
aku merosot ke lantai , terduduk pandangan mataku kosong . aku merasa pusing dan tak tahu apa yang terjadi kemudian .
aku terbangun di atas tempat tidurku, aku melihat tante yeni tidur terduduk ,badannya berada di kursi , kepalanya berada di ranjangku dan tangannya memegang tangan kiriku. aku menggerakkan tangan kananku.mengucek mataku dan menengok melihat jam di dinding , pukul dua dinihari. aku menghela nafas . pandanganku tertuju pada kelambu ranjangku , berwarna biru dan lampu lampu kecil, lampu natal berwarna kuning yang menyala berkelap kelip . aku menggeser tubuhku , membuat tante yeni terbangun.
" Freya sudah bangun? " tanyanya . aku tak menjawab pertanyaanya melihatnya dengan padangan tak percaya , aku kesal tapi aku tak bisa membencinya . aku menyalahkannya tapi aku tak dapat membalasnya . aku memalingkan wajah dan mulai menangis . tante Yeni kaget dan meremas tanganku , beliau panik dan memanggil bibi Ann .
" aku tak apa tante hanya benar benar ingin menangis " kataku di sela isak tangisku
" maafkan tante maafkan tante maafkan tante " katanya terus menerus menangis di tanganku . air matanya mengenai punggung tanganku , terasa hangat
tak lama bibi Ann datang . aku bangkit dan berkata
" bibi ann antarkan tante yeni ke kamarnya . tante ,aku baik baik aja . istirahatlah tante " kataku padanya
bibi ann mengantarnya kembali ke kamar . aku menangis tersedu sedu entah mengapa hatiku terasa sakit . bibi ann kembali menuangkan segelas teh dan memberikannya padaku . aku menerimanya
" tante yeni .. dia yang menyebabkan orang tua dan adikku meninggal bi.. " kataku dengan tatapan kosong seolah berkata pada diriku lagi . bibi ann terdiam
" istirahatlah nona . saya akan menemani nona disini sampai tertidur "
" apa bibi tau mengenai kejadian 14 tahun lalu? " tanyaku dalam posisi sudah kembali tidur dengan telentang , dibawah selimut
" bisa dikatakan begitu , nona "
__ADS_1
" apa yang terjadi hari itu "
" maaf nona saya dilarang oleh tuan besar untuk mengungkit kejadian ini "
" tapi kakek ga ada disini bi, kasi tau aku " kataku berteriak putus asa .
" saya sudah berjanji nona , maafkan saya "
aku membalikkan badan dan menangis tersedu sedu sampai akhirnya jatuh tertidur kembali
aku bangun , matahari sudah meninggi . sarapan tersedia di samping tempat tidurku , aku sungguh tak berselera .memutuskan mengabaikan nya , pergi mandi dan mencari Arthur . dan seperti yang kuduga arthur berada di ruangannya
" Arthur aku memutuskan akan bertunangan dengan Max . " kataku berteriak sambil membuka pintu ruang kerjanya , tapi betapa kagetnya aku ketika aku sadar arthur tak sendiri dia bersama teman temannya yang memandangku dengan tatapan tak percaya
" hey jauhkan tanganmu dari adikku .. " bentak Arthur tapi Max mendekatiku dan merebutku dari tangan Julius .
" dia milikku , " kata Max datar
" woaaaa .. " Nathan mendekat " selamat guys .. aku ga habis pikir sejak kapan kalian akrab? aku sangat kaget ketika melihat berita kalian tempo hari " nathan menjabat tanganku dan melepaskannya dengan cepat, mengangkat kedua tangannya seraya memundurkan tubuhnya menjauh .
" kalian sudah baikan? " tanyaku bingung
" tak baik bertengkar terlalu lama " sahut arthur . " dan apa yang kau lakukan disini Freya ? "
__ADS_1
" dia bilang dia setuju menjadi calon istriku. aku menang, James . kau bisa meninggalkan Cleo "
" benarkah itu Freya , orang barbar ini ga maksa kamu ? "
" ga kak .. itu serius " kataku mantap sambil perlahan menjauhkan diriku dari Max
arthur terdiam beberapa lama . Max mengajakku keluar dari ruangan arthur menuju taman belakang
" so , Freya .. apa maksudnya ini, jelaskan padaaku " kata max memandangku tajam sambil melipat kedua tangannya di dada
" ku bilang aku setuju menjadi calon istrimu itu. aku ingin membantunya menyelesaikan masalah keluarga ini "
" apa kau sudah memikirkan ini dengan matang?"
" sebenarnya tidak dan iya "
" tidak dan iya?? " katanya bingung
" aku tak menyukaimu Max . orang yang dingin. tapi aku bersedia walaupun menjadi tahananmu atau menjadi budakmu selamanya aku tak ingin Arthur menderita karena harus menikah dengan orang yang tak baik " kataku tak berkedip
Max terdiam dan ketawa sinis beberapa detik kemudian . mendekatiku yang berdiri di hadapannya
" maka mulailah dengan ini, biasakan dirimu freya " kata max mulai menciumku . aku memejamkan mata membiarkannya melakukan itu padaku
__ADS_1