
Aku memeriksa kakek .. memastikan semua organ vitalnya berjalan dengan baik . menanyainya dan Arthur apa saja yang sudah di berikan oleh suster pagi tadi dan bagaimana hasil pemeriksaannya .. tapi, saat aku sedang sibuk menganalisa . kakek memegang pergelangan tanganku dan berkata
“ duduklah Freya ,, disebelah kakek .. ada sesuatu yang harus kakek sampaikan
kepadamu . dan yang lainnya .. berikan aku ruang . “
Aku duduk di kursi terdekat ..ketika kakek mulai melepaskan tanganku perlahan
“ kalau begitu aku mau cari makan dulu lalu balik ke hotel untuk berganti pakaian . Jessica akan datang jam 12 nanti .. jika ada sesuatu hal yang mau kamu lakukan .. tunggulah Jessica datang .. jangan kabur dan jangan buat masalah “ kata Athur memegang kepalaku . aku merengut padanya dia masih memperlakukanku seperti bocah berumur sepuluh tahun
“ Aku sudah melihat keadaanmu kek .. aku akan kembali ke kantor dan akan datang kembali kemari selepas jam kerja nanti .. “ kata Max .. membungkukkan badannya sedikit dan beranjak pergi , dan kakek menganggukkan kepalanya dengan perlahan .
“ kalau begitu saya akan kembali juga , Nona .. “ kata Sani .
Astagaa aku melupakan Sani . dia pasti sangat lelah terjaga semalaman
“ Pulanglah Sani, dan istirahat .. aku akan meminta ijin bibi Jo agar membiarkanmu beristirahat hari ini “
__ADS_1
“ Terimakasih Nona .. aku akan kembali lagi sore ini . selamat siang tuan Brawijaya “ kata Sani dan membungkuk dalam dalam .. aku mengangguk padanya dan Sani beranjak melintasi ruangan dengan cepat.
“ Lalu .. apa yang ingin kakek sampaikan padaku ? “
Aku membantu kakek melepas oksigen yang menempel di wajahnya , aku memastikan nya terlebih dahulu bagaimana pernapasannya tanpa alat bantu, kakek menggangguk mengatakan padaku bahwa dia bisa melakukannya . Aku bersiap jika sewaktu waktu kakek membutuhkannya lagi
Kakek melambaikan tangannya dengan lemah .. mengatakan padaku dengan isyarat tangannya memintaku agar mendekat padanya . Aku memegangi tangannya dan duduk di tepian ranjang . Dan kakek mengatakan banyak hal padaku dengan perlahan dan suara yang lirik . Aku mendengar setiap perkataannya dengan seksama ,
“ Freya .. apakah kau benar benar mencintai Max .. ? “ Tanya kakek padaku
“ kenapa kakek menanyakan hal itu? “ aku berusaha menghindari pertanyaan beliau
luar rumah .. Arthur yang kesepian .. belum di tambah krisis di kebun dan membuat kakek tak ada waktu untuk memperhatikanmu , Nak .. “
“ Aku baik baik saja , kek .. Max memperlakukanku dengan baik .. dia mempersiapkan banyak hal untukku tak kekurangan satu apapun .. “
Kakek tersenyum mendengar perkataanku dan aku senang dapat membuatnya senang walaupun
__ADS_1
hanya sebentar .
“ Dia memang orang yang baik .. masalalunya lah yang membuat dia bersikap keras .. menahan diri dan menjauhi semua orang . kakek tahu betul akan hal itu padahal di dalam hatinya .. dia benar benar tak menyukainya .. dia berusaha bersikap jahat agar di benci “
Aku tertegun sejenak dengan perkataan kakek barusan . Aku tak menyangka bahwa kakek mengenal Max begitu dalam . Bahkan Aku membencinya walaupun merindukannya dalam beberapa tahun belakangan . tapi, Aku benar benar bersyukur ketika melihatnya kembali dari Amerika .
“ Aku tak tahu kakek mengenalnya sangat baik .. “ kataku tertawa kecil
“ Dia benar benar menyimpan perasaannya padamu Freya , dia hanya mengkhawatirkan ketika ingatanmu kembali .. kau akan sangat membencinya.. dan dia mengantisipasi perasaan itu “
Aku kembali tertegun .. Aku mengingat semuanya tentang apa yang terjadi di masa lalu, Aku bukan anak berumur lima tahun yang berteriak ketakutan sepanjangmalam . Aku yang dewasa lebih bisa mengerti kejadian di masa lalu dengan otak yang ku miliki sekarang.. walaupun mungkin rasa trauma itu tetap ada namun aku bisa mengatasinya dengan lebih dewasa
“ kakek … apakah kita hanya akan membahas perasaan Max padaku hari ini? “ tanyaku menggoda kakek
“ ya dan tidak .. tergantung bagaimana jawabanmu .. apakah kau benar benar mencintainya , Freya ? “
“ kenapa kakek bertanya padaku terus tentang perasaanku padanya ? “ tanyaku
__ADS_1
“ karena .. aku tak lagi memiliki waktu yang cukup untuk mendampingimu, Nak …Kakek hanya ingin memastikan kau berada bersama orang yang tepat “
Aku menatap kakek .. jauh kedalam matanya yang sayu .. Air mataku menggenang di pelupuk mata .. aku tak dapat lagi membendung kesedihanku .. Aku mulai menangis lirih ..