
Ini hari ke 3 rumahku yang sepi mendadak ramai , biasanya kalau begini kakek akan pergi ke villa kami yang lain . Beliau tak suka keributan tapi membiarkan Arthur dan teman-temannya serta para sepupu dan sahabat-sahabatnya berkumpul saat musim liburan tiba .
Aku jarang berkunjung ke rumah saudara dari ayah . beliau hanya punya seorang saudari , tante melati yang sibuk dengan bisnisnya .. dan beliau bukan orang yang tertawa dan memperlakukan kami dengan ramah .. lagi pula beliau selalu sibuk dengan kaum sosialita yang sederajad dengan dirinya. Suami nya sering ke luar kota selama berbulan-bulan lamanya dan yang ku tahu kadang tante Melati ikut perjalanan dinas suaminya. walaupun menyebalkan , Alleya anak yang kesepian sepertiku... jadi sedikit banyak aku ikut merasa simpati padanya.
Hari ini kami berencana untuk piknik di pinggir air terjun .. jaraknya agak jauh dari rumah, kita kesana pakai mobil Max dan mobil milik Arthur.. walaupun begitu kami masih harus berjalan kaki selama 10 menit untuk sampai ke air terjunnya.
kebebasanku yang sebenarnya adalah ketika Arthur datang , dia anak laki-laki paling besar di keluarga ini dan dia calon penerus perkebunan.
Drama panjang dengan kakek saat arthur memutuskan untuk kuliah di jurusan Sipil .kakek ingin Arthur sekolah di jurusan pertanian agar bisa meneruskan perkebunan ini. tapi Arthur tidak tertarik . Arthur berkata kalau dia ingin kuliah sipil untuk membangun desa ini. kakek sangat marah dengan keputusan Arthur .. dia tak diperbolehkan sekolah di kota . malamnya Arthur datang ke kamarku dia merencanakan untuk pergi dan menimba ilmu yang dia mau . itu cita citanya semenjak kecil katanya
__ADS_1
" Freya .. apapun yang terjadi kamu harus berada di rumah ini. rumah ini rumah kesayangan mom. walaupun mom sudah tak ada uruslah rumah ini untuk mom"
Aku yang saaat itu masih setengah mengantuk dan berusaha mencerna apa yang dikatakan Arthur
" Kak .. mau kemana jangan tinggalin Freya .. Freya mau sama kakak.. "
" kakak pergi dulu .. sementara Freya di rumah jadi anak baik dan jaga rumah ini untuk mom. nanti kakak sering-sering telpon"
tekat Arthur sudah bulat
__ADS_1
Arthur pergi malam itu dengan seseorang yang tak kukenal. mungkin salah satu pekerja kakek. yang bisa kulakukan hanya memandangnya dari pintu dapur menuju ke belakang kebun tembakau yang luas . menangis dan gemetaran menahan dinginnya angin dan kabut yang turun .Aku terus memandang sampai cahaya senter itu menghilang dan terus bergumam
" kakak .. aku ikut ..." begitu berulang-ulang sambil terus meneteskan air mata
Esok harinya semua orang ramai-ramai mencari Arthur . aku terbangun saat matahari sudah tinggi. kelelahan dan mata sembab karna menangis semalaman ... Aku mengintip di celah pintu yang ku buka sedikit . aku tak ingin keluar . ku tutup kembali pintu kamar dan kembali ke atas kasur memandang kosong ke arah langit - langit
kakek uring-uringan ... berjalan mondar - mandir di ruang baca memarahi banyak pekerja . Saat ini sudah hari ke 4 Arthur menghilang. Dan pada hari ke 7 , ada seseorang yang menelepon kerumah .. Aku tak tahu dia siapa... Aku hanya menguping pembicaraan mereka... kakek sangat marah pada orang itu tapi kemudian melunak dan mengijinkan Arthur untuk sekolah di sekolah teknik
Aku terus menunggu bagaimana kabarnya dengan cemas setiap harinya hingga tak berapa lama Arthur menelepon.. Dia mengabariku bahwa keadaannya baik-baik saja dan akan memulai kuliah yang disukainya dia berkata padaku untuk selalu menuruti apa kata kakek dan meminimalisir sedikit mungkin untuk tidak membuat kakek marah.. Arthur berjanji akan segera kembali saat liburan semester tiba
__ADS_1
Aku bersyukur dalam hati. semua kembali ke keadaan semula . aku hanya harus bersabar sampai tiba saatku agar bisa keluar dari tempat ini .. memulai petualanganku dengan kehidupan yang baru dan memiliki pengalaman untuk melihat keluar , merasakannya sendiri