
aku sampai di depan rumah reot yang masih menampakkan keindahan dan kemewahan bangunannya . benar kata Thomas . . rumahnya sangat mengerikan ..
" saya tidak ikut anda ke dalam ya, nona .. sebagai gantinya saya akan menunggu anda di depan sini sampai anda keluar "
aku mengangguk di depan pintu, bimbang .. aku memutar kenop pintu rumah tua tersebut .. macet .. aku menggedor gedornya dengan keras
" nona .. dari sebelah sini " Thomas memanggilku dan membukakan jendela rumah sebelah kiri .. aku melompati kusennya yang sudah berdebu tebal . " hati hati dengan langkah anda nona .. rumahnya beneran sudah tua "
aku menggangguk .. lagi lagi dan masuk ke dalam rumah yang terasa pengap .. rumahnya sangat besar .. sebenarnya apa yang ku lakukan disini .. apa yang aku cari .. aku sibuk bertanya tanya dalam hatiku sampai aku melihat siluet anak kecil .. memakai rok cerah .. rok pesta berwarna pink muda . aku mengikuti anak itu .. menyalakan senter yang kubawa di dalam tas .. aku mengikutinya .. persis seperti yang ada di dalam mimpiku .. bangunanya semakin ke belakang semakin gelap .. hanya cahaya yang masuk dari sela sela bangunan yang hampir rubuh . aku memandangi lumut lumut. akar pohon .. dan walpaper dinding yang sudah rusak . sampai aku mendengar gadis kecil yang kuikuti berteriak di hadapanku .. aku melihatnya duduk terjatuh memandang kaku kedalam ruangan .. aku mendatanginya panik .. dan ikut melihat tatapan matanya yang tak lepas dari hadapan anak itu
aku melihat .. seseorang tergantung di hadapanku
...
__ADS_1
seketika semua gelap . aku menjerit .. gadis kecil itu hilang .. itu aku .. aku saat berumur 10 tahun kurang lebih ..
..
hari itu .. aku kabur dari pesta di rumah .. penasaran dengan rumah hantu yang katanya ada harta karunnya . aku mengindahkan larangan empat pria itu untuk mengeksplor rumah tua itu . aku tertarik saat kulihat Max yang menyelinap pergi .. aku mengikutinya diam diam .. tersesat sejenak di rumah itu sambil memanggil nama Arthur dan Max karena diriku yang mulai ketakutan . saat sampai diujung kamar yang terakhir aku melihat Max .. tangannya berlumuran darah dan memegang pisau . sedangkan tante camelia.. teman baik tante yeni .. tubuhnya tergantung dengan mata melotot dan lidah terjulur .. hal mengerikan yang kuingat saat itu . aku berteriak .. ketakutan .. ketakutan dengan Max dan melihat kondisi tante amel yang mengerikan . . max memotong tali yang menjerat leher tante yeni .. melepas jas luarannya dan menyelimuti wajah tante yeni . Max menghampiriku .. aku meronta .. ketakutan ... Max memegang wajahku dengan tangan dinginnya ..
" jangan takut Freya aku akan memanggil polisi " katanya . tapi, aku yang syok dan melihatnya berlumuran darah membuatku histeris .. aku berlari .. hanya terus berlari melihat celah di belakang bangunan yang runtuh aku berlari ke halaman belakang .. sampai arthur dan yang lainnya kuatir dan mendengar suaraku . . aku mengingatnya dengan jelas . tentang apa yang terjadi selanjutnya aku ingat semuanya .. aku terduduk sedih menyender ke dinding .. aku menangis .. saat Thomas datang dengan tergopoh gopoh
aku menggeleng lemah . Thomas menyodorkan minuman yang dia ambil dari kantong samping tas kecilku dan menyodorkannya padaku
" antarkan aku pulang Thomas .. tenang .. aku akan menjamin keselamatanmu .. dan akan ku beri imbalan' kataku lemah ..
ingatanku yang hilang kembali .. aku mengingat semuanya
__ADS_1
Thomas memapahku dengan sekuat tenagnya aku bertumpu pada pundaknya .. melompati jendela dan berjalan keluar dengan gontai . menelusuri jalan setapak menuju rumahku .. sampai ku mendengar suara mobil , mobil hitam itu berhenti di sebelahku .. Max keluar dan menatapku dengan tatapan yang tak bisa ku mengerti .
" pulanglah Thomas . ini imbalan untukmu " aku memberikan amplop coklat padanya .. " pergilah .. beli beberapa makanan untuk keluargamu "
" anda baik baik saja nona? "
" ya , Thomas . kita akan bertemu lagi "
aku melihatnya menghilang di perkebunan saat aku masuk ke dalam mobil Max dengan gontai dan di papah olehnya
" kau baik baik saja Freya ? wajahmu pucat "
aku mengangguk lemah . aku tahu Max ingin bertanya , memarahi tapi dia menahannya dia mengantarku pulang
__ADS_1