Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 136


__ADS_3

“ oh .. siapa dia sepertinya kita kedatangan tamu .. “ kataku bergumam


“ dia bukan tamu , dia hama “ kata Max


“ Hama .. baru kali ini kau berkata kasar tentang seseorang biasanya kau .. sangat ahli menyembunyikan perasaanmu dengan wajahmu yang datar “


“ Freya dengar .. sebelum kita masuk ke dalam maukah kau berjanji padaku? “


“ berjanji ? kenapa ? “


“ berjanji lah padaku .. “


“ ok aku berjanji .. “ kataku dengan wajah keheranan


“ baik .. berjanjilah kalau kau akan terus percaya padaku dan mendengarkan semua dari kedua belah pihak? “


“ Apa yang sebenarnya ingin kau katakan Max ? siapa wanita itu ? “


“ Dia .. Angela “


Wanita itu mendekat dan menghampiri kami .. dengan perlahan dan anggun , berhenti tepat di sebelah Max yang berdiri di depanku


“ Max .. kau sudah datang .. “ katanya lembut namun menakutkan .. suaranya terdengar dingin dan acuh . Max tak menanggapi dan menggandeng tanganku masuk ke dalam rumah .. sementara aku , aku menoleh untuk menatap wanita itu sekali lagi , dia berbalik, melipat tangannya di dada dan menyeringai ke padaku


Kami masuk ke dalam rumah dan semua sudah berkumpul di ruang tamu . . seorang wanita paruh baya dengan semua merek ternama melekat di badannya , duduk dan dikelilingi semua orang di dalam ruangan . Max berhenti, aku memperhatikan wajahnya tampak kecewa, marah dan sedih bercampur jadi satu . dan seytelah


berdiri cukup lama disana .. Max akhirnya bersuara


“ Ibu ,, apa yang ibu  lakukan disini?”


“ Aku beralih dari wajah Max kembali ke arah ibu yang adalah ibu kandung Max .. “


“ Ini rumah anakku yang berarti rumah ibu juga kan .. ibu hanya mampir sebelum melanjutkan perjalanan ke kota , sepertinya suasana hatimu sedang tidak bagus .. kita bertemu lagi nanti . ibu akan menunggu di rumah utama ..

__ADS_1


Ibu Max berdiri .. memandang ke arahku sebentar dengan tatapan yang tak mengenakkan .  wanita berambut panjang bernama Angela itu berdiri mendekat ke arah Max , memegang pundak Max dengan sebelah tangan dan mengecup pipinya di depan mataku dan berbisik perlahan


“ Sampai bertemu lagi, Honey … “


Cengkraman tangan Max semakin erat memegang tanganku hingga aku merasa kesakitan . Max menahan amarahnya ..


“Max .. tanganku sakit “ kataku tepat disaat pintu tertutup dan mereka sudah pergi meninggalkan keheningan dan Max yang berdiri membatu


“ Lepaskan tangan adikku , sialan dia kesakitan “


Arthur mendekat dan melepaskan tangan Max dengan paksa ,.. aku mengurut pergelangan tanganku untuk meredakan rasa sakitnya


“ masalah apa lagi yang kau perbuat lagi kali ini ? “


Arthur berdiri di depan Max dan mencengkram kerah kemejanya


“ Darimana saja kalian se pagi ini ?? “ Tanya nya lagi


Aku meletakkan karangan bunga yang ku bawa di sebelah tanganku yang lain begitu saja di meja , melewati diantara Arthur dan Max , berhenti sejenak dan berkata


Aku meninggalkan mereka dan mengabaikan Arthur yang terus memanggilku


Aku masuk ke dalam kamar .. dan naik ke atas tempat tidurku dengan kesal ,, terduduk disana di dalam selimut dan memandangi layar televise yang tidak menyala ,. Melihat pantulan wajahku yang  samar terlihat disana


Aku mengulang semua kejadian di dalam kepalaku tentang kata kata Max yang menyuruhku agar aku selalu mempercayainya .. namun apa yang kulihat di ruang tamu tadi sulit untuk ku cerna di dalam kepalaku . ada ribuan pertanyaan yang ingin aku katakana namun aku menahannya ,,. Aku tak mau menanyakannya sekarang


.. Aku tak ingin merusak hubunganku dengan Max saat ini .. kami sudah lama terpisah dan Max berjanji akan memperbaiki semuanya mulai dari sekarang namun mengapa disaat seperti ini disaat aku akan memutuskan aku bisa bersandar padanya ,, aku harus menahan diriku lagi ,, aku merasa aku tak sanggup ..


