
Aku memakai gaun tidur panjang berwarna coklat tebal dan meminum bebrapa obat penghilang rasa sakit agar mampu berdiri tegak dan tak membuat semua orang di bawah merasa curiga kalau aku sedang tak baik baik saja. Sani memandangku dan menemaniku dengan wajah khawatir , Aku memaksanya menemaniku dan berlagak tak terjadi apapun , Aku belum makan apapun seharian .. sebagian karena benar benar merasa lelah dan mengantuk karena kurang tiidur ,, sebagian lagi karena tubuhku benar benar sakit sepertinya karena bereaksi
terhatap otakku yang juga merasa sakit karena lelah berspekulasi dan tak berhenti berfikir
Aku turun dengan hati hati semua orang berkumpul di dapur dan terlihat ceria walaupun tak menutupi rasa canggung di sana . Aku tak melihat Max ,, melihat Nathan yang terbaring di kursi malas di ruang tengah dangan handphone di tangannya .. Aku merasa sedikit pusing namun aku ingin minum banyak alcohol untuk melarikan diri dari kejadian tak mengenakkan hari ini
“ Freya datang .,. nyalakan lilinnya .. “ seseorang berseru
Arthur mendekatiku dan mendorongku dengan kedua tangannya agar duduk di kursi makan ,
di berada di tengah tengah orang yang mengerubungiku . aku terlihat ceria ,, memaksakan senyumku ketika semua orang bernyanyi lagu ulang tahun ,. Mematikan lampunya dan meletakkan kue ulagtahun cantik dengan banyak buah kiwi dan stoberi yang kusuka ditambah banyak lilin yang menyala .. apinya meliuk liuk . Aku mencari
sosok Max namun tak terlihat .. Aku merasa sangat kecewa .. namun aku memejamkan juga mataku untuk berdoa dan aku meniup lilinnya dengan cepat dan semua orang tertawa ,, lampu menyala dan aku melihat sekelebat bayangan Max yang berdiri di tepian pilar dia pergi setelah hadir sebentar di tempat itu .. mungkin dia tak ingin merusak suasana .. lagipula dia sudah mengucapkannya lebih dulu padaku subuh tadi . aku menahan tangisku ,. Entah kenapa aku masih merasa kecewa.. aku hanya melihat punggungnya aku ingin mempercayai nya .. aku ingin
memanyakan banyak pertanyaan namun tak bisa
“ Hei ,, kau mau mendengar aku bernyanyi ? sebagai hadiah ulang tahunmu ? “ kata Nathan tepat di depan wajahku .. kesadaranku kembali dan aku memandanginya ,, Nathan mengajakku berdiri dan dia mulai bernyanyi dengan suara music yang dia nyalakan dari handphone nya .. semua orang berlagak jadi penonton dan tertawa . aku menyambar se kaleng bir dan menghabiskannya dengan cepat . . kepalaku menjadi dua kali lipat lebih pusing ,, di tambah kondisi badanku yang memang tak mendukung .. pandanganku menjadi gelap dan aku tak mengingat apapun lagi setelahnya
Aku terbangun dan berada di atas ranjangku yang nyaman ,, aku bermimpi lagi .. tentang ruangan yang gelap dan tetesan darah yang mengalir deras hingga ke ujung sepatuku ,. Aku berteriak memanggil seorang anak laki laki yang meninggalkanku begitu saja disana , aku melihat punggung anak laki laki itu yang menggunakan mantel berwarna biru gelap .. hujan mulai turun dan bau darah makin tercium .. aku sangat ketakutan dan
meminta pertolongan ,
Aku membuka mataku kemudian .. melihat Sani yang terus membasahi wajahku dengan handuk basah agar panas tubuhku cepat turun . aku menatap pergelangan tanganku yang kuangkat dengan susah payah ,.. semuanya terlihat samar
“ Sani .. “
“ Nona .. apa yang anda rasakan ? “
“ Sani ,, jangan tinggalkan aku .. aku merasa sangat ketakutan .. “
__ADS_1
“ Saya disini nona .. tenanglah “
Aku mengangguk ,. Lelehan air mata amembasahi bantal .. aku merasakan tubuhku sangat panas dan aku merasa lemah “
“ Semua orang mencemaskan anda saat anda tiba2 anda ambruk tak sadarkan diri “
“ ya .. harusnya aku tak menyambar bir sialan itu . Aku hanya tergoda namun ternyata
tubuhku tak mampu menahannya .. “ kataku menghela nafas
“ Tuan Brawijaya terus mengomel dan mencari tuan tjandrawijaya namun di hentikan oleh
nyonya brawijaya “
“ Ahh ,., dua orang itu lah yang membuatku tambah pusing “
Aku bergeser dan membalikkan tubuhku .. menatap keluar jendela malam .. di luar hujan turun dengan derasnya
Aku menoleh dan memandang Nathan yang masuk ke kamarku dengan cuek . dengan gaya nya yang khas .
