Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
episode 22


__ADS_3

Max menjemputku seminggu kemudian . aku sangat gugup . Max tak langsung menemuiku melainkan pergi ke kamar kakek . kemarin aku sudah bertemu kakek . tak banyak yang kami bicarakan . kakek menjadi lebih pendiam dari yang biasanya .kakek bilang akan menyiapkan pesta yang besar . aku tak butuh semua itu yang aku butuhkan hanya sedikit perhatian tentang perasaanku ,tentang semuanya mengenai diriku . tapi aku tak bisa menyampaikannya .. aku hanya memendamnya dalam diam .


Bibi Ann menyiapkan semua keperluanku , bajuku, barang barangku sudah tersedia di ruang keluarga . berkoper koper pakaian, kosmetik dan lain lain yang kurasa akan membuatku berada di rumah ini ketika berada di sana .


aku mondar mandir di ruang keluarga . diantara semua barang barangku . tante yeni juga disana . dia menggerak gerakkan jari jemarinya dan tak henti henti memandang tangga kayu menuju ke lantai dua . tante yeni tak kalah gugupnya denganku .


" tante .. aku janji . aku akan membawa tante kesana agar bisa mendapatkan perawatan dengan dokter kembali. aku berharap tante bisa berjalan lagi . kita akan berjalan jalan mengelilingi kota metropolitan itu , berbelanja atau bahkan melakukan sesuatu hal yang menyenangkan berdua. " kataku berjongkok di depan kursi rodanya dan memandang tante yeni yang semakin kurus .


tante yeni mengusap kepalaku , pipiku dan daguku , dia menatapku dengan pandangan penuh kasih sayang . aku meletakkan kepalaku di pangkuannya .sebenarnya baru beberapa tahun ini aku bisa bermanja manja dengan tante yeni setelah beliau menemukan dokter yang tepat dalam menangani masalah depresinya . memberinya beberapa pil yang kemana mana selalu dia bawa di dalam kantongnya . sebelumnya , aku selalu menghindarinya karena tante yeni yang selalu berteriak teriak ketika melihatku . hanya terkadang itupun sangat jarang aku bisa berbincang dengannya , makan bersama dengannya , dan melakukan aktivitas lain bersamanya secara normal .

__ADS_1


Alleya datang dengan para gadis . suaranya berisik bahkan terdengar sampai kedalam . mereka tertawa terus , entah apa yang mereka bicarakan . aku bangkit , melihatnya dari jendela .


Alleya, Barbara, Luci, dan Alexa bersama dengan Julius, Nathan dan Hans juga turut serta . aku menjadi dua kali lipat lebih gugup . terduduk dengan cepat di sofa merapikan rokku yang lebar dan menata kembali rambutku yang panjang . tak lama mereka masuk . Julius masuk lebih dulu , dia menyapaku dengan wajah ceria nya memelukku hangat mengucapkan selamat . aku celingukan aku melihat Nathan ,.dia tetap terlihat tampan dengan jaket kulit berwarna coklat dengan kancing terbuka , dalamannya memakai kaos polos berwarna putih , dia memakai celana ketat berwarna abu kecoklatan , rambutnya di sisir rapih ke belakang . dari cara berpakaiannya dia pasti baru pulang dari meeting kerjaannya . Nathan memelukku , dan menempelkan pipinya ke pipiku seraya berkata


" selamat atas pertunangan ini , aku bahagia mendengarnya " kata nathan . jantungku berdetak dua kali lipat lebih cepat dari biasanya . bau colonge yang khas yang kusuka , aku ingin berada di pelukannya . tapi aku harus sadar dimana aku saat ini . aku hanya bisa memandangnya dari dekat . kulitnya yang putih , membuatku meleleh rasanya .


aku mendongak menatap wajahnya dengan gugup . kembali ke dunia nyata dari negri khayalanku bersama Nathan .


" tunggu , Max aku akan panggil bibi Ann yang sudah menyiapkan para pekerja untuk mengangkat barang barangku ". kataku gugup dan berusaha menjauhkan diriku dari Max . apalagi didepan pandangan Nathan langsung .

__ADS_1


Max mencengkeram lenganku


" kita berangkat saja , aku akan penuhi kebutuhanmu disana . mau baju yang seperti apapun akan ku berikan " kata Max mantap . aku menatapnya bingung " tapi jika kau lebih nyaman barang barangmu di bawa aku akan menyuruh orang untuk mengurus ini semua " katanya lagi .


" nggak percumah bro, kau emang bisa diandalkan " kata nathan pada Max yang disahuti dengan senyuman .


tak berapa lama aku sudah berada di dalam mobil Max . Max duduk di sebelahku , dia datang bersama seorang supir . aku berpamitan pada semua orang tak terkecuali kakek. tante yeni, bibi ann ,bibi mary bahkan calista ikut mengantarku mereka berlinang air mata saat melepasku. membuatku meneteskan air mata juga . sedih


Kami berada di jalan beraspal . jalan satu satunya yang sampai ke rumah kami . aku melirik ke arah Max yang menyandar di kursi . dia mengendorkan dasinya mendesah perlahan , terlihat sangat capai . aku duduk mematung di sebelahnya , duduk dengan tegak seakan akan akan mengikuti ujian . babak baru kehidupanku sudah dimulai .

__ADS_1


__ADS_2