Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 62


__ADS_3

aku mendetangar suara Max yang memanggilku dan memegangi wajahku dengan kedua tangannya yang besar . ingin rasanya aku membuka mataku tapi terasa sangat berat ,, aku merasa snagat mengantuk ,, mendengar suara pintu mobil yang terbuka dan Max yang membuka sabuk pengamanku yang membuatku jatuh terkulai ., aku merasa sangat tak berdaya . ada apa dengan tubuhku ,, aku masih mengingat hangatnya tubuh Max saat mendekapku dalam gendongannya , kemudian aku tak lagi merasakan apapun


 


...


aku berjalan dalam kegelapan .. di antara lorong lorong dengan banyak pintu kamar yang sudah boborok , aku sangat ketakutan .. suara gemericik air dari tetesan dan genangan di setiap langkah yang ku lewati ,, di mana aku .. Max, Arthur, Julian , Nathan .. aku memanggil mereka semua satu persatu tapi tak ada yang menjawab .. aku menoleh ke belakang ,, lorong gelap itu ,, menakutiku .. aku berjalan lagi semakin masuk ke dalam .. dimana aku ,, aku hampir menangis tapi berusaha kuat ,, kami sedang main petak umpet tadi , jadi jika aku menemukan mereka dalam keadaan ketakutan dan menangis , mereka pasti mengolok olokku aku tak mau itu sampai terjadi 


    Rokku yang berwarna putih sudah basah di bagian bawahnya karena cipratan air yang tergenang di sepanjang jalan yang ku lalui . aku mencari pintu  tadi ku lalui tapi aku malah tersesat semakin masuk ke dalam rumah yang sudah sudah hampir runtuh .. cahaya yang terlihat remang remang masuk dari sela sela atap dan tembok yang sudah rusak , dindingnya di tutupi lumut dan sangat kotor ,, aku harusnya mendengarkan kata mereka untuk menjauhi rumah ini , rumah bangsawan tua yang kaya namun tak memiliki penerus jadi sampai akhir hayatnya dia habiskan di panti jompo isu yang beredar ada harta karun di dalam rumah ini . uh, aku ditipu empat musang itu 


    aku kembali memanggil mereka .. suara ku bergema membuatku semakin ketakutan , alih alih mendapatkan harta aku bisa bertemu hantu di sini . sinar matahari yang masuk semakin condong ke barat , hari sudah semakin sore . aku sampai di ujung lorong dan tak ada pilihan lain selain membuka pintunya , tapi apa yang kulihat membuatku bergidik .. seseorang yang ku kenal .. Camelia ..  teman baik tante Yeni yang sering ku temui, yang sering memberiku coklat manis dan permen susu yang kusuka , berdiri di hadapanku dalam keadaan tergantung. Tante Camelia bunuh diri ,, aku menjerit dengan suara keras .. dan tak sadarkan diri


...


aku berteriak dan terbangun kemudian duduk di atas kasur yang empuk, menangis ,, menutupi wajahku dengan kedua tanganku


    " Freya kau baik baik saja ? "


aku menoleh ke seseorang di sebelahku yang memandangku dengan tatapan cemasnya ,. Max ,, dia mengambilkanku air putih dan duduk diatas ranjangku separuh kakinya menjuntai di kebawah


    " Aku bermimpi Max .. terasa sangat nyata ,, mimpi kita bermain petak umpet di rumah bangsawan tua "


    Raut wajah Max menegang ,, lama sebelum kembali melembut .

__ADS_1


    " lupakan Freya .. itu hanya mimpi "


    " rasanya nyata Max ,, itu sangat menakutkan ,, " kataku kembali menangis


    Max memelukku sebelum semua orang berkumpul di kamarku . aku berada di rumah kakek .. aku memandang semua orang yang mengelilingiku dengan cemas , tak lama dr Robert datang .memeriksa keadaanku dan memberitahuku kalau ini hari ketigaku yang akhirnya bangun , kata dokter aku mengalami syok berat . aku merasa baik baik saja . setelah dr Robert pergi, aku meyakinkan semua anggota keluarga bahwa aku baik baik saja kemudian yang terakhir ..  bibi Ann masuk dan menanyakan kabarku membawakan coklat panas kaesukaannku .. sambil berkata


    " Tuan Muda Tjandrawijaya yang menemani nona .. selama tiga hari ini , tidur di kursi yang sama sekali tak nyaman .menemani nona dengan setia bahkan ketika nona mengigau, dengan sabar tua Muda tjandrawijaya merawat Nona. Tuan Muda sangat kuatir bahkan tak mempan bahkan ketika dibujuk oleh Tuan Muda Brawijaya sendiri "


    aku memandang bibi Ann yang memandangku dan menoleh ke arah pintu ,, aku bangkit dengan dibantu bibi Ann berjalan ke arah pintu , mengintip Max yang bediri di lorong bersandar pada dinding kamarku . tertunduk menatap lantai , tangannya di masukkan ke dalam saku celana denimnya dan tangan yang sebelah lagi mengusap rambutnya dengan gusar


    " Max .. " kataku perlahan


Max menoleh dan memandangku sejenak sebelum buang muka dan mengeluarkan bungkus rokok dari dalam saku celananya


    " Max . boleh aku minta bantuan sekali lagi ? "


    max berhenti melangkah dan menoleh .. bibi Ann melewati kami sambil tersenyum penuh arti . aku melangkahkan kakiku menuju ke arahnya


    " bolehkan, .. kalau kau tak keberatan .. temani aku sampai aku tertidur . aku masih merasa takut "


   Max menatapku bimbang , aku menyentuh lengan bajunya . Max meraih tanganku dan mengangguk mengikutiku kembali kedalam kamar .. duduk kembali di kursi sempit dan tak nyaman . menyilangkan tangannya di dada dan memandangku tanpa kata ,, mengambil buku yang terbuka dalam keadaan terbalik menandakan kalau buku itu sedang dia baca . aku merebahkan diriku memandang langit langit kamar sebelum memutuskan memutukan berbaring kearahnya , memandang wajahnya yang keras dan tegas yang terlihat menawan dengan bukunya .. aku tersenyum untuk diriku sendiri dan mencoba memejamkan mata


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2