
aku memandang layar ponselku malas ,, menyalakan dan mematikannya kembali karena bosan , kesalpun percuma karena mau bagaimanapun sinyal nya tak akan sampai kemari , aku memandangi pojok kiri atas ponsel yang bertuliskan 3G hilang tenggelam dan muncul kembali . aku melempar handphoneku ke atas kasur dengan kesal . Max tak ada kabar terakhir kali bertemu malam itu . aku masih merasa malu jika mengingatnya .. dia meneleponku keesokan harinya dan berkata harus menjaga ibu , aku merasa bersalah karena paling tidak karena aku, malam itu dia harus terpaksa membawaku kemari ,. seharusnya aku berpamitan dulu kepada ibu
Aku keluar kamar, kudengar hari ini ada tamu yang akan datang menginap .. Aku tak banyak bercakap cakap dengan kak Jessica , dia sibuk membantu usaha Arthur ,, karena ku tahu kakak tak suka berada disana sebenarnya . aku ingin berkunjung ke pabrik .. iseng ,, bagaimana kalau aku main ke sana , terakhir kali ku berkunjung kesana saat aku masih kecil dan aku menghindari kesana karena aku akan sangat merindukan mom and dad . tapi kurasa aku sudah merasa sangat kuat untuk menghadapi apapun . karena bagaimanapun juga ,, aku tak bisa berhenti di titik yang sama selama bertahun tahun . aku harus bangkit dan mulai berlari
Aku menengok ke kamar kakek sejenak . kakek sedang istirahat .. banyak hal yang ingin aku obrolkan untuk menghibur beliau tapi, melihatnya istirahat ,aku menghela nafas lega ,, aku ingin sekali mengobrol dengan beliau tapi aku tahu kondisinya sedang dalam keadaan drop . setelah dari kamar kakek aq menuju dapur mencari bibi pelayan yang tak ku kenal ,, tadinya aku ingin mencari bibi Ann yang sekarang diangkkat menjadi kepala pelayan .. beliau pasti banyak kerjaan , sebagai gantinya aku akan meminta tolong pada pelayan baru ini .
Keadaan rumah banyak yang berubah semenjak aku tak ada . tak lagi se sepi dulu , mungkin kebijaksanaan Arthur dan Kak Jessica yang merubah keadaan rumah menjadi lebih hidup , mereka berdua memperkerjakan banyak orang dirumah , Aku yakin kakek pasti tak menyukainya , , karena menurut kakek yang bisa masuk ke dalam rumah hanyalah orang yang benar benar dipercaya untuk mengelola rumah bangsawan seperti ini. seperti orang tua kebanyakan .. jalan pikiran kakek masih kolot dan sulit untuk benar benar menyesuaikan dengan jaman sekarang , aku menghela nafas ,, aku tahu dari dulu Arthur tak pernah benar benar mengenal kakek , karena Arthur sekolah di kota dan hanya kembali saat liburan saja , itu yang membuat hubungan keduanya renggang
Ada dua orang pelayan di dapur , yang agak muda dan yang sudah tua , aku mendekati salah satunya
" bi ,, " kataku yang membuat mereka menoleh ,, sedikit terkejut dan kemudian mendekatiku
" Ada apa nona? " tanyanya dengan membungkukkan badan , ahh ,, sebenarnya aku membenci protokoler seperti ini ,, aku ingin mereka bersikap biasa saja padaku , tapi aku tahu,, Bibi Ann sama kolotnya dengan kakek dan masih mempertahankan ajaran lamanya yang sudah tua dan menjadi tradisi
__ADS_1
" buatkan makanan kesukaan kakak ,, saya mau berkunjung ke pabrik "
" Makanan berat atau ringan , Nona ? "
" Snack aja bi ,, aku akan menunggu diatas sambil bersiap "
" baik Nona "
Aku meninggalkannya dan naik kembali ke kamarku ,,, mempersiapkan diriku .. berdandan .. mengambil handphone yang tak ada signal , memasukkannya ke dalam tas kecil dan menyelempangkannya di bahu . aku memakai rok terusan mini kotak kotak berwarna coklat yang berbahan tebal keluaran merk ternama , barang barangku datang tadi malam setelah aku menelepon Sani. Sani ingin menemaniku dan melayaniku dirumah ini , tapi aku menolaknya ,,, sudah cukup banyak orang yang sangat luar biasa menghormati nya dirumah ini , aku tak berniat menambahnya seorang lagi
Wajahnya tak berubah, masih menyapaku dengan penuh senyum dan keramahan ,, dia ,,, Nathan
__ADS_1
__ADS_1