Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 140


__ADS_3

                Sebagian orang di klinik dr Valencia sudah tertangani dan sudah pergi mengantri obat di bagian farmasi . Aku bangkit dari dudukku dan merenggangkan ototku . Aku berjalan ke arah jendela menatap langit yang berwarna biru dan matahari yang bersinar terik .. memandang indahnya langit siang ini ,.. ketukan di pintu


terdengar .. itu Sani dengan suara nya yang khas ,, bersiap untuk makan siang saat tak sengaja ku lihat di bawah sana , aku melihat Max yang sedang dikelilingi beberapa anak kecil .. Apa yang sedang dia lakukan ?


                “ Nona .. waktunya makan siang . “


                “ Tunggu Sani .. “ kataku dan aku berlari keluar menuju lantai satu dan berlari kea rah Max yang duduk di bangku taman belakang di kelilingi anak anak kecilyang berdiri di depannya


                Langkahku berhenti dan aku berdiri disana memandangi mereka . Max duduk berbincang , aku


tak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan . Sampai ada anak kecil yang baru datang berumur dua tahunan di gandeng oleh kakaknya yang berumur sekitar tujuh tahunan . mendekati kerumunan .. anak kecil yang di gandengnya adalah anak paling kecil disana .. Kakaknya berusaha membelah kerumunan untuk adiknya ,.


Aku terdiam disana bersandar pada dinding dan memasukkan kedua tanganku dalam saku jas .. aku semakin terpana saat anak kecil yang baru datang itu mendekatiMax dan Max menggendongnya meletakkannya di pangkuannya . Aku terpana betapa banyak hal yang tak ku ketahui tentang Max .. dia .. si garang dan yang terkenal dengan ekspresi batu nya , namun yang ku lihat di hadapanku .. sangat berbeda .. dia memasang ekspresi lembut .. malah terlihat seperti ekspresi kesedihan .. dia tertawa tulus ,, memamerkan lesung pipinya yang terlihatsempurna


                “ Freya.. kau belum makan siang? Bagaimana kalau kita makan siang bersama  .. Ayo “ Nathan menarik tanganku dan aku dengan terpaksa menyeret kakiku untuk mengikuti langkahnya .,. aku menoleh kearah Max yang masih asik dengan anak kecil yang mengerubunginya ..


                “ Lepaskan aku Nathan .. “ kataku melepaskan tanganku dengan paksa


                “sebentar lagi sampai .. Ayo “ dia kembali menggandengku dan menyeretku melintasi  jalan setapak dan sampai pada sebuah kolam kawah belerang kecil yang mengeluarkan kepulan asap dari dalamnya ..


                “ Kau .. apa yang kau lakukan disini Nathan ? “

__ADS_1


                “ Liburan .. “ kata Nathan cuek “ Ayo kita makan siang .. “


                Nathan duduk di sebuah kain yang di bentangkan di tepi kawah .. Angin bertiup kencang menyapu rambut panjangku . Nathan mulai membuka bungkusan yang di bawanya danmenyiapkannya .. dia tersenyum padaku dan melambaikan tangannya ,, menyuruhkuuntuk duduk di sebelahnya dan menikmati makan siang bersamanya . Aku tak bisa menolak dan aku duduk disana dengan menekuk wajahku ,


                “ Kenapa sih kalian mengikutiku kemanapun .. biarkan aku disini sejenak dan jangan mengganggu hidupku .. “ kataku kesal


                “ aku tak menyulitkanmu hei .. tak tahukah kau , Jaden dan dr Valencia teman baik keluargaku .. aku bahkan membantu mereka hari ini “


                “ kau bukan orang kesehatan bagaimana kau akan membantu kami ? “


                “ aku membantu mencatat dan mengambil file nama pasien .. bahkan pasien yang berebutdi luar sana karena tak sabar dapat ku tenangkan dengan mudah “


                “Makanlah Frey ,, kau harus selalu kuat menghadapi pasien sebanyak itu “ Nathan menyodorkan bekal makan siang berwarna pink untukku .. aku membuka tutupnya ..onigiri, telur gulung dan sayuran rebus . dimana dia dapat menemukan makananseperti ini disini .. aku memandang sekali lagi kea rah Nathan dengan tatapan takjub dan tak percaya .. rasa laparku datang dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya . aku mengambil sumpit yang di sodorkan Nathan untukku ..menerimanya dengan senang hati dan tersenyum lebar


                “Terimakasih Nathan ,. Selama berada disini aku sulit menemukan makanan rumahanseperti ini “


                “ ya,,. Aku harus bangun subuh untuk menyiapkan semua ini “ Kata Nathan bangga


                “benarkah ? kau bangun lebih dulu dari pada Sani ? “


                “ Ya ,,kau lihat karya ku yang cantik ini kan ? “

__ADS_1


                Aku mengangguk dan tersenyum dengan mulut yang penuh ., Aku sudah menghabiskan sebagian makan siang saat aku melihat darah yang menitik jatuh ke atas kain  yang kami gunakan sebagai alas


duduk .. aku memandang Nathan yang dengan cepat mengelap hidungnya .. dia mimisan .. reflek aku meletakkan bekal makan siang dan mencondongkan tubuhku kea rah Nathan yang berada di hadapanku , namun Nathan menghindariku


                “ Aku baik baik saja Freya .. “


                “ Biar ku lihat Nathan .. kau kenapa .. “


                “ aku hanya kelelahan .. aku baik baik saja .. ini sering terjadi dan aku sudah terbiasa “


                “ Sering katamu ? bagaimana kau bisa mimisan terlalu sering .. ayo aku akan memeriksamu “  kataku beranjak berdiri untuk mendekatinya namun , saat aku berdiri.. Nathan menarik lenganku dengan cepat dan membuat tubuhku oleng dan jatuh menimpanya .. membuat wajahku dan wajahnya sangat dekat ,, benar apa yang di katakana Nathan mimisannya berhenti


                “ Ahh ,, Freya kau tak sabar ingin memelukku ya ,, “ kata Nathan semakin mendekatkanwajahnya padaku .. membuatku gugup dan aku segera beranjak dari atas tubuhnya dengan cepat namun Nathan mencengkram tubuhku dengan cepat


                “ Sebentar saja .. kau boleh memelukku dengan erat Freya “


                Aku berusaha melepaskan diriku namun tak berhasil .. Nathan terus merancu kalau aku yang memeluknya .. padahal sebaliknya .. aku kesal sekaligus heran dengan sikapnya namun , dia memang seorang yang playboy dia pasti sedang mempermainkanku sekarang


                “ hei apa yang sedang kalian lakukan ?? “


                Aku menoleh dan jantungku merosot hingga ke bawah .. Max ,, berdiri disana , memandang kami dengan tatapan garang dan kesal , memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan ada  api kemarahan di dalam matanya

__ADS_1


__ADS_2