Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
episode 54


__ADS_3

aku berjalan tertatih - tatih menuju sebuah akar pohon tak jauh dari tempatku terjatuh tadi .. terduduk dan yang bisa kulakukan hanyalah menangis .. berlinang air mata .. memeluk lutut ku yang terasa sakit luar biasa . darahnya mengalir mengotori rok yang ku pakai berwarna biru muda yang sudah berubah menjadi kecoklatan karena debu yang menempel saat aku terjatuh tadi . aku mengelap darahnya dengan ujung rokku dengan hati hati . aku sudah berhenti menangis .. tidak bisa mengeluarkan air mata lagi lebih tepatnya .. aku bersandar di dahan pohon yang keras .. memejamkan mataku yang berat karena bengkak dan aku mulai merasa pusing .


" hei .. hei !!! " sebuah suara mengagetkanku aku membuka mataku dengan berat .. menggosok gosok nya dengan kasar . karena kesal mataku susah untuk dibuka .. cahaya silau membuat mataku terasa perih


" siapa ... " kataku dengan suara parau . aku merasa sangat kehausan sekarang . ternyata aku tertidur .. wajahku terasa sakit karena tertidur di rumput yang kasar ..


" hei bangunn .. " lagi lagi seseorang dengan suara kasar itu , menggangguku . aku bangun dengan bersusah payah . badanku terasa remuk redam . aku bahkan sulit menggerakkan kakiku


" aewwww .. " kataku reflek . aku akhirnya bisa membuka mataku dengan sempurna walaupun terasa perih betapa kagetnya aku seseorang berjongkok tepat di hadapanku .. aku menyipitkan sedikit mataku yang bengkak . aku tak tapat melihat dengan jelas wajah orang yang berada di hadapanku .. dia membelakangi cahaya


" siapa kau? " tanyaku


" apa yang kamu lakuin disini? " kata nya balik bertanya


" itu sakit? " katanya lagi sambil menunjuk lututku " kamu kotor banget ? "

__ADS_1


aku mengangkat lenganku menutupi mata ku dari pantulan cahaya yang menyilaukan .. agar bisa melihat lebih jelas orang yang berbicara denganku saat ini . aku melihat seorang anak laki laki , dengan pakaian terbagus dan sepatu termahal yang pernah aku lihat .


" ini sakit " kataku memeluk lutut , tak perduli


" tunggu disini .. tempatku piknik ga jauh dari sini " katanya lagi


aku memandang heran ke arah anak laki laki yang terlihat sedikit lebih tua dariku yang berlalu di balik pohon yang bersandar .


aku menyandarkan kepalaku yang sedikit terasa pusing . mungkin karena aku belum makan dan karena terlalu banyak menangis . tak lama dia kembali lagi membawa kotak berwarna coklat . dia membuka kotaknya dan mengaduk aduk isinya mengeluarkan sebuah kain berwarna putih bersih kemudian membuka botol berisi cairan berwarna kuning dan menuangkan isinya keatas kain putih tadi


" ini ga akan sakit .. untuk membersihkan luka .. rasanya dingin .. sini aku obati "


dia mengeluarkan plester . mengeluarkan antiseptik dan lain lain yang sama sekali tak ku ketahui fungsinya .


" nah .. beres .. rumahmu dimana ? mau ku antar ", katanya berkata sambil menopang kan salah satu tangannya ke atas kaki nya yang di tekuk dan kaki yang datu lagi berlutut menopang tubuhnya

__ADS_1


aku menggelengkan kepalaku lemah mendengar tawarannya . anak laki laki di hadapanku menghela nafas . membereskan alat alat tadi dan memasukkannya kembali ke dalam kotak dan menyodorkannya padaku


" nih di bawa kamu aja . aku ga butuh ini .. " katanya seraya berdiri dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana pendeknya


aku tak menjawab kata katanya menerima begitu saja pemberiannya dan memeluk kotak itu di dada .


" pulanglah .. udah mau malem " katanya cuek


aku memandangnya kosong .. aku menekuk kakiku yang tak beralas . anak laki laki di hadapanku memandangiku sejenak kemudian melepaskan sepatunya dan memberikannya padaku


" nih .. pake .. aku masi bawa sepatu yang lain " katanya acuh .. aku melihat kakinya yang terbungkus kaos kaki berwarna abu abu terang . yang kemudian berlalu begitu saja


" aku akan mengembalikan nya besok " kataku berat


" nggak usah di kembaliin itu buat kamu aja " .

__ADS_1


" besok .. besok aku akan datang kesini .. " kataku lagi


anak itu berlalu , acuh .. aku memakai sepatu sporty miliknya yang terasa kebesaran . sepatu yang bagus berwarna putih . aku beranjak dengan susah payah menyeret kedua kakiku untuk kembali ke rumah terkutuk itu


__ADS_2