
Aku menyandarkan kepalaku yang mulai terasa pusing , efek kebanyakan menangis .. dan mataku sudah dalam kondisi yang sulit di buka karena bengkak .. dan aku mulai menyadari kondisiku dan aku memandang Max yang focus pada jalan di hadapannya , aku merasa malu .. aku memalingkan wajahku dan menatap keluar jendela tapi cahaya lampu jalanan dan lampu kendaraan membuat mataku sakit , Aku memutuskan menutup mataku dan berharap segera sampai dirumah
.
“ Freya .. freya .. apa kau tertidur ? “ suara Max memanggilku dengan lembut
Aku membuka mataku dengan bersusah payah . karena bengkaknya sudah semakin membesar .
“ Aku tak tidur Max .. hanya mengistirahatkan kepalaku dan mataku sejenak “ kataku padanya
“ Makanlah ini .. aku tahu ini akan membuatmu sedikit lebih baik “
Max menyodorkan cup ice cream padaku . aku melihat ke sekeliling dan baru menyadari Max sengaja membelinya dari restoran cepat saji . Dia tahu tak mungkin menawarkanku makan malam .. aku benar benar tak berselera makan dalam kondisi seperti ini
__ADS_1
Aku mengambil cup eskrim dan terasa dingin di tanganku .. AKu mendekapnya .. dia benar benar memesannya dengan ukuran Jumbo. Aku tak mau mengecewakannya dengan menolak pemberiannya ..
Aku memakannya perlahan … rasa es nya yang dingin dan berperisa vanilla mencair di mulutku .. entah kenapa malah membuat suasana hatiku jungkir balik . Aku kembali meneteskan air mata .. dan memakan es krimnya dengan rakus .. entah kenapa aku melakukannya . aku teringat banyak hal yang sudah ku lalui dengan
semua kesialan dalam hidupku .. aku menyesali semuanya dan membuat air mataku semakin deras
“ cukup Freya ,, hentikan melakukan itu .. Perutmu bisa sakit “
Max memandangiku dengan kesal dan kemudian terdiam . separuh Es krimnya sudah ku makan habiskan tepat ketika kami sudah sampai dirumah. Max memarkirkan mobilnya di depan pintu utama dan
membantuku keluar dari mobil . Meninggalkan mobilnya begitu saja bahkan tanpa menutup pintunya lebih dulu mengantarku ke kamarku dengan hati hati seakan akan aku orang yang baru keluar dari rumah sakit. Dia memastikanku sampai aku berada di bawah selimutku yang nyaman di kamar . kemudian Max beranjak pergi tapi, aku meraih ujung lengan Jasnya dengan cepat.
“ jangan tinggalkan aku, Max .. “ kataku memandang wajahnya
__ADS_1
“ Aku akan memanggil bibi Jo untuk mengambilkan minuman hangat untukmu agar kau bisa merasa lebih baik “
Aku menggeleng cepat .
“ Bisakah kau disini menemaniku , Max? .. aku takut .. “
Max memandangku .. terdiam .. aku mencengkeram ujung jas nya dengan erat memaksanya untuk tinggal . pintu kamarku masih dalam keadaan terbuka . Max melirik sejenak kea rah pintu sebelum memutuskan untuk duduk di pinggir ranjangku . aku bergeser .. memberinya ruang . kemudian Max membuka luaran jas nya
mengendorkan dasinya dan kancing teratas baju denimnya yang berwarna abu abu terang dan duduk bersandar di tempat tidurku .. menaikkan kakinya tanpa melepas sepatunya berada di atas selimut yang ku pakai .
“ terimakasih Max .. jangan pergi .. maukah kau berjanji ? “
Max mengangguk .. menyilangkan tangannya di dada dan menyandarkan kepalanya di tepian tempat tidur dan memejamkan matanya . begitupun aku … Aku merasa tenang .. Aku percaya padanya .. dia seorang yang menjaga sopan santunnya ...dia bukan seseorang yang akan melakukan sesuatu yang mengerikan padaku .. Aku tahu karena selama ini dia melakukan segala nya agar bisa menjagaku.. dan yang pasti sebagai seorang bangsawan nomor satu dari kecil dia diajarkan bagaimana berlaku gentleman pada seorang wanita. lagipula pintu kamarku terbuka yang menandakan kami tak akan melakukan sesuatu yang aneh disini . aku memejamkan mataku mengosongkan pikiran dan mencoba beristirahat ..
__ADS_1