
Max mengendarai sendiri mobilnya .. tanpa supir . ada banyak hal yang berubah yang kulihat dari diri Max . dia tak se angkuh yang kuingat . tak se pendiam yang ku kenal . walaupun masih tak banyak mengeluarkan suara . tatapan elangnya tak se menusuk yang ku rasakan. aku berkali kali meliriknya .. memperhatikan dengan seksama . berusaha mengingat setiap detail diri Max yang ku rindukan .
" perjalanan kita mungkin akan sedikit jauh , Freya .. "
" kemana kita , Max .. " kataku
" aku ingin pergi ke suatu tempat. . "
aku tak ingin bertanya lebih jauh tempat yang akan Max kunjungi . mungkin urusan bisnis . aku merasa tak sopan jika mengorek lebih jauh .. bagaimana pun aku bukan siapa siapa Max ..
" emmm Max .. kau sudah mendengar tentang kakek? " tanyaku ragu
" ya .. aku mendengarnya dari Arthur .."
" kakak menelepon mu , Max? . aku bahkan baru di beritahu tante yeni tadi .. "
" jangan salahkan kakakmu dia tak ingin mengganggu belajarmu.. " kata Max tak beralih dari jalanan sepi di depan sana .
" aku juga kembali karena ingin menjenguk kakek . kita bereskan dulu urusanku . . kita langsung ke rumah kakek " kata nya datar
aku tak banyak berkata lagi di sepanjang perjalanan yang tersisa . jalanan diluar sepi .. sepertinya kita keluar kota karena jalanan mulai ditutupi banyak pepohonan . perutku berbunyi .. membuatku malu .. dan Max tertawa . dia benar benar tertawa . aku tak pernah melihatnya begitu
" kamu lapar Freya .. "
" emmm err .. kurasa begitu "
" okay .. maaf kita memang sudah lewat jam makan malam . acara kita selalu tak berakhir dengan baik "
aku memandangnya lagi . max terlihat keren dengan setelan jasnya berwarna gelap. jam tangan nya yang terlihat mahal dan elegan melingkar di lengannya yang besar dan kuat
. buku buku jarinya memegang kemudi dengan sebelah tangannya .. terlihat sangat putih dan bersih membuatku ingin menyentuhnya . tapi , aku menahan diri . . aku harus menunjukkan martabat ku sebagai seorang bangsawan
__ADS_1
Max berhenti .. setelah tikungan tajam. aku menatapnya bingung
" Ayo turun Freya .. "
" kita udah sampai , tapi tempat apa ini .. "
" belum .. tapi kita bisa jajan disini "
aku mengikutinya turun . Max parkir dibelakang pembatas jalan . . aku terpana melihat apa yang ada di depanku .. cahaya kelap kelip dari lampu perkotaan di bawah sana . . seperti berada di puncak bukit . angin berhembus kencang .. menerpa kulitku yang berbalut rok tipis . aku memegang pembatas jalan dengan sedikit gemetaran . aku menahan dinginnya udara di luar .. aku melamun .. terpana dengan keindahan malam dan apa yang kulihat di hadapanku .. aku mendongak memandang bintang di langit
" mom.. aku bahagia .. " kataku tanpa sadar
tiba tiba seseorang menyodorkan sesuatu ke depan wajahku , Max .. membuyarkan lamunanku dengan sepotong jagung bakar yang masih panas . asapnya mengepul di depanku . aku mengulurkan tanganku menerima pemberian Max ..