Aku bersembunyi di dalam selimut ,.. kebiasaan lamaku mulai muncul ,. Aku selalu berbuat begitu sehabis kakek memarahiku dan aku menghindari mata kakek yang terlihat menyeramkan dan tak ramah pada seorang anak berumur delapan tahun . aku bahkan terus melakukannyha sampai aku berumur belasan tahun .. atau ketika kakek memecat semua tutorku karena satu kesalahan kecil . aku merasa muak dan ingin melepaskan semuanya namun aku lagi lagi hanya memendamnya dalam hati dan menahan diri .


Ketukan dipintu terdengar .. suara Sani , aku tertidur dan bermimpi buruk di siang hari dengan ruangan gelap dan darah yang menetes dari boneka jerami .. aku memimpikan hal itu lagi, Aku membuka mataku dan melihat Sani yang berjalan ke arahku ,, aku merasa pusing .. dan sulit membuka mataku , keringat dingin membanjiri tubuhku


“ Nona ,,. Anda baik baik saja ? anda terlihat tidak sehat .. “ kata Sani duduk di sebelah tempat tidurku

__ADS_1


“ Aku baik baik saja .. “


“ Anda terlihat tidak baik baik saja .. sebaiknya saya memanggil tuan “


“ Jangan beritahu siapapun .. aku sedang tak ingin bertemu dengan siapapun , ku mohon “


“ Nona… “ kata Sani dengan wajah khawatir


Aku memaksakan diri untuk tersenyum dan berkata “ jangan khawatir .. aku akan baik baik saja .. jam berapa sekarang ? “


“ jam 7 malam ,, semua orang sudah menunggu anda di bawah .. saya sudah menyiapkan banyak hidangan karena ini ulang tahun anda .. ‘


“ Sani ,. Apa kau ingat apa yang terjadi di setiap ulang tahunku di rumah Max ? “


“ tentu saja saya mengingatnya dengan jelas nona ,. Saya sudah melayani anda semenjak anda tiba di rumah itu pertama kali “


“ Sebenarnya aku membenti rumah itu dari semnjak pertama kali menginjakkan kaki ku disana “


“ Kenapa nona? Aku malah merasa sangat senang dan luar biasa bahagia berada di rumah sebesar itu dan membayangkan jadi putri karena rumahnya sangat besar dan luar biasa megah “


“ Aku ,, merasa itu penjara lain yang di siapkan untukku .. rumah besar namun terasa dingin .. semua orang menghormatiku dan berlomba melayaniku , tapi aku tak pernah merasa bahagia karena aku tak merasakan kasih saying dan kehangatan apapun di rumah itu “


Aku mulai terisak dan Sani dengan wajah paniknya berusaha menghiburku


“ Aku mendapatkan hadiah ulang tahun di depan kamarku tiap tahunnya namun tak melihat  kehadiran Max .. “


“ Tuan selalu pulang tiap tahunnya dan meletakkan sendiri kadonya di depan kamar nona ,, kemudian pergi “


“ Benarkah ,, mengapa dia tak menyapaku ? “


“ saya tak tahu nona .. tuan selalu berkata jangan katakana apapun , menyuruh saya berjanji tak akan mengatakan pada anda bahwa tuan datang tiap tahunnya sendiri “


Aku berusaha bangkit dari tidurku .. badanku terasa berat dan seluruh tubuhku terasa sakit

__ADS_1


“ Bantu aku Sani .. bukankah semua orang sudah menungguku di bawah? “


__ADS_2