
aku menuangkan banyak cairan sabun ke dalam bathub dan berendam hingga menutupi sebagian wajahku . aku menyembunyikan semua pikiran yang membuat kepalaku memanas .. berkali kali aku menambahkan air panas ketika airnya menjadi dingin . tapi, aku tak dapat lebih lama lagi berada di sini mengabaikan rasa perih di lutut dan siku.. aku menghela nafas berat sebelum akhirnya memutuskan untuk beranjak dan segera berpakaian , aku memikirkan Max. memikirkan bagaimana wajahnya saat menatapku tadi , dia bahkan baru saja datang .. dan aku , sibuk dengan diriku sendiri , aku sangat mengantuk,, tapi, aku ingin melihatnya sebentar sebelum aku memutuskan untuk beristirahat .. kakiku terasa perih dan pegal bukan main. pinggangku terasa berat dan mau patah kurasa .. tak kusangka ada sebuah desa di bawah bukit sana .. mungkin itu yang di maksud Nathan , ketika menjelaskan padaku apa maksud Arthur membangun sebuah sekolah ,,
Aku berpakaian dengan cepat ,, memakai rok panjang ,, rok tidur berwarna pink pucat , sebenarnya lebih nyaman dengan celana training ,, tapi tak mungkin aku mengenakannya sekarang , aku biasa terluka sebelumnya ,, ketika masih sering mengikuti kuartet para pria ini , tapi itu sudah lama sekali .. dan sudah lama aku tidak terluka seperti ini . aku membalut lukaku terlebih dahulu sebelum pergi mencari Max
Aku keluar kamar dengan hati hati , celingukan seperti kucing yang kelaparan . aku bahkan menutup pintunya dengan perlahan berjingkat jingkat di lorong rumahku sendiri . yang sebenarnya jika aku berjalan dengan normal pun tak ada seorangpun yang akan mendengar di rumah yang sebesar ini .. ditambah ini rumahku, siapa yang mau perduli dengan apa yang kulakukan saat ini . bahkan jika ada pelayan yang melihatku, aku punya kuasa atas apa yang kulakukan tapi entah mengapa aku merasa harus melakukan ini .
Aku menyebrangi lorong , sedikit menyerong menuju kamar Max .. lama aku terdiam di depan pintu kamarnya ,, tanganku terkepal dan bersiap untuk mengetuk pintunya , tapi, alih alih kulakukan aku hanya menggigit ujung kuku ibu jariku , mengangkat tanganku kembali bersiap mengetuk .. tapi, ku urungkan lagi .. aku menempelkan kepalaku di pintu , bergumam memanggil namanya . Aku ingin bertemu dengannya tapi sebagai seorang bangsawan yang menjunjung tinggi kesopanan , itu tak dapat ku lakukan . tak bisa ku lakukan .. tak baik jika seorang wanita datang ke kamar pria .. lama ku terdiam dalam keadaan mematung di depan pintu kamarnya .. masih menempelkan kepalaku di pintu .. aku menghela nafas berat , tapi
Pintu terbuka , aku yang menyenderkan kepalaku terdorong ke depan .. oleng .. kepalaku terantuk sesuatu , itu tubuh Max .. tak kusangka dia membuka pintu kamarnya , aku menabrak tubuhnya , Max reflek menangkapku ..
mampus aku mampus aku ketahuan .. apa yang harus ku katakan .. mampus
__ADS_1
aku memejamkan mataku dan menggigit ujung bibir sebelum membuka mataku dan menatapnya ..
" hai Max ... " kataku gugup
Max mengeryitkan dahinya . heran dengan apa yang ku lakukan. aku merasa de javu seperti pernah melakukan ini ..
" apa yang kau lakukan disini , Freya .. "
" makan malam terlalu dini ? " tanya nya heran
" aku .. hehe " aku menyeringai " aku hanya ingin bertanya padamu Max .. ingin makan malam apa ? "
__ADS_1
" Freya .. aku sudah mengenalmu belasan tahun .. "
aku memandangnya dan menjadi dua kali lipat lebih gugup melihat tatapan matanya yang menjadi tajam ditambah aku tak bisa lagi melarikan diri karena kedua tangan Max yang mencengkram lenganku ketika membantuku yang oleng tadi .. aku hanya bisa memandanginya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan , Max menghela nafas
" Masuklah , jika ada yang ingin kau katakan padaku Freya .. " kata Max melunak , aku memandanginya ragu
" tidak ,, sebaiknya aku istirahat di kamarku saja " kataku .. wajahku memanas ,, beberapa detik yang lalu aku terpesona padanya tanpa kusadari
" baiklah ,, istirahatlah " kata Max . melepaskan lenganku . aku berbalik dengan cepat dan menuju kamarku , namun, aku menghentikan langkahku , menoleh kembali ke arahnya .. Max masih berdiri disana . aku memandangnya ragu . Max kemudian berjalan kearahku .. meraih lenganku dan berkata
" Sudahlah Freya ,, ayo ikut aku "
__ADS_1
Max menuntunku berjalan di depanku .. aku dapat melihat punggungya dengan jelas ,, punggungnya yang lebar ,, telinganya memerah sampai ke leher , dia tampak sempurna dengan kaos panjang berwarna putih dengan aksen garis garis ringan , dia memakai celana panjang santai berwarna hitam .. bau colonge nya yang khas tercium jelas . wajahku memerah dan otakku menjadi kosong . aku mengikutinya dengan patuh