" pegangi dulu , tolong " Max menyodorkan Miliknya untuk ku pegangi . aku memutar tubuhku ke samping , tepat di hadapannya .. melihatnya membuka jasnya dan memakaikannya padaku .. terasa hangat . kemudian dia mengambil Jagung bakar di tanganku dengan sebelah tangan . tangan kirianya melonggarkan dasinya . dia beranjak menuju mobil dan duduk di kap mobil BMW keluaran terbaru miliknya
" duduklah disini , Freya .. kita habiskan ini bersama dan akan melanjutkan perjalanan kita "
aku mengekori nya dan duduk di sebelah Max . hatiku terasa melompat naik turun. ada perasaan menggelitik dalam perutku yang naik menuju dada hanya karena mencium aroma Max yang menempel di Jas miliknya yang kupakai
" lumayan , Freya .. maaf kau sudah dandan cantik malam ini . tadinya aku akan mengajakmu ke resto bagus . tapi , ada berita mendadak yang membuatku harus pergi . tapi, karena aku sudah berjanji padamu, jadi aku mengajakmu tanpa memberitahu sebelumnya "
" ak.. akk. aku ngga masalah kok Max .. bukankah dari dulu aku jago mengekori kalian ? " kataku .
Max cepat menghabiskan Jagung bakarnya . mungkin dia juga kelaparan seperti ku . aku tak bisa menggigiti secepat dia .. aku melirik ke arah Max yang sudah menyandarkan tubuhnya ke atas bertumpu pada kedua lengannya untuk menopang kepalanya . Max memejamkan mata .
" disini .. benar benar bisa melepaskan semua penat di kepala " katanya bergumam ..
" bagaimana dia bisa melepas stress? dia bahkan tak menikmati bintang atau pemandangan di depan sana .. " kataku ber sungut sungut menghabiskan Jagung bakar milikku yang sudah menjadi dingin . tiba - tiba hidungku merasa gatal dan berakhir dengan bersin yang keras sekali
" ayo kita pergi ", kata max bangun dengan cepat " kau bisa Flu lama lama disini "
__ADS_1
Max menarik tanganku.. membuka pintu dengan cepat .. mendorongku untuk segera masuk ke dalam mobil . aku mengikutinya , tak berhenti di sana .. Max membungkuk memakaikan sabuk pengaman juga .. membuat aku dan dia berada sangat dekat . jantungku ingin melompat keluar , berdegup sangat keras .. kurasa .. 100 orang bisa mendengar suara jantungku
Max duduk di bangku kemudinya .. menstarter kembali mobilnya dan bersiap kembali melaju memasang sabuk pengaman sebelum melaju di jalanan yang gelap dan sepi. reflek aku ingin menyalakan musik untuk menutupi debaran jantung ini yang kurasa sangat berisik . . jas milik Max tersingkap memperlihatkan gelang dengan liontin bintang yang kupakai . Max melihatnya dia memandangku
" kau masih menyimpannya? "
" ya.. ini barang berharga milikku " kataku datar
" kenapa .. "
" apanya yang kenapa Max .. "
" tanganmu, aku lihat tanganmu "
tanpa prasangka aku mengulurkan kedua tanganku . tapi langsung kutarik kembali , aku masih memakai cincin tunangan kita . tapi, tangan Max lebih cepat . dia menggenggam lenganku dan menatapku tajam
" kenapa masih kau pakai freya "
" apa? " kataku pura pura bodoh
" apa artinya ini bagimu "
" aku .. akuu . . " aku tergagap tak dapat menjawabnya " ini satu lagi barang penting milikku " kataku .. meluncur begitu saja
" arggghh " max mengerang marah dan mengacak acak rambutnya
" kenapa ga kamu buang aja Freya .. aku .. merasa kamu sudah melupakan semuanya "
" apa maksudmu Max? apa yang harus aku lupakan? " tanyaku bingung
Max memegang bahuku dan memaksaku duduk menghadap ke arahnya ..
__ADS_1
" aku berusaha melupakanmu di Amerika . aku ingat saat terakhir kamu mengusirku .. tapi kenapa kau malah mengingatkanku Pada semua ini .. "
" Maaf Max .. aku ... aku tak bermaksud " aku tak sempat melanjutkan kata kataku. ketika Max mencium ku dengan cepat . ciuman yang hangat dan dalam .. dia mencium ku penuh kerinduan . kepalaku terasa ber pusing . debaran jantungku kembali normal . aku memejamkan mataku .. aku tak ingin berfikir apapun . . tak ingin .. tak ingin kehilangan Max lagi