“ tapi .. “ kata Sani
“ pergilah Sani .. beristirahatlah aku akan memanggilmu nanti , aku ingin berbincang dengan cowok
playboy ini dulu “
“ baik nona .. “ Sani pergi dan suasana hening kemudian . Nathan menghampiriku setelah melihat Sani yang menutup pintu kamarku dengan perlahan
Nathan duduk di tepi tempat tidurku dan memandang ke luar jendela , melihat jelas jauh di dalam kegelapan tetesan air hujan yang jatuh dengan deras dari atas
__ADS_1
“ kau terlihat sangat buruk .. dan mengerikan “ kata Nathan memandangku , kemudian meletakkan punggung tangannya di dahiku “ kau sudah meminum obatmu? “
“ Apa yang kau lakukan disini Nathan ? “ tanyaku dengan lemah
“ hanya karena Max yang bisa membuat keadaanmu memburuk Freya .. aku , datang kesini hanya ingin menawarkan jalan keluar terbaik padamu .. “
“ apa maksudmu Nathan “
“ kau bisa kabur dan menikah denganku maka aku akan memberikan kebahagiaan seratus kali lipat daripada yang bisa Max berikan “
Aku menepuk lengannya dengan kesal
“ Max menoleh .. menggeser duduknya dan memandangku .. “
“ Apakah benar sudah tak ada lagi aku di hatimu Freya ? kau menyakiti hatiku jika menolakku seperti ini “
“ Kau ,, aku tahu kau tidak benar benar tertarik padaku Nathan … Aku tak tahu apayang kau rencanakan .. tapi kau bukan tipe orang yang akan mengincar hartaku .. bukan alas an itu yang kau butuhkan .. mengapa kau ngotot sekali ingin menikah denganku? “
“ Akan ku katakan ketika kau benar benar mau pergi denganku .. aku akan selalu berada di antara kalian suka atu tak suka ,, “
Nathan berdiri dan memandangku sebelum melangkahkan kakinya menuju pintu keluar
“ Apakah kau melakukan ini hanya untuk bersenang senang ,., bukankah kau bilang pada semua orang kalau Alleya itu adalah cinta sejatimu ? “
Nathan terdiam beberapa saat , kemudian menoleh ke arahku dan berkata dengan senyumannya yang khas
“ Mulai sekarang cinta sejatiku adalah kau , Freya .. “
Nathan berbalik tepat disaat pintu terbuka dan Max muncul di sana memandang tajam kearah Nathan dan kepadaku
__ADS_1
“ tenang Max aku tak melakukan apa apa pada calon pengantinku .. sepertinya kau sudah menyakiti hatinya bersiaplah ketika dia akan berpaling padaku “ kata Nathan menepuk pundak Max dan dia berlalu ,. Max menghela nafas berat dan berjalan ke arahku