Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 116


__ADS_3

        Aku mengetuk kamar Max saat malam tiba .. bukan untuk menggodanya dan ketagihan menginap lagi di kamarnya . Ada sesuatu yang harus aku sampaikan kepadanya .. Aku menunggunya di depan pintunya dengan sabar . tak lama , Max keluar kamar .. rambutnya masih basah .. dia mengenakan kaus panjang dan celana tidurnya .. terlihat santai .


        “ Apakah aku mengganggumu, Max? “


        “ Tidak .. ada apa? “


        “ Ada yang harus aku katakan padamu, Max ..emmm ..bisakah kita bejalan jalan santai sambil mengobrol ? “


            Max mengangguk mengiyakan


        “ Aku akan mengambil jaketku .. tunggu .. tak akan lama " kataku meninggalkannya menuju kamarku


        Aku mengambil jaketku dengan cepat . menyisir rambutku dengan cepat dan mengintip sekilas ke dalam kaca bagaimana penampilanku saat ini . Aku menggerai rambutku dan menyelipkan jepit rambut kecil disana dan aku bergegas keluar dari kamarku


        Max menungguku di depan pintu kamar .. menyilangkan tangan di dadanya yang lebar . Aku tersenyum melihatnya .


        Kami berjalan jalan ke halaman belakang . ke arah kolam renang besar yang jarang ku kunjungi . Aku tak pandai berolah raga ,.. bahkan aku membencinya .tubuhku sangat lemah .. bahkan cenderung sakit sakitan sewaktu aku kecil .. jadi aku menghindari semua kegiatan yang berhubungan dengan olah raga jasmani. Angin


bertiup kencang .. menyapu rambutku yang panjang .. berkali kali membuatku kerepotan dan harus menyelipkan beberapa kali ke belakang telingaku . mengeratkan jaketku karena anginnya masih terasa menembus kulitku .. Max berjalan di sebelahku dengan kedua tangannya di dalam saku celana tidurnya ..


        “ besok aku akan pergi pagi pagi Max … “

__ADS_1


        “ kemana kau akan pergi ? “ Max menghentikan langkahnya membuatku menoleh ke arahnya .. aku mengabaikannya dan terus berjalan meninggalkanya .. namun Max tak mengejarku .. membuatku berjongkok di tepian kolam . cahaya lampu yang berada di dalam kolam renangnya memantul ke arahku .. menyilaukan mataku namun aku mengabaikannya .. aku menyentuh permukaan airnya dengan tanganku .. terasa dingin . Aku mengibaskannya dan kemudian kembali berdiri , berjalan kembali kearah Max dan menyelipkan lenganku pada lengannya .. memaksanya mengikuti langkahku


        “ Ayo kita kesana Max.. disini dingin “ kataku menunjuk paviliun belakang dan Max mengikuti langkahku tanpa bersuara


        Kami sampai di paviliun belakang . Aku mendorong Max untuk masuk ke dalam dan aku


menutup pintunya perlahan . menghalau angin dingin yang menerpa kami di luar .. tadinya aku ingin berjalan jalan saja .. namun sepertinya cuaca tak mendukung nya


        “ Aku akan meminta cemilan pada bibi Jo . duduklah dan kita akan mengobrol dengan santai . jangan pasang wajah jelek Max .. itu menyakiti hatiku “ kataku padanya membuat Max menghela nafas berat dan mengikuti perkataanku dengan mengambil sofa terdekat dan menungguku yang menelepon bibi Jo dari interkom di ruangan itu .


        Aku meminta bibi Jo menyiapkan teh lengkap dengan alat pemanasnya dan beberapa cemilan ringan  sebagai pendamping.. setelah selesai memesan kebutuhanku .. aku berjalan ke arah Max dan duduk di sebelahnya


        “ Aku akan menjalankan rencanaku Max ..aku sudah mengatakannya padamu kemarin dan aku berencana akan pergi besok pagi “


        “ Aku akan mengantarmu .. “


        Aku menggeleng perlahan ..


        “ Aku akan menikmati perjalanan dengan kereta ekonomi yang belum pernah aku naiki .. aku ingin merasakan bagaimana rasanya berebut kursi dalam angkutan yang akan membawaku ke desa terpencil .. kesulitan membawa koperku .. aku ingin merasakannya “


        “ Aku akan mengantarmu .. apapun maumu .. kita pergi bersama “ kata Max berusaha meyakinkanku . namun aku menggeleng dengan cepat

__ADS_1


        “ kau tahu .. satu hal yang aku pelajari hari ini Max .. aku senang kau mengijinkanku melihat bagaimana kantormu.. melihat betapa banyak karyawan yang kau miliki .. bagaimana kau bekerja .. aku senang .. sangat senang “ kataku tanpa melepaskan pandangan mataku dari matanya yang indah berwarna coklat . Max balas menatapku .. dengan sabar menungguku melanjutkan pembicaraan yang belum selesai


        “ Aku menskip bagian tentang Sofia .. aku tak menyukainya .. semuanya dari ujung kaki hingga ujung kepalanya .. “


        Max tertawa mendengar aku yang bersungut sungut .. mengeluarkan lesung pipinya yang menggoda .. aku menunduk memandang ujung kakiku sesaat sebelum kembai menatapnya


        “ Tapi , sesuatu yang ku pelajari, Max .. kau mempunyai tanggung jawab yang sangat besar disana .. aku akhirnya mengerti bagaimana kau yang selalu pulang tengah malam . membuatku malu karena terus berfikir apakah kau menghindariku disini , apakah kau membenciku .. hingga kau tak pernah pulang tepat waktu … “


        “ Hei hei .. Freya .. itu tak benar .. “ kata Max memotong pembicaraanku


        “ Iya Max .. aku tahu itu tak benar.. aku malu menghadapimu .. “ kataku tersipu malu “ Aku sibuk berfikir seperti itu karena aku yang tak punya kegiatan dan kesibukan .. jadi aku hanya menghabiskan banyak waktuku untuk menunggumu dan itu membosankan .. “ Aku kembali tertawa ..


        Max menyentuh rambutku .. menyelipkannya ke belakang telinga .. aku menghentikan pembicaraanku sejenak sebelum kembali meneruskan


        “ Karena itu .. bukannya aku menghindari dirimu .. aku hanya harus menyelesaikan semuanya dan aku ingin berguna bagi orang lain juga sama seperti dirimu . karena itu aku harus menjadi lebih kuat dari sekarang “ kataku lagi .. aku tahu ada banyak pertanyaan dalam matanya yang menatapku dengan tajam . namun dia tak


berbicara apapun .. Mendekatkan wajahnya padaku .. berusaha menciumku .. namun buyar .. ketukan di pintu terdengar dan aku beranjak membuka pintunya .. cemilan datang , aku memastikan pelayan pergi sebelum menutup pintunya kembali


          “ Berikan aku alamat dimana tempat yang akan kau kunjungi , Aku akan memastikan kau sampai disana dengan aman “


        Aku terseyum .. itu khas Max .. Mr. Antipasi aku menyebutnya .. aku mengangguk padanya masih dengan senyuman di wajahku untuknya .

__ADS_1


__ADS_2