
Semua orang sudah berkumpul di ruangan kakek . Tak ada keceriaan di wajah mereka . hanya wajah sedih dan sendu yang terlihat . kakek terbaring lemah disana … kondisinya sudah sedikit stabil .. kakek memandangi kami dengan wajah sendunya … berkata dengan suara gemetar dan lirih pada kami yang berada di sana …
“ Jangan nangis .. jangan ada air mata .. kakek jadi sedih .. sekarang kakek sudah tak malu lagi jika bertemu dengan nenek .. “
Seketika tangisku tumpah .. seseorang medekap lenganku .. Arthur .. walaupun terdiam , aku juga merasakan kesedihan luar biasa yang juga di rasakan oleh nya .Semua orang berkumpul .. Max, Julius,Nathan , Bahkan Alleya datang sore tadi dengan tante Melati dan suaminya . Keluarga inti kami sudah lengkap terkumpul .. berbincang .. sambil menemani kakek . Aku .. secara fisik dan batin aku sudah sangat kelelahan dan aku hanya terduduk disana bagai boneka yang kosong tanpa jiwa .. aku memandangi Nathan dan Max sesekali .. Ada jutaan kata kata yang ingin ku tanyakan pada mereka . Namun keadaan yang membuatku harus menunggu dan itu membuatku sangat kesal . Aku mengecek keadaan kakek .. dan ini sudah pukul sepuluh malam . keluarga non inti mulai meninggalkan ruangan untuk kembali ke penginapan yang letaknya tak jauh dari rumah sakit , sempat ku perhatikan tadi .. antara Nathan dan Alleya ada kecanggungan di antara mereka .. namun aku tahu mereka saling menahan diri karena \ bertemu disaat yang benar benar tidak tepat .
Aku menghapus air mataku dan berjalan keluar kamar setelah ku memastikan kakek tidur dengan nyaman.
“ kau mau kemana Frey? “ Tanya Arthur yang sedari tadi duduk di sebelahku , memelukku .. yang sama sekali tak pernah dia lakukan selama ini
__ADS_1
“ Aku keluar sebentar kak .. hanya di sini dilantai ini , di depan sana . “ kataku sambil menunjuk ke arah luar kamar.
Aku berjalan melintasi ruangan mengambil minuman kaleng dan berjalan perlahan keluar ruangan . Aku tertunduk melintasi lorong panjang .. tak banyak ruangan yang di sediakan di lantai ini .. dalam lorong sepanjang kurang lebih 30m, aku hanya memperkirakannya .. tak dapat menebaknya dengan pasti .. ruangan VVIP yang di sediakan hanya berjumlah enam kamar , karena memang rumah sakit ini menyediakan ruangan yang besar dengan
kelengkapan seperti apartement mini ,, nyaman dan sangat hommy
Aku melangkahkan kaki ku ke ujung lorong , disana disediakan view memandangi kota metropolitan yang indah yang diselimuti langit malam dan lampu kota yang menyala . Anginnya bertiup kencang dan aku memakai topi dari jaket yang ku pakai , aku merasa tubuhku menggigil .. bukan karena kedinginan atau angin yang menerpa tubuhku .. namun karena diriku ..kelelahan hingga merasa tak sanggup lagi untuk melalui semua ini . Aku membuka tutup kaleng dengan sedikit emosional .. meneguk isinya yang berperisa jeruk dengan cepat .. memandangi kota di bawah sana dengan kesal .. memandang langit dan sibuk bertanya permainan macam apa yang harus aku lalui .
“ apa yang kalian lakukan disini ?” tanyaku sengit
__ADS_1
“ kami mencari udara segar .. sepertimu .. hanya mengikutimu .. “ kata Nathan dengan senyum khasnya
“ dan kau ? “ tanyaku menatap Max
Dia tak menjawab pertanyaanku hanya mengangkat kaleng minumannya dan berbalik menatap kota di bawah sana , cuek ..Aku menghela nafas berat beranjak dari dudukku dan meninggalkan mereka itu disana .
“ Freya .. tunggu “ kata Nathan dengan suara tertahan .. menyadari ini bukan taman ,.. ini rumah sakit . Aku mengabaikannya .. berjalan dengan cepat menghindari mereka
“ tunggu .. “ Nathan meraih lenganku “ Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu “ .. katanya menarik tanganku dan menyandarkanku ke tembok terhalangi oleh tubuhnya yang dua kali lipat lebih besar dengan tubuhku dan membuatku terpaksa menatap jauh kedalam matanya .
__ADS_1
Aku mengalihkan wajahku dan yang terlihat di ujung sana .. Max .. di tempat yang sebelumnya.. dia menatapku dengan tatapan yang belum pernah ku lihat sebelumnya ..