
Max membawaku ke halaman belakang . ke arah paviliun kecil letaknya terpisah dari rumah utama , tak terlalu jauh .. di dalamnya banyak kursi kursi malas, meja kecil, tumpukan permainan , alat musik, dan lainnya.. dia membawaku kesana , ketempat aman yang terlindung dari angin kencang karena hari menjelang gelap .paviliun itu biasa di gunakan empat orang ini untuk bermain musik .. bercanda .. berkumpul .. bergosip .. bahkan pesta baberque dan hal yang di lakukan pria lainnya , mereka tak mungkin melakukannya di ruang tivi , karena akan terdengar keras dan berisik .. karena mereka bisa bernyanyi sampai pagi , berteriak seperti orang gila , yang biasanya dilakukan tiga orang itu lebih dominan .. kadang suaranya terdengar sampai ke kamarku . aku mengenang semua itu .. tersenyum kecil . dan tersadar saat Max melepaskan tanganku . dia beranjak ke rak buku yang dominan dengan buku komik dan majalah dewasa yang sama sekali tak kulirik , aku masih menjaga kesopananku dengan sempurna . aku mengikutinya dengan pandanganku .. hening .. dia mengambil buku komik dan membacanya masih dengan berdiri .. aku menunggunya beberapa saat berharap dia mengatakan sesuatu.. tapi tidak, aku menghempaskan diriku di sofa malas berwarna kuning . aku menyenderkan kepalaku dan memejamkan mata
Aku membuka mataku dan melihat sekitar mencari Max .. dia sudah berpindah tempat ke kursi malas tak jauh dari tempat ku duduk saat ini, kursi berwarna hijau .. masih sibuk dengan buku komiknya . aku memandangnya dengan tatapan kesal . " gimana orang ini bisa se begitu dingin sih .. di ciptakan dari apa sebenernya dia " aku bergumam kesal dengan suara lirih yang hampir tak terdengar , aku berdiri .. sebaiknya aku pergi saja
" duduklah disini , Freya "
" aku lapar ..aku ingin mengintip bagian dapur .. " kataku ketus . Max tertawa .. tertawa kecil membuatku semakin kesal padanya " kenapa kau menertawakanku ? "
" ekspresimu lucu kalau kau marah , kau masih tak berubah .. masih sama seperti dulu "
Aku merengut . tapi aku mendengarkan permintaannya . dengan kesal aku menghempaskan diri di sofa berwarna kuning terang yang seakan ikut menertawakanku . aku meluruskan kakiku dan menundukkan kepalaku memainkan tali dari mantel tipis yang ku pakai diatas rok tidurku ,
" katakan padaku apa yang ingin kau katakan, Freya "
" nggak jadi .. " kataku ketus
" yakin? ga ada yang mau kau katakan? " Max meletakkan bukunya dan berdiri mengaitkan tangannya di belakang badannya . dia pergi meninggalkanku
Aku bersungut sungut kesal . dan berkata sedikit menaikkan suaraku
__ADS_1
" aku .. tadi malam ke desa di bawah .. " kataku tegas dan aku dengan cepat berdiri dan pergi melewatinya mendahului menuju ke rumah utama , masih dengan mengomel
" Freya tunggu .. " Max meraih tanganku dengan cepat , membuatku tersentak dan sedikit oleng , Max menarikku kembali membuat tubuhku berputar dan dia menangkapku dengan cepat , mencengkeram lenganku dan mencecarku " Apa maksudmu dengan desa bawah ?"
" lepaskan aku Max .. sakit " kataku mengernyit padanya
" maafkan aku Freya .. aku menyakitimu .. aku hanya terlalu kuatir "
Max melepaskan cengkaman tangannya di lenganku dan memalingkan wajahnya .. menekan emosinya
" aku bertemu seorang anak .. "
" apakah dia menyakitimu? " Max memalingkan kembali wajahnya dengan cepat memandang tepat ke dalam mataku, meraih pipiku dan memeriksanya
Max tak sengaja memegang bagian atas telingaku , benjolan yang kudapat ketika terpeleset dan terantuk benda keras apapun itu
" Awww .. " kataku reflek dan sesaat kemudian aku melihat wajah paniknya . Max menggandengku kembali ke sofa malas .
" kenapa dengan kepalamu ? " tanyanya sambil memegang kedua pipiku. menatapku dengan tajam .. dia melakukannya agar aku tak bisa menghindarinya taupun berbohong kepadanya
__ADS_1
" baiklah .. lepaskan aku .. akan ku ceritakan " kataku padanya dengan wajah jujur tak bercela agar dia percaya dengan apa yang kukatakan . Max, melepaskan tangannya perlahan
" akan ku ceritakan padamu, tapi berjanjilah sesuatu padaku .. "
" apa ? " tanyanya
" dengarkan sampai aku selesai bicara .. dan tak memarahiku? "
" ya ya aku berjanji . cepat katakan apapun itu ... "
aku menceritakannya dengan perlahan , Max berdiri dan berjalan mondar mandir .. dia menahan dirinya agar tidak berkomentar apapun sesuai dengan janjinya . aku menceritakan semuanya bahkan tentang rumah tua tapi melewatkan bagian janjiku dengan Thomas besok .
" akan ku cari anak itu , Freya aku janji " kata Max gusar setelah aku selesai bercerita
" kenapa kau mencari Thomas ? "
" karena dia kau terluka .. "
" itu bukan salahnya Max .. sudah kukatakan . dia hanyalah anak kecil yang tak tahu apa apa "
__ADS_1
" tapi aku tak dapat menerimanya , Freya " katanya sambil mengacak acak rambutnya
" aku bercerita padamu karena aku percaya kau lebih bijaksana mendengarnya bakhan lebih dari Arthur , kakakku sendiri " kataku frustasi dan aku berlari meninggalkannya , aku kecewa .. melewatkan makan malamku dan berlari ke kamar menutup pintunya dengan keras dan menghempaskan diriku di atas kasur , besok pagi aku akan bertemu Thomas , aku akan mencari cara untuk menyelamatkan keluarganya seperti janjiku padanya