
" max .. " aku bergumam lagi memandang tak percaya orang yang berdiri di hadapanku .. Max memandangku dengan tajam dengan tatapan khasnya
" hati hati ,Freya .. kamu masih saja ceroboh "
Max menarik lenganku .. memaksaku sedikit menarik kakiku yang terasa gemetaran untuk naik satu tangga lagi menuju lantai teratas . Max reflek memundurkan tubuhnya untuk memberiku ruang . reflek dan tanpa kusadari tubuhku bergerak cepat . memeluk Max
" jangan pergi," kataku pelan .. " jangan tinggalkan aku lagi . aku benci .. " kataku meluncur begitu saja dari mulutku
Max menghela nafas berat . menunduk memandangi puncak kepalaku . tangannya yang terjatuh di sisinya perlahan membalas pelukanku hangat , menepuk pundak ku perlahan . seketika aku tersadar .. aku melepaskan diri ,.
" maaf Max .. bu .. bukan aku . tak .. maafkan aku .. dengan kata kataku barusan .. " wajahku memanas .. dan aku memalingkan wajahku . apa yang barusan ku katakan . mengapa aku berkata seperti itu pada Max . bukankah terakhir kali aku bilang bahwa aku membencinya dan tak ingin melihatnya lagi .. lalu , kenapa aku ini .. jantungku berdegup kencang , perasaan apa ini .. wajahku tak kunjung kembali normal .. terasa panas
aku mendongak memandang Max yang memalingkan wajahnya juga .. wajahnya tampak normal , hanya .. telinganya berwarna merah sampai ke lehernya .. Max tampak jauh lebih putih dari terakhir kali kita bertemu
" istirahatlah ,Freya .. kita bertemu lagi saat makan malam .",
Max bergegas turun melewati ku begitu saja . aroma tubuhnya dengan bau parfum kesukaannya tercium saat dia melewati ku, bau khas yang ku rindukan ..
__ADS_1
" kali ini kita benar benar akan makan malam bersama kan? " tanyaku dari ujung tangga terakhir . Max sudah melewati setengah anak tangga
" ya.. aku janji " kata Max
aku tersenyum riang. bergegas menuju kamarku .. menari nari di dalam kamar ..
aku bergegas mandi dan mempersiapkan diri . aku memanggil Sani .. aku ingin terlihat spesial saat makan malam dengan Max , aku butuh bantuan Sani untuk menilai penampilanku
Sani sudah berada di kamarku saat aku keluar dari kamar mandi . Sani sibuk merapihkan beberapa baju yang sudah berjajar di kasur . rata rata gaun formal kasual .
" ini .. fashion keluaran terbaru, Nona .. bahkan di majalah Female .. belum rilis "
sani menyisihkan 3 gaun pendek musim panas untukku . gaun tanpa lengan dengan bordiran bunga bunga kecil di seluruh bagian bawah gaun . dan ada bordiran kupu kupun kecil yang cantik di bagian dada
gaun kedua rok mini berwarna kuning . dengan lipatan lipatan yang menjuntai ke bagian bawah roknya . ada pita kecil di pundak berwarna coklat kayu
yang terakhir rok pendek span berbahan jins dengan kemeja longgar berwarna hitam . . aku terpaku beberapa saat bingung memilih yang mana.. tapi , aku memutuskan memakai rok pertama karena cantik dilihat . aku memadukannya dengan kemeja panjang longgar motif kotak kotak yang dibiarkan tanpa di kancing kan
__ADS_1
untuk sepatunya, aku memilih memakai sepatu tipis tanpa hak berwarna abu abu gelap .ada hiasan pita di atas sepatunya
sani mendandaniku dengan cekatan tapi lembut . dia sangat berbakat membuat orang cantik dengan make up di tangannya .aku membiarkan rambut panjang ku di kepang ke belakang . aku memakai jepit rambut kupu kupu yang ku bawa dari rumah . aku tak ingat kapan aku mendapatkan jepit rambut itu . tapi entah mengapa aku merasa sangat menyayanginya
Sani menawariku beberapa aksesoris . aku memakai anting anting gantung berbentuk batu mungil . aku tak memakai kalung karena kilaunya akan bertabrakan dengan anting batu yang kupakai . sebagai gantinya Sani menawariku memakai hiasan tangan . aku sedikit bingung memilihnya sampai aku teringat liontin bintang pemberian Max dulu . aku mengaduk aduk isi laci . . menyesal karena tak memperlakukannya dengan baik .akhirnya setelah sekian lama membongkar aku menemukannya diantara kotak kotak perhiasan di dalam laci aksesoris .
aku mengambilnya dan meminta Sani mengambil gelang kecil .. aku memodifikasinya agar bisa terpasang nyaman di pergelangan tanganku dan memastikan nya supaya tak terlepas .
aku memandangnya beberapa saat sampai Sani berkata padaku memastikan semuanya sempurna .. baru aku bergegas turun ke bawah . dari ruangan samping aku melihat Max duduk di kursi makan . menikmati segelas kopi dihadapannya . pandangan matanya tertuju pada IPad di tangannya . dia sibuk bekerja bahkan saat di rumah .
aku berdiri di sampingnya .. merasa sangat percaya diri . ditambah aku memakai parfum yang di rekomendasikan Sani . baunya lembut dan elegan . aku bersiap duduk di kursi sebelahnya ketika Max beranjak dari duduknya dan menahan ku
" kita akan makan malam diluar ,Freya "
aku memandangnya tak percaya
Max menekuk sebelah tangannya tanganku .. dan berkata
__ADS_1
" come on .. Freya .. "
aku memandangnya tak percaya . melingkarkan lenganku di lengannya dan mengikuti nya keluar menuju mobil BMW miliknya