Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
episode 24


__ADS_3

aku berjalan perlahan menuruni anak tangga demi anak tangga . Sani berjalan di depanku . menuntunku menuju ruang makan di lantai satu . rambutku masih basah . tetesan airnya terasa membasahi lantai yang ku lalui . aku memandang ke dinding yang di penuhi foto foto lama . foto keluarga Max . banyak yang ingin ku tanyakan pada Max . aku bersemangat untuk menemuinya .


Meja makannya sangat besar , sekitar lima belas kursi di sana . semua yang ada di rumah tak ada yang berukuran kecil atau sedang .


aku duduk di salah satu kursi makan yang berwarna kayu, kursi jati . mejanya dilapisi kaca dan ada bunga bunga di tengah tengahnya . pinggiran mejanya dihiasi dengan ukiran ukiran yang sangat indah . aku menunggu Max datang . masih mengagumi apa yang ku lihat . lalu beberapa orang datang , berbaris . satu orang mengenakan pakaian berwarna hitam beliau sudah agak tua dan yang lain memakai pakaian berwarna oranye muda .


" saya Johana , nona bisa memanggil saya bibi Jo. saya kepala pelayan disini . ", kata wanita paruh baya yang memakai pakaian berwarna hitam itu . " dan ini staf kami . kami sudah di beritahu oleh tuan Tjandrawijaya untuk melayani segala kebutuhan anda ." kata nya lagi


" kemana Max?"


" tuan hanya menitipkan ini untuk nona " kata salah satu pelayan yang datang menghampiriku dan memberikan sebuah kertas yang terlipat . aku membuka isinya dan membacanya


" Freya , aku ada urusan . makanlah yang banyak . mintalah pada bibi Jo untuk memasakkan makanan yang kau suka . aku tak tahu kapan aku bisa kembali . tapi aku akan kembali secepatnya .jaga dirimu baik baik ..

__ADS_1


, Max .."


aku merengut kesal . ini hari pertamaku disini setidaknya aku ingin ditemani karena aku merasa sangat terasing di rumah yang asing bagiku . aku melipat tanganku di atas meja , dan meletakkan kepalaku di atasnya . lama aku bertingkah begitu . hal yang biasa aku lakukan ketika aku sedang bersedih. aku memejamkan mata


bibi Jo mengusap punggungku perlahan .


" nona ayo kita beristirahat di dalam saja . dingin disini . anda bisa sakit "


aku membuka mataku . melihat makan malam yang sudah dingin di hadapanku .


bini Jo memandangku dengan rasa sayang yang terlihat dari matanya . membuatku teringat bibi Ann di rumah . membuat mood ku semakin turun . aku masuk ke dalam selimut . masih dalam posisi duduk . Sani masih berdiri disebelah ku .


" ada yang anda butuhkan Nona? "

__ADS_1


" tidak Sani , terimakasih mungkin aku hanya lelah " kataku


" ini , ada titipan lain dari tuan ." katanya sambil menyerahkan sesuatu . sebuah ponsel .


" ini apa? " tanyaku


" ini ponsel , nona . baru ada satu kontak . itu kontak tuan . anda bisa menghubungi tuan jika anda mau " kata Sani lagi


" letakkan saja di sana , Sani ." kataku acuh " aku mau tidur "


aku melorot dan bergelung di bawah selimut .


" saya ada di ruangan sebelah ,nona . saya akan tidur di sana sementara . jika anda membutuhkan sesuatu anda bisa memanggil saya ."

__ADS_1


" okay Sani, terimakasih " kataku masih berada di dalam selimut . aku merasa sangat kuatir, merasa sangat ketakutan di ruangan yang sangat besar . terasa dingin , dan aku sendirian disini . baru beberapa jam tapi aku sudah sangat merindukan rumah . aku mengeluarkan kepalaku . berpegang erat pada selimutnya . memandang ke langit langit yang juga berada sangat jauh . membayangkan wajah wajah orang yang biasa hidup bersamaku . Arthur , aku tak sempat berpamitan padanya karena dia tak mau menemui ku .. aku berbalik , mencoba untuk tidur . dan berharap besok aku bisa melakukan sesuatu untuk diriku atau untuk Max . karena biar bagaimanapun aku bisa berada disini karena aku adalah tawanan Max .


__ADS_2