Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
episode 27


__ADS_3

esoknya aku luar biasa sibuk dengan segala aktivitas luar biasa.yang sudah di jadwalkan Max . aku benar benar tak bisa bertemu dengannya .. dia seperti orang asing bagiku. tak sehangat ketika kami bersama di rumah kakek . barang barang ku sudah datang . aku tak membongkar semua koper yang bertumpuk di kamarku membuka apa yang ingin ku pakai saja . aku merasa nyaman mengenakan pakaianku sendiri .


designer itu benar benar datang . wanita paruh baya gemuk berbadan pendek . berkali kali berkata dengan tegas karena aku tak mau mengikuti instruksinya untuk berdiri dengan tegak agar bisa mengukur panjang padanku dengan pas . aku mengikutinya dengan malas . berasa jadi boneka . tak hanya sampai di sana saja setelah kegiatan bersama ibu tua yang menyita waktuku ber jam jam hanya untuk membuatkan ku gaun yang membuatku sangat penasaran dengan hasilnya nanti .


kemudian aku disodori aneka perhiasan yang aku tolak dengan tegas semuanya . aku hanya memilih sebuah liontin berwarna gelap . aku suka bentuknya karena sangat sederhana . terpana melihat barang se bagus itu, di perbolehkan untukku meminjamnya .


aku memilih sebuah jepit rambut berwarna silver berkilau. jepit rambut sederhana tapi aku suka karena terkesan mahal . beberapa gadis pelayan datang membawakan beberapa pasang sepatu , diluar yang sudah berada di dalam lemari kaca . aku memilih salah satunya .aku benar benar lelah


ini jam makan siang . aku turun ke bawah, hari ini para pelayan dua kali lebih sibuk dari biasanya mereka berkumpul di ruang tengah menggeser geser barang barang . mereka mengalihkan perhatianku . aku merasa lapar . tak ada yang berubah di atas meja makan .masih tersedia aneka hidangan yang menggugah selera . tapi pandangan mataku masih ter alihkan oleh para pelayan yang berjalan hilir mudik mengganggu pandanganku . kemudian aku melihat bibi Jo, aku memanggilnya dan berkata


" ada apa ini semua bibi? "

__ADS_1


" ini untuk mempersiapkan acara pertunangan nona dan tuan . lusa adalah acaranya . karena sangat mendadak , saya memperkerjakan beberapa pelayan tambahan . maaf atas ketidak nyamanan nya nona " kata bibi jo dengan lembut . aku mengangguk angguk mengiyakan apa yang di katakan bibi Jo . kemudian beliau berlalu dari hadapanku .


aku makan dengan tenang ketika Max menghampiri meja makan dan menyapaku seraya menepuk punggungku perlahan . terasa hangat aku mendongak . Max berpakaian rapi dengan jas dan celana sopannya . rambutnya disisir rapih ke belakang . matanya yang coklat bertemu dengan mataku . aku memperhatikannya dengan seksama .. wajahnya yang bisa di bilang lumayan , dan janggutnya yang mulai tumbuh , membuat jantungku berdetak tak beraturan . tapi aku meyakinkan diriku sendiri kalau hatiku hanyalah milik Nathan . aku terus meyakinkan diriku bahwa masih ada kesempatan untukku selama mereka belum menikah . selama aku belum menikah dengan Max . karena aku membenci Max . makanya kenapa jantungku tak mau berkompromi denganku , mungkin karena aku sangat membencinya .. kataku meyakinkan diriku sendiri terus bergumam . sampai Max menegurku .


" apa kau merasa terganggu dengan semua ini Freya? "


aku menoleh sudah sejak lama terakhir kali ada yang memanggil namaku


" baiklah . persiapkan dirimu untuk acara lusa" kata Max mulai menyantap roti isi daging di depannya , sarapan yang tak terlalu berat tapi mengenyangkan


aku tertegun dengan kata kata Max . aku tahu aku tak bisa berharap lebih padanya karena aku tak akan bisa mencairkan hatinya yang beku untuk sedikit bisa menghangatkan ku

__ADS_1


" Max aku punya permintaan sebenarnya sudah semenjak pertama aku datang ke rumah ini " kataku dengan pelan dan tertunduk tak berani mengangkat wajahku


" apa yang kau inginkan Freya , aku pasti akan mengabulkannya " kata Max menatapku


" aku .. aku .. aku cuma ingin sekolah keperawatan .boleh? " kataku mencoba untuk menatap matanya . Max memandangku beberapa saat


" kenapa kau malah ingin sekolah? , kau bisa berteman dengan siapapun , belanja seperti yang banyak gadis gadis lakukan , menyibukkan dirimu dengan mempercantik diri atau apapun itu Freya .. kau ga harus menghabiskan waktumu untuk sesuatu yang tak berguna " katanya sambil meletakkan pisau dan melipat tangan kanannya di bawah dagu dengan garpu di tangan kanannya .


" untuk orang yang akan menjadi calon istriku , kau ga usah bekerja keras " katanya lagi mengalihkan tatapannya dan mengambil pisau yang tadi dia letakkan dan menghabiskan sarapannya


" aku .. hanya bosan . aku bosan dan tak mau terpenjara seperti di rumah kakek ." kataku lagi lagi dengan suara pelan dan tak berani menatap matanya . aku hanya memandangi roti yang hanya ku potong potong tak beraturan .

__ADS_1


" okay , aku akan menyetujuinya " kata Max sambil berdiri dan kemudian mengancingkan kancing Jas nya " aku ada rapat pagi ini, aku pergi " katanya menepuk kepalaku pelan dan berlalu , mataku mengikuti nya sampai hilang di balik tembok , melihat tampak belakang tubuh Max . aroma colonge nya masih tercium beberapa saat . aku menarik nafas dalam dan tersenyum senang seraya menghabiskan sarapanku


__ADS_2