Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 117


__ADS_3

Udara pagi yang segar masih menggantung di udara saat aku sudah siap dengan barang bawaanku .. Beberapa pelayan pria datang dan membawa tas dan perlengkapanku untuk di bawa ke lantai satu dan menyimpannya di bagasi mobil . Aku menyisir rambutku sekali lagi .. menguncirnya dengan model ekor kuda . Aku sudah siap dengan kaos polos berwarna hijau toska berlogo merk ternama kecil di atas dada .. memakai celana jins ketat berwarna gelap dan memakai sepatu kets berwarna hitam .Aku memakai arloji ku dan menyemprotkan parfum ke kedua pergelangan tanganku dan leher .. Aku memandang berkeliling ke arah kamarku sebelum memutuskan benar benar pergi ,


Aku tak melihat Max pagi ini . Apakah dia tak akan mengantarku .. aku sedikit kecewa namun aku memastikan diriku, aku tak pergi untuk selamanya dan aku sudah mengirimkan pesan padanya dimana alamat tempat yang akan aku datangi .


Aku menyelesaikan sarapanku dengan cepat, Bibi Jo memberikan kotak bekal padaku langsung sebelum aku berangkat  , mengantarku hingga ke lobby depan


“ Jaga dirimu , Nona .. makan dengan teratur .. istirahat yang cukup dan cepatlah kembali kemari “


Aku mengangguk dan tersenyum . bibi Jo yang dengan sabar menemaniku selama ini , mengajariku bagaimana cara memasak yang benar .. memarahiku namun juga memberi perhatian yang lebih padaku .. dia sudah cukup tua untuk menjadi kepala pelayan di rumah ini dengan segala tanggung jawab yang dia pegang .Aku selalu menganggapnya seperti keluargaku .. mengingatkanku seperti bibi Ann yang membesarkanku .. merawatku denngan sabar dan menemaniku disaat aku kesepian .. mereka orang orang baik yang selalu ada untukku


“ Aku pergi dengan Sani .. bibi Jo .. jangan kuatir .. keterampilan Sani sebanding dengan 10 pelayan “ kataku , mengedipkan mataku dan tertawa . “ aku akan pergi sekarang .. sampaikan salamku pada Max . Aku tak melihatnya pagi ini .. apakah dia ada rapat pagi? Sehingga tak bisa mengantarku? “


“ Tuan berangkat subuh tadi . beliau tak mengatakan apa apa nona .. “


“ Baiklah bibi Jo .. aku akan berangkat sekarang "


Bibi Jo memelukku dan aku masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah terbuka dari 10 menit yang lalu .. paman Jonny menungguku dengan sabar .


Aku melambaikan tanganku sebelum berangkat dan kami berlalu dari rumah megah ini . Sani duduk di depan bersama paman Jonny dan aku duduk di belakang sendirian .. menatap langit yang cerah pagi ini.


\~\~\~


Semalam .. di paviliun belakang .. aku sedikit berdebat dengan Max yang memaksaku untuk


membawa Sani bersamaku .. menemaniku . Awalnya dia memaksa menyuruh supir untuk mengantarkanku dengan mobil atau menyewa bus pribadi untukku agar aku merasa nyaman dan tak merasa kelelahan di sepanjang perjalanan . namun aku bersikeras .. aku ingin pergi  seperti rencanaku di awal .. terihat jelas di wajahnya yang tak menyukai ideku .


