Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
episode 14


__ADS_3

aku memutuskan untuk pergi ke villa kakek tanpa sepengetahuan Arthur aku ingin mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi . banyak hal aneh akhir akhir ini dan aku butuh jawaban .


kemarin Arthur tak pulang kerumah . begitupun dengan hari ini . aku ga mungkin cari informasi tentang semua ini ke tante yeni . tante Yeni terlalu rapuh untuk mengetahui semuanya


" pak Anton . saya sudah siap "


Anton adalah supir pribadi tante Yeni. beliau di tugaskan di rumah disediakan ketika tante yeni butuh untuk kontrol ke rumah sakit .


" baik nona. mobil sudah siap , silakan naik dan pasang sabuk pengaman anda nona " kata pak anton datar .


kemarin aku merayu tante yeni untuk meminjamkan supir dan mobilnya . aku beralasan ingin menjenguk kakek . karena semenjak insiden malam itu aku tak pernah lagi bertemu kakek .itu sudah berbulan bulan yang lalu. kurasa itu alasan yang sangat pas saat ini .


kami melewati jalan beraspal yang penuh tikungan dan diapit oleh luasnya hutan pinus di kanan kiri . melewati kebun tembakau yang menambah indahnya pemandangan yang terlihat dan kabut yang masih menggantung di diantara daun daun yang rindang . kalau ini bukan kebun milik kakek aku sudah merasa berada di beberapa film thriler yang ku tonton yang menceritakan tentang kelompok yang tersesat di hutan pinus .


aku benar benar menikmati perjalanan ini . minum dan makan dari bekal yang di bawakan bibi Ann untukku . aku membaginya dengan pak Anton tapi beliau menolaknya


aku sampai di sebuah rumah dengan jendela kaca yang besar . halamannya luas . dan ada sebuah kolam renang besar di belakang rumah ketika aku masuk ke dalam . kakek sedang duduk menghadap kolam . beliau sedang membaca koran pagi


koran .. aku langsung gugup aku tak memperkirakan ini. aku lupa jika kakek selalu membaca koran pagi yang berarti beliau sudah dipastikan tau tentang masalah ini .

__ADS_1


" kakekk .. " panggilku


kakek menengok dan tersenyum . senyum yang tak pernah kulihat . kakek seperti orang lain bagiku sekarang . wajahnya tak serius dan mengeras seperti biasa dan tatapannya saat menatapku tak setajam yang kuingat


aku duduk di sampingnya meremas tangan kakek . " bagaimana keadaan kakek " . tanyaku


" bagaimana bisa kamu baru datang ,nak?"


" aku .. aku .. " aku bingung mencari alasan . bagaimanapun aku tak dapat berbohong " maafkan aku kek "


" yah .. kakek tau , kakek bukan kakek yang baik selama ini membesarkanmu dengan penuh kemarahan " katanya


" kakek .. " kataku menunduk memainkan sepatujy , menggoyang goyangkannya maju mundur di lantai kasar . " aku datang kemari karena ada suatu hal yang ingin ku tanyakan ke kakek " .. kataku masih tak berani menatap wajah kakek


" tentang kau dan anak itu? anak dari Piere tjandrawijaya? "


" ah .. aku minta maaf kek " tentang itu " aku tak tahu dia sudah bertunangan "


" apakah dia orang yang kamu suka ? "

__ADS_1


" nggak kek . itu hanya sebuah kesalahan " kataku lirih


" benarkah , kamu merasa itu sebuah kesalahan? " tanya kakek lagi dan aku mengangguk


" tapi kenapa anak itu , datang kemari dan menceritakan semuanya ke kakek. dia bahkan minta ijin untuk bertunangan denganmu jika kamu setuju "


" max datang?? maksud kakek ??" tanyaku bingung .


" ya , kemarin sore . dengan wajah babak belurnya " kata kakek sambil memperagakan tangan di wajahnya "


aku berdiri dan mendekati kolam " anak itu memang ahli membuat orang syok " kataku bergumam


kakek mengikutiku ke pinggir kolam . angin bertiup kencang menyapu rambutku yang panjang .aku melihat tangan kakek di letakkan di belakang punggungnya


" aku kesini sebenarnya ingin tahu banyak tentang Arthur , kek .. " tanyaku sambil memainkan tepian lengan baju ku yang panjang sampai ke pergelangan tangan . aku selalu gugup jika berbicara dengan kakek


" ahh .. anak itu " kalimat kakek terputus " dia bilang padaku akan menikah dengan keluarga Liem . "


" siapa dia dan kenapa kakak harus menikah? " tanyaku menuntut banyak jawaban .

__ADS_1


" masuklah ke dalam dulu istirahat dan kita akan membicarakan ini saat makan siang . sepertinya kakek tak akan bisa menyembunyikannya darimu lagi ."


kakek berlalu meninggalkanku di kolam, lama aku termagu disana sampai seorang pelayan datang dan mengantarkanku ke kamar yang di sediakan


__ADS_2