Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 112


__ADS_3

        Aku perlu mengambil beberapa peralatanku di rumah Max .. aku ingin menghindarinya .. walaupun merindukannya .. tapi aku perlu menenangkan hatiku dan memutuskan bagaimana aku akan memilih . untuk saat ini aku perlu mengosongkan hatiku


            Rumah Max masih sama kosong dan dingin sama seperti sebelumnya . Beberapa pelayan membungkukkan badannya padaku ketika berpapasan dan aku membalasnya dengan senyumanku .. bergegas ke lantai dua dan menuju kamarku di lorong paling ujung .. mengemasi barangku dengan cepat ..kemudian aku teringat hartaku satu satunya , gelang berbentuk bintang pemberian Max yang bahkan mirip dengan gelang yang di berikan Mom untukku .. aku mencarinya .. membuka laci meja riasku dan menemukannya .. kotak berwarna


hijau dengan cover beludru yang lembut menyentuh kulit ku. Aku membuka kotaknya dan merasakan batuan yang berkilau itu dengan jariku . berdiri beberapa saat di sana dan kemudian tersadar dan meneruskan kembali mengemasi barangku yang lainnya . tak ada selembar pakaianpun yang Aku bawa karena mungkin aku bisa


membeli beberapa lembar pakaian yang tak harus mahal namun membuatku nyaman ketika ku pakai. Aku menenteng tas jinjingku yang lumayang berat . aku tak mungkin menggunakan koper karena aku tak mau membuat keributan dengan memanggil para pelayan datang untuk membantuku mengangkat koper yang ku bawa . aku


menutup pintu kamarku dengan perlahan .. kemudian memandang sekilas ke arah kamar Max yang berwarna abu abu ..berdiri disana beberapa saat .. menempel pada pintu kamarku yang terasa dingin pada punggungku, Aku meletakkan tas jinjing yang ku bawa di sebelah pintu kamarku yang berwarna pink .. di sebelah tempatku


berdiri saat ini . Dengan perlahan aku berjalan ke arah kamarnya .. sepi . aku berharap dapat bertemu dengan nya sebelum aku pergi namun.. jika aku bertemu dengannya saat ini .. apa yang harus aku lakukan ,. Apa yang harus aku katakan?, namun  disisi lain aku juga berharap dia tak ada di dalam kamarnya karena aku belum sanggup untuk menghadapinya dengan segala kebimbangan di dalam hatiku .


            Lama Aku berdiam diri di depan pintu kamarnya . menempelkan tubuhku pada pintu kamarnya .. seraya memegang kenopnya dengan erat , tak ada suara yang terdengar dari dalam sana .. membuatku penasaran , ingin mengintip ke dalam nya .. hari sudah gelap sekarang kurasa Max masih berada di kantornya atau dia belum kembali kerumah . Aku hanya ingin melihatnya untuk terakhir agar dapat menyimpannya di dalam ingatanku


            Aku membuka pintunya perlahan .. mengintip sedikit dan … hening .. aku masuk lebih dalam ke sana .. membelai beberapa miniatur mobil mobilan disana . kamarnya sangat rapih dan di dominasi dengan warna silver dan biru gelap . terlihat sangat dewasa di bandingkan kamarku yang semuanya berwarna pink seperti kamar anak berumur empat tahun.


            Aku berjalan perlahan di dalam kamar Max yang sama luasnya dengan kamarku . duduk di atas ranjangnya yang rapih . memandang sekeliling ruangan yang tak tercela tanpa debu .. menatap ujung sepatuku yang berada di atas karpet yang menutupi seluruh ruangan berwarna abu abu cerah .. memainkan kakiku .. menarik nafas berat sebelum memutuskan untuk pergi dari sana . ku rasa aku sudah cukup menyimpannya dalam hatiku .. aku mengangkat kepalaku dan tersenyum sampai seseorang mengagetkanku


            “ Freya … “


            Aku menoleh … aku tertangkap basah oleh pemilik kamar yang baru keluar dari kamar mandi . Aku berdiri dengan cepat dan berbalik


            “ Maaf aku ,.. engg aku .. aku .. “

__ADS_1


            Wajahku mendadak memerah dengan cepat hingga terasa panas dan tanganku mulai berkeringat karena gugup . Max berjalan mendekatiku dengan cepat . aku tak ingin dianggap cewek cabul yang menggodanya dengan datang ke kamarnya disaat kemarin aku mengatakan pada semua ornag kalau aku akan pergi sementara waktu untuk menenangkan hatiku . dan sekarang disini, aku tertangkap basah . Aku berjalan cepat ke arah pintu ..


berusaha kabur .. tapi, ruangan kamar Max yang besar menyulitkanku karena tak dapat mencapai pintu dengan cepat dan berlalu dari sana


            Max menghadangku dengan cepat . mendorongku dan membuatku terjatuh di ranjangnya


            “ Bukankah kau ingin menggodaku dengan datang ke kamarku, Frey .. jadi .. kau tak perlu bersusah payah


memutuskan mana dari kami yang akan kau pilih untuk menjadi pengantin pria mu “


            Aku tak berani menatapnya .. berusaha bangkit namun dengan cepat dia berada di atasku dengan kancing baju nya yang belum terkancing dengan penuh


            “ Ap .. apa yang kau lakukan Max .. “


            “ Bukankah begini cara orang dewasa berfikir Frey .. “


tergagap . otakku pusing mencari alasan dan kosong ketika melihat Max yang sempurna berada dalam jarak terdekat dariku