“ kau tak tahu apa apa tentang buruknya kereta ekonomi . tak nyaman dan membuatmu dua kali kelelahan dari kereta super eksekutif . aku bahkan akan membeli tiket satu gerbong agar kau merasa nyaman , Freya .. tapi, kenapa kau bersikeras untuk menyiksa dirimu ? tidak .. aku tak akan membiarkanmu pergi sendiri .. aku tahu

__ADS_1


daerah itu “


“ Max .. lihat aku “ kataku padanya memaksanya melihat jauh kedalam mataku .. aku mengerutkan alis . “ Aku bukan remaja berumur belasan tahun yang akan melakukan sesuatu yang berbahaya tanpa pikir panjang . plisss .. liat aku .. aku sudah dewasa sekarang .. aku bisa memperhitungkan segala kemungkinan terburuk dan aku dapat bertanggung jawab terhadap diriku sendiri “ kataku kesal


Max menyentuh ujung rambutku dan kemudian melepaskannya kembali


“ Aku tak menganggapmu anak kecil lagi, Freya .. aku hanya menghawatirkanmu .. kau belum pernah melakukan perjalanan seperti itu sebelumnya . dan itu bukan sesuatu seperti yang kau bayangkan “


“ kau meremehkanku , Max “ Aku melipat tanganku di dada .. kesal


“ Baiklah .. aku menyerah .. “ katanya mengangkat kedua tangannya ke atas “ tapi


aku punya permintaan “ menurunkan tangannya lagi


“ Apa ? “ tanyaku penasaran


“ Sani ? “ tanyaku


“ Ya .. aku tahu daerah itu .. bahkan dari stasiun kereta api ke tempat itu masih sekitar 3 jam lamanya .. membelah gunung dengan jalan yang tak rata .. lebih dekat jika kau harus pergi ke perkebunan kakek . disana .. jangan mengharapkan jalan beraspal “


Aku terdiam dan menatapnya .. “ Baiklah .. aku akan pergi bersama Sani .. “ kataku menyerah


“ Kau belum memberitahuku dari mana kau dapat rekomendasi tempat itu?


“ Salah satu teman kampusku .. dia yang akan menjemputku disana “


Max mengangguk .

__ADS_1


“ Aku tak akan tinggal selamanya disana Max .. kenapa sesulit itu melepaskanku pergi ? “


“ Tidak ..aku tak akan menahanmu.. aku juga punya banyak pekerjaan .. aku sudah mengaturnya dengan Sofia , mungkin aku juga akan keluar negeri selama beberapa hari .. “ katanya cepat dengan memalingkan wajahnya


“ hmmmmm .. baguslah kalau begitu . Apa kau pergi dengan Julius untuk perjalanan bisnismu? “


“ Julius punya jadwal di Singapura .. salah satu kantor cabang kami bermasalah disana . dia akan pergi untuk membereskannya . “


“ lalu? “ tanyaku penasaran


“ mungkin aku akan pergi dengan Sofia .. dia biasa mengatur jadwalku dan bekerja professional seperti Julius . Aku dapat mengandalkannya .. “


Aku cemberut mendengar nama rubah itu di sebut . namun aku harus tetap tenang menanggapinya


“ Kau akan kemana kali ini , Max ? “


“ Hongkong .. aku harus kesana . beberapa klien harus bertemu denganku .. "


“ Baiklah semoga bisnismu berjalan dengan baik disana “


Max mengangguk angguk mengiyakan . entah kenapa aku merasa kesal .. semoga rubah


itu tak menggodanya .. namun dia punya banyak kesempatan .. di kantor .. saat perjalanan bisnis .. apakah Max akan tergoda? Aku menepisnya .. bukankah mereka bekerja sama selama bertahun tahun? Dan Max sama sekali tak tergoda .. apa aku harus bertanya pada Julius ? tidak .. itu memalukan .. ughh ini sungguh mengesalkan .


“ Apa yang kau fikirkan Freya? “


“ Ahhh .. tidak Max .. aku hanya membayangkan bagaimana perjalananku besok .. “ kataku menurunkan tanganku .. aku punya kebiasaan menggingiti ujung kuku ku jika merasa gugup

__ADS_1


“ Kalau begitu .. ayo kuantar kau ke kamar , kau harus beristirahat .. karena besok akan melakukan perjalanan panjangmu” Max bangkit .. mengulurkan tangannya untuk membantuku .. aku menatap tangannya yang terarah kepadaku .. aku menyambutnya .. dia mengantarku ke kamarnya .. dengan menggenggam tanganku ..


__ADS_2