba tiba menusuk hatiku .. kata kata Max saat akan pergi ke Amerika " kamu ga harus nunggu aku, aku tahu tentang ini semua .. kita hanya status yang mengijkat  ..... "


    tapi, ngomong ngomong bagaimana keadaan ibu Max , ahh ,,, dan bagaimana keadaan kakek ,, aku terbnagun dengan cepat dan bergegas pergi ke kamar mandi , secepat kilat bersiap untuk turun ke lantai satu ,, memoleskan sedikit make up natural diatas kulitku yang ke coklatan . aku bukan lagi gadis desa polos yang kaget dan ketakutan berada di kota besar seperti itu , dan astaga ,,, aku teringat hal yang sangat mengerikan ,, aku, bagaimana bisa aku bersantai di rumah sedangkan aku membolos kuliahku ,, matilah aku , dengan panik aku mencari cari dimana jaket Max ,, disana ada ponselku . aku tak menemukannya , aku akan mencari bibi Ann


 

__ADS_1


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2