Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 61


__ADS_3

    sunyi .. gelap .. dingin .. aku merasa sangat kedinginan .. aku melirik ke arah supir di depanku yang mengendarai mobil dengan tenang dan stabil melintas di jalanan yang sepi dan kelam . sepanjang perjalanan yang terlihat hanya pepohonan yang menjulang tinggi dan sekilas di terangi cahaya lampu dari mobil .. berkali kali aku mengikuti pandanganku pada pepohonan dan kegelapan yang pekat di dalam sana . seperti apa rasanya berada di dalam kegelapan tanpa cahaya, tersesat sendirian diantara lebatnya pepohonan ,, Aku bergidik ngeri ,.. memejamkan mataku sejenak .. aku lagi lagi merasa sangat kedinginan . aku meremas Jas milik Max yang kupakai.. aku pergi tanpa berfikir panjang .. tak membawa baju ganti .. merindukan selimut hangat dirumah ,, melirik lagi ke jalanan sunyi di depan . melirik sekilas ke arah AC yang menyala .. sudah paling rendah ,,, tak mungkin juga mematikan AC yang berarti harus membuka sedikit jendela . angin bertiup kencang diluar ,, aku bisa sakit .. aku menyendarkan kepalaku ke jok belakang . menghela nafas berat


    " Apa anda baik baik saja nona? "


    " Sebenarnya saya agak tak yakin juga , sir ,, " kataku dengan suara bergetar


    " Apa saya sarankan untuk kembali saja? Ini masih tidak terlalu jauh dari villa . "


    " Ku fikir itu tadi rumah sakit karena aku melihat perawat dan ruangan medis lengkap "


    " Itu villa pribadi nyonya Santika "


    " Boleh saya tahu siapa nyonya Santika? "


    " Saya juga tak terlalu kenal beliau nona.. beliau jarang datang ke villa pribadinya .. tapi dia selalu membayar kami ,, beberapa orang security dan pelayan dengan tepat waktu sampai beberapa bulan yang lalu beliau kembali dengan keadaan sakit parah "


    " Apakah pria bernama Max itu sering datang kemari ?" tanyaku berusaha mencari informasi


    " Ya nona .. di hari pertama beliau membuat onar saat Nyonya Santika dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri , beliau datang dengan beberapa orang yang terlihat seperti bodyguard dan seorang lagi yang menjadi juru bicara , . lama menghadap atasan kami dan atasan kami memberitahu bahwa tuan Muda agar dibiarkan bebas masuk "


    " siapa orang itu ,, bagaimana perawakannya? "


    supir di depanku mengerem mendadak dengan tiba tiba ,, membuatku tesentak keras kedepan..


    " Ada apa pak? " tanyaku yang masih tertunduk memegangi kepalaku yang terantuk kursi pengemudi

__ADS_1


    " maafkan saya nona karena mengerem mendadak , tapi , jalan saya tiba tiba di blokir "


    aku melihat kedepan . sedan hitam itu berhenti memalangkan badan mobil menghalangi jalan mobil kita . seseorang keluar dari balik kemudi dan berjalan ke arah kami ,,, supir memainkan lampu jauh dan dekat memberi kode pada orang yang berjalan ke arah kami


    " sebaiknya anda menunduk , Nona ,, Ini bisa saja berbahaya ,, di jalanan yang sepi begini apapun bisa terjadi " kata supir berbisik kepadaku


    Aku mematuhinya ,, menunduk , berjongkok di sela sela jok mobil yang sempit dan memutipi kepalaku dengan kedua tangan . aku bisa mendengar supir berbicara dengan orang tersebut sebelum aku mendengar suara pintu mobil yang terbuka


    seseorang memegang bagian pundakku , aku kaget dan reflek berteriak


    " lepaskan aku ,, lepaskan aku ,, tolong ,, " kataku mengibaskan tangan itu dengan kasar dan menutup telingaku. aku menangis dengan keras


    " Freya ini aku .. "


    Aku menangis .. masih dalam keadaan berjongkok dan kesempitan , aku merasa ada seseorang yang memaksaku untuk berdiri dari keadaanku sekarang . aku masih terus meronta ronta panik . tapi , tiba tiba seseorang memelukku dan berbisik


    Aku berhenti meronta . terdiam dan berusaha memutar tubuhku , kesulitan aku akhirnya bangkit dan terduduk , orang itu melepaskan pelukannya ,, aku melihatnya .. Max


    " Max ,. " kataku dengan suara parau


    " Siapa yang menyuruhmu pergi? "


    aku tak menjawab pertanyaannya dan memeluknya dengan erat dengan tubuh bergetar ,, kedinginan dan ketakutan , baru sekali ini aku merasakan hal seperti ini . aku masih menangis , merengek seperti bocah sebelas tahun


   " Maafkan aku membuatmu takut , aku hanya cemas kenapa kau tak menjawab teleponku , aku mengikutimu dari GPs hapemu . kenapa kau pergi ? "

__ADS_1


    aku tak menjawab pertanyaanya lagi, benar benar tak ingin melapaskan pelukanku sampai beberapa saat . saat aku tenang .. Max menuntunku untuk pindah ke mobilnya dan mengantarku pergi dengan mobil pribadinya


    Max .. dengan tenang memasangkan sabuk pengaman untukku .. memamstikan semuanya terpasang dengan benar ,, yang membuat tubuhnya sangat dekat dengan tubuhku ,, melihat punggung lehernya yang berwarna putih dan merambat rona merah datang. . aroma tubuhnya yang khas mengalihkan perhatianku , aku menjadi sangat luar biasa gugup teringat ciuman yang dia berikan padaku di mobilnya tadi sore .


    " aku akan mengantarmu ke rumah kakek ,, maaf kan aku "


    aku mengangguk lemah .. dan beberapa saat kemudian aku jatuh tertidur


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2