            Max kemudian bangkit dan menjauhiku .. tertawa sinis dan duduk membelakangiku


            “ Apa yang akan kau katakana Frey .. sampai melanggar intergritas dirimu yang selama ini kau bangun .. tembok keras di depan dirimu “ kata Max sinis “ apakah kau akan mengucapkan selamat tinggal padaku dan menertawakan kekalahanku karena akhirnya cinta pertamamu membalasnya ..dan kau akan hidup bahagia dengannya ..? silahkan keluar dari kamarku sekarang kalau hanya itu yang ingin kau sampaikan kepadaku . dan aku ucapkan selamat kepadamu .. aku akan menyuruh pelayan membeli karangan bunga yang besar dan akan ku kirimkan padamu “ katanya dingin , berdiri dan menungguku bangkit dan keluar dari kamarnya sambil mengancingkan kancing kemeja yang tersisa dan kancing di pergelangan tangannya


            Aku memandangnya dengan tatapan tak percaya . Aku tahu Max tak mungkin melakukan sesuatu yang bertentangan dengan adat kebangsawanannya yang dia pegang teguh . namun .. aku merasa sangat sakit hati

__ADS_1


dengan kata kata sinisnya yang menembus ke dalam hatiku


            “ Bagaimana kau yakin aku memilih Nathan dari pada dirimu Max . kalau itu yang kau inginkan .. baiklah .. aku akan pergi , setidaknya mungkin aku akan dicintai dan akan bahagia dengan cinta Nathan? “ kataku bangkit dan melewatinya , “ kau ******** pengecut , Max .. “ kataku dengan air mata yang mengalir di pipiku .. seraya membuka pintu kamar namun di halangi Max dengan cepat . dia mendorongnya dengan tangannya .. berdiri di belakangku . aku , mengabaikannya berdiri mematung di tempatku .. mulai terisak


            “ Bukan kah kau sangat mencintai Nathan? “ katanya memaksaku berbalik dan menatapnya


            “ Apakah kau benar benar tak menyadarinya Max ? apakah aku harus merendahkan harga diriku lagi di hadapanmu? “ kataku dengan mata berkaca kaca dan air mata yang tumpah “ aku mencintaimu Max . .. menunggumu sekian tahun di rumah yang terasa dingin dan menyedihkan . aku bisa saja pergi darimu .. tapi aku tetap disini .. tetap disini menunggumu .. membuat harga diriku hancur karena menunggu seseorang yang bahkan tak mengingatku …  “ aku merosot dari tempatku dan terduduk mengatakannya dengan terisak


            Kata kata itu keluar begitu saja dari mulutku aku membencinya karena harus mengatakannya .. membuatku terlihat rapuh dan lemah . namun aku sudah lelah menanti .. jika ini harus berakhir setidaknya aku tahu dan mendengarnya langsung dari mulutnya …


            Aku memandang tangannya yang terkepal hingga buku buku jarinya memutih . dia berdiri mematung di hadapanku selama beberapa saat


            “ Maaf Max .. aku tahu mungkin kau tak benar benar melamarku , hanya karena kondisi kakek … kau ingin membuat kakek gembira . dan kau benar .. aku tak ingin mengikatmu dengan permainan konyol ini . aku akan datang dan mengatakan pada Nathan agar menerimaku .. selamat tinggal Max “ aku menangis dan kemudian menghapus air mataku dengan cepat .. berusaha bangkit bersamaan dengan Max yang berjongkok dengan sebelah


kakinya di lantai .. di depanku .. memandangku dengan tatapan yang tak dapat ku artikan


            “ Maafkan aku Freya .. aku merasa berdosa setiap harinya karena memperlakukanku dengan buruk selama ini .. aku selalu di bayang bayangi ketika suatu saat ingatanmu kembali dan memandangku sebagai monster menjijikkan dengan tangan berlumuran darah seperti beberapa waktu lalu kau memanggilku dengan berteriak . kau benar … aku si pengecut brengsek .. selama ini aku hanya ingin memperlakukanmu dengan baik .. membuatmu


senyaman mungkin ketika kau harus hidup bersamaku .. ingin memulai lagi semuanya dari awal .. aku hanya ingin … kau bahagia Frey .. walaupun jika itu bukan bersamaku  “ katanya dengan tertunduk memandang lantai


             Aku merangkak mendekatinya dan berkata “ aku mencintaimu tanpa syarat Max .. melupakan semua masa lalu yang menyakitkan .. berusaha memandang semua nya dari otakku yang sudah dewasa .. aku bukan anak kecil lagi Max .. lihatlah aku sebagai wanita dewasa sekarang ..“ kataku sedih dan putus asa


            Max meraihku dan menciumku dengan lembut .. melepaskannya dan membuka kepalan tangannya … aku bersimpuh di hadapannya .. melihat kea rah tangannya , sebuah cincin dengan mata berbentuk bintang berkilauan didepanku .. berwarna hijau yang terbuat dari batu berharga

__ADS_1


            “ Cincin ini selalu membakar tanganku setiap hari ..di dalam saku celana yang aku pakai.. menggenggamnya dengan erat saat aku merindukanmu..  aku ingin memakaikannya dari ketika aku kembali dari Amerika .. ingin mengikatkan janji pertunangan yang sudah kau hapus ketika aku pergi beberapa saat yang lalu kau selalu di hatiku Freya …


            Max menciumku lagi .. lagi dan lagi .. yang tersisa kemudian hanyalah air mata yang mengalir karena aku yang ~~~~terlalu bahagia .


__ADS_2