
aku berjalan perlahan menuruni anak tangga demi anak tangga . Sani berjalan di depanku . menuntunku menuju ruang makan di lantai satu . rambutku masih basah . tetesan airnya terasa membasahi lantai yang ku lalui . aku memandang ke dinding yang di penuhi foto foto lama . foto keluarga Max . banyak yang ingin ku tanyakan pada Max . aku bersemangat untuk menemuinya .
Meja makannya sangat besar , sekitar lima belas kursi di sana . semua yang ada di rumah tak ada yang berukuran kecil atau sedang .
aku duduk di salah satu kursi makan yang berwarna kayu, kursi jati . mejanya dilapisi kaca dan ada bunga bunga di tengah tengahnya . pinggiran mejanya dihiasi dengan ukiran ukiran yang sangat indah . aku menunggu Max datang . masih mengagumi apa yang ku lihat . lalu beberapa orang datang , berbaris . satu orang mengenakan pakaian berwarna hitam beliau sudah agak tua dan yang lain memakai pakaian berwarna oranye muda .
" saya Johana , nona bisa memanggil saya bibi Jo. saya kepala pelayan disini . ", kata wanita paruh baya yang memakai pakaian berwarna hitam itu . " dan ini staf kami . kami sudah di beritahu oleh tuan Tjandrawijaya untuk melayani segala kebutuhan anda ." kata nya lagi
" kemana Max?"
" tuan hanya menitipkan ini untuk nona " kata salah satu pelayan yang datang menghampiriku dan memberikan sebuah kertas yang terlipat . aku membuka isinya dan membacanya
" Freya , aku ada urusan . makanlah yang banyak . mintalah pada bibi Jo untuk memasakkan makanan yang kau suka . aku tak tahu kapan aku bisa kembali . tapi aku akan kembali secepatnya .jaga dirimu baik baik ..
__ADS_1
, Max .."
aku merengut kesal . ini hari pertamaku disini setidaknya aku ingin ditemani karena aku merasa sangat terasing di rumah yang asing bagiku . aku melipat tanganku di atas meja , dan meletakkan kepalaku di atasnya . lama aku bertingkah begitu . hal yang biasa aku lakukan ketika aku sedang bersedih. aku memejamkan mata
bibi Jo mengusap punggungku perlahan .
" nona ayo kita beristirahat di dalam saja . dingin disini . anda bisa sakit "
aku membuka mataku . melihat makan malam yang sudah dingin di hadapanku .
bini Jo memandangku dengan rasa sayang yang terlihat dari matanya . membuatku teringat bibi Ann di rumah . membuat mood ku semakin turun . aku masuk ke dalam selimut . masih dalam posisi duduk . Sani masih berdiri disebelah ku .
" ada yang anda butuhkan Nona? "
__ADS_1
" tidak Sani , terimakasih mungkin aku hanya lelah " kataku
" ini , ada titipan lain dari tuan ." katanya sambil menyerahkan sesuatu . sebuah ponsel .
" ini apa? " tanyaku
" ini ponsel , nona . baru ada satu kontak . itu kontak tuan . anda bisa menghubungi tuan jika anda mau " kata Sani lagi
" letakkan saja di sana , Sani ." kataku acuh " aku mau tidur "
aku melorot dan bergelung di bawah selimut .
" saya ada di ruangan sebelah ,nona . saya akan tidur di sana sementara . jika anda membutuhkan sesuatu anda bisa memanggil saya ."
__ADS_1
" okay Sani, terimakasih " kataku masih berada di dalam selimut . aku merasa sangat kuatir, merasa sangat ketakutan di ruangan yang sangat besar . terasa dingin , dan aku sendirian disini . baru beberapa jam tapi aku sudah sangat merindukan rumah . aku mengeluarkan kepalaku . berpegang erat pada selimutnya . memandang ke langit langit yang juga berada sangat jauh . membayangkan wajah wajah orang yang biasa hidup bersamaku . Arthur , aku tak sempat berpamitan padanya karena dia tak mau menemui ku .. aku berbalik , mencoba untuk tidur . dan berharap besok aku bisa melakukan sesuatu untuk diriku atau untuk Max . karena biar bagaimanapun aku bisa berada disini karena aku adalah tawanan Max .