
kami sampai di sebuah rumah mewah tapi juga sederhana . rumah besar dengan cat berwarna krem pucat , parkirannya sangat luas namun hanya ada 3 mobil yang terparkir di sana termasuk punya kami. aku tak banyak bertanya karena di sisa perjalanan kami, sunyi .. tak ada lagi yang dibicarakan sepatah kata pun . wajah Max menegang di sebelahku aku berkali kali meliriknya di sepanjang perjalanan . tapi dia tak bereaksi apapun , aku merasa sungguh bodoh .
" kita sampai Freya .. " katanya datar
aku memandangnya bingung .. tapi tak banyak menuntut .. aku mengikutinya keluar dari mobil . menutup pintu di belakangku perlahan ..
aku mengekori nya dalam diam . aku masih membalut diriku dengan jas milik Max yang sekarang dia berjalan di depanku . langkahnya tegas dan teratur . sampai kami tiba di sebuah ruangan yang cukup besar . pintunya dari kayu berwarna coklat tua dengan kaca kecil di bagian atas . .. seperti pintu rumah sakit . Max berhenti di depan pintu kamar .. begitupun denganku . aku melihat Max memegang kenop pintu dengan ragu.. lama dia mematung dan terdiam ..
" Max .. " kataku memegang lengannya
Max memalingkan wajahnya ke arahku . ada tatapan yang tak dapat ku tafsirkan di raut wajahnya yang tampan . terlihat bingung, khawatir, takut , keraguan .. semua dapat ku lihat dari matanya yang berwarna coklat gelap
Max berjalan mundur .. hingga menabrak pdinding di belakangnya.. kepalanya terkulai, aku memandangnya lagi, dengan segudang pertanyaan di dalam otakku .
Max tertunduk lesu . mengeluarkan vapor dari dalam saku bajunya . dia menghisap benda tipis berwarna hitam itu dan menghembuskan asapnya dengan kasar
Max berjalan ke kursi duduk yang tersedia di sana . duduk dengan kedua lengan bertumpu pada kakinya . aku mengecek jam tangan yang melingkar manis di lenganku .. pukul 10 malam saat ini . aku duduk di sebelahnya .. tanpa bicara mengencangkan sekali lagi Jas milik Max .. memeluk tubuhku sendiri , yang merasa sangat kedinginan .
" orang yang di dalam itu, dia ibuku .. " kata Max masih memainkan asap dari vapor di tangannya . asap nya bergelung tebal
__ADS_1
" ibu? " kataku bingung
" aku mendapat informasi tentangnya 5 tahun yang lalu . saat ayah tak ada . aku mengejarnya sampai amerika .. mengumpulkan semua informasi yang ku dapat dan menyusunnya ... "
aku terdiam. menyimak kata kata yang di ucapkan nya dengan berat.
" aku baru tahu .. Mom .. yang selama ini ku anggap ibuku ... dia hanya ibu tiri ku. banyak yang. sebenarnya terungkap sampai aku berakhir di tangan ayahku saat berumur 2 tahun . aku tak mengingat apapun tentang ibu . aku hanya mengenal mom "
Max bercerita dengan berat .. dengan kepala tertunduk memandang lantai yang berwarna abu muda . dia tak lagi menghisap vapor di tangannya
" sore tadi aku mendengar kondisi ibu drop .. aku mendengar beliau sakit parah. aku ingin menemuinya tapi terasa berat "
Max tak menyelesaikan kata katanya . . aku beranjak dari dudukku mendekati pintu dan mengintip ke dalam dari kaca kecil .. seorang wanita paruh baya yang tertidur di dalam . aku memegang kenop pintu dan membukanya . mendekati wanita yang semakin jelas terlihat kurus dan dengan banyak selang di tubuhnya . aku duduk di kursi tunggu , aku melirik sekilas ke arah Max yang mengikuti ku masuk tapi tak mau mendekat . aku memegang tangan wanita itu .. terasa dingin . aku menggenggamnya respek dengan keadaanya yang terlihat lemah . lewat genggaman tanganku aku ingin berkata bahwa aku menguatkannya. tapi tanpa kusangka.. beliau terbangun dan membuka mata . memandangku heran
aku bingung dan memandang ke arah Max . ibu mengikuti pandanganku dan melihat Max . entah kenapa beliau tiba tiba menangis terisak. aku dan Max panik.. Max pun mendekat membantu ibu ini yang ingin bangun dan bersandar. kami membantunya
" kalian siapa ? maaf entah kenapa ibu ingin menangis . seperti menemukan sesuatu yang hilang " katanya
aku dan Max bertukar pandang
__ADS_1
" saya freya dan ini teman saya .. "
ibu itu tersenyum ..
" kamu tampan sekali .. mengingatkan saya pada anak saya .. kalau dia ada disini mungkin akan setinggi dan setampan kamu ." kata. ibu pada Max
reflek Max menangis .. benar benar menangis ..
" ibu ini Max .. anak ibu .. ayahku, Piere Tjandrawijaya "
" ini Max anak ibu .. ga mungkin .. " katanya menangis tersedu sedu
Max mendekat dan memeluk ibunya .
"maafkan Max baru mencari ibu "
" ibu cari kamu kemana mana .. anak ibu yang tampan .. anak ibu "
Max menangis dalam pelukan ibu. aku menangis bahagia di kursi ku memandang mereka terharu
__ADS_1
" ayahmu membawamu paksa Max. Max anak ibu. "
aku beranjak keluar kamar. menangis di depan kamar yang tadi ku masuki. menangis di luar kamar .. memberi mereka ruang untuk bersama