
aku bangun pagi pagi sekali .. padahal aku.tidur sangat larut .. aku kepikiran Max kutahan semalaman agar aku bisa tahu keadaannya pagi ini mumpung para gadis masih tertidur . aku menuju kamar mandi .. menyalakan keran bathup agar airnya menghalangi ketika aku berbicara
aku menelepon Max .. tak ada jawaban . . sampai ke tiga kalinya dan aku menyerah .. aku masuk ke dalam bathup dengan kesal . menenggelamkan diriku di air hangat .. berharap bisa menenangkan diriku
aku terus mencoba menelepon Max . saat sarapan saat semua waktu yang bisa ku gunakan untuk meneleponnya tapi tak tersambung .. aku uring uringan dan menyimpan kembali handphone pemberian Max ke lemari disebelah tempat tidurku , kemudian turun ke bawah mengikuti para gadis bermain di taman labirin besar yang membingungkan
malamnya para gadis tak lagi tidur di kamarku mereka memilih ruangan untuk diri mereka sendiri ..
aku kembali ke kamar dengan lelah . . iseng aku kembali mengecek handphone .. ada panggilan tak terjawab dari Max .. aku buru buru menelepon balik dirinya .. menunggu dengan jantung berdebar tiap nada menunggu yang terdengar .. sampai akhirnya aku mendengar suaranya di ujung sana
" halo .. Freya "
" Max .. " suaraku tertahan memanggilnya saja sudah terasa sangat berat bagiku
" ada apa Freya .. apa kau sakit . suaramu seperti tak sehat " tanya Max diujung sana
" Gak Max .. aku baik baik aja . aku cuman ingin tanya .. kenapa kau pergi gitu aja ga bilang ke aku . kapan kamu pulang? "
" aku .. aku gak akan pulang untuk waktu yang lama , Freya .. " kata Max datar
__ADS_1
" apa maksudmu Max .. apa ini semua karena aku? " aku mulai terisak tak sanggup lagi mendengar tiap kata yang diucapkannya
" aku memutuskan ke Amerika , Freya maaf ga sempet berpamitan "
" kenapa kamu pergi .. apa ini gara gara kata kata aku yang kemarin ?? aku minta maaf Max . pulanglah .. maafin aku .. "
" ini udah jadi keputusanku Freya .. rumah itu .. tinggallah di sana kalau kau memang menghormati ku . properti itu milikmu .. "
" apa maksudnya Max .. "
" entah kapan aku kembali , dan kamu ga harus nunggu aku . aku tahu tentang ini semua .. kita hanya status yang mengikat . mulai saat ini kamu bebas ngelakuin apapun yang kamu suka . dan selamat ya , atas diterimanya kamu .. sayonara Freya .. "
" kak .. kakak .. "
aku memasuki kamar Max dengan tergesa gesa tanpa mengetuk pintunya
" apa Freya .. biasa aja ga usah panik .. ada apa ", jawab Arthur tanpa pengalihkan pandangannya dari televisi dan video game yang dia mainkan . aku berjalan mematikan televisinya dengan kesal . Arthur kesal dan memandangku tapi tatapannya berubah menjadi rasa sayang
" kamu nangis Freya .. ada apa?? "
__ADS_1
aku duduk di sebelah Arthur
", kak .. apa kakak tahu kemana Max pergi? "
" Max pergi?? kemana?? " Arthur kebingungan dan langsung mengambil handphone sepertinya dia menelepon Max
aku menunggunya dengan tatapan kuatir dan wajah sembab . pandanganku mengikuti Arthur yang berjalan hilir mudik di depanku ..
mematikan teleponnya setelah beberapa saat dan duduk di samping ku lagi , aku memandangnya dengan tatapan penuh pertanyaan
" Max .. dia pergi ke Amerika Freya .. "
" iya aku tau itu kak .. tapi kenapa tiba tiba ? "
" bisnis nya kacau setelah kematian ayahnya .. jadi dia menyelesaikan urusannya di sana dan akan kembali "
" kapan dia pulang kak .. " tanyaku lagi
" dia ga bilang kapan Freya . dia cuman titip pesan supaya kamu sekolah dengan rajin . dan dia minta maaf ke aku juga ke kamu "
__ADS_1
aku sudah tak tahu harus bagaimana lagi . setelahnya aku hanya bisa menangis sedih sepanjang malam . entah kenapa aku menangisi orang yang harusnya keberadaannya yang tak ada membuatku bahagia .