Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
episode 40


__ADS_3

James Arthur Brawijaya


aku terus memikirkan kata kata Freya soal dia yang akan bertunangan dengan Max . sahabat ku sendiri . disisi lain aku harus bertindak sebagai seorang kakak yang baik yang seharusnya melindungi adikku .. bagaimana bisa aku mengorbankan semua itu dan ku bebankan kepada Freya ..


Max .. dia .. sejak pertama kali datang datang kerumah ini , dia tak pernah benar benar menunjukkan perasaannya .. hanya anak pendiam yang selalu mengikuti kami .. aku tak pernah benar benar menyukainya dari awal . tapi dia juga tak pernah berbuat sesuatu yang membahayakan bagiku, bagi Freya ataupun bagi keluarga ini . aku terus meyakinkan diriku .. jika kakek saja percaya pada anak itu .. maka aku juga harus mempercayainya begitulah bagiku pertemanan dengan Max . tapi .. aku juga berhutang padanya saat kejadian yang menimpa Freya beberapa tahun lalu .. dialah yang menyelamatkannya waktu itu


aku memijat pelipisku dengan ibu jari dan telunjuk .. tak dapat menghilangkan rasa penat di kepala . smua bertumpuk jadi satu


Pabrik , Cleo , Freya .. Max .. Kakek ..


" Mom .. Dad .. apa yang harus aku lakukan .. " bantulah aku .. bisikku aku memandang foto mereka yang kuletakkan di atas meja .. di dalam bingkai kayu berwarna natural . ingatannya kembali saat terakhir kali ku ingat wajah Mom dan Dad pagi itu


~ Arthur 10tahun ~


" Arthur .. sayang bangun nak .. udah siang "


suara Mom yang lembut membangunkanku terdengar hangat dan nyaman . aku sengaja tak membuka mataku berharap mendengar lagi suaranya saat membangunkanku .

__ADS_1


" Arthur ayo nak .. sudah siang sarapan sudah siap . ," kata Mom .. kali ini dengan mengecup pipiku perlahan . aku membuka mataku dan memeluk mom manja


aku bersiap memakai seragam sekolahku sebelum ke bawah . seragam putih seperti pelaut .. aku bersekolah di sekolah yang di bangun kakek . sekolah kami tak seperti sekolah kebanyakan , dibangun tidak seperti bangunan sekolah pada umumnya . sekolah kami hanya seperti villa pribadi dengan ruangan ruangan yang menandakan " kelas " dalam masyarakat . sejak dulu kakek tak suka aku membaur dengan anak anak biasa . kami hanya boleh bergaul dengan kelas bangsawan yang sama dengan kami.


kakek membangun sebuah tembok tinggi yang mengelilingi ruang kelas kami . Anak anak orang kaya dan bangsawan seperti kami di pisahkan dengan tulisan " kelas VIP " di luar temboknya dan kartu " Pass" jika ingin masuk kedalamnya. untuk bagian dalam temboknya di buat bangunan bangunan kecil yang tiap kelasnya . sebuah bangunan berbentuk kerucut untuk atapnya .. sisi depan belakang dan samping kanan kelas berbentuk tembok permanen dan sisi kirinya adalah sebuah kaca yang besar . Jadi, kita bisa melihat dengan jelas keluar .. bagian luar ruang kelas kami adalah taman yang indah dengan jalan setapak berwarna warni serta batu batuan berwarna putih . beberapa pohon tumbuh dengan rindang . ada kolam renang dan air mancurnya juga . untuk jam makan siang , ketika istirahat pertama pukul 9 kita akan di bagikan selembar kertas yang bertuliskan menu makan hari itu atau aneka cemilan yang bisa dipilih saat makan siang .. ketika jam makan siang datang .. makanan pesanan kita akan tersedia di ruangan khusus dengan meja besar raksasa seperti meja pertemuan terbuat dari kayu asli yang hanya di cat natural dengan kursi sebanyak 50 kursi untuk setiap golongan kelas . jadi ada 6 meja untuk 6 kelas .


sedangkan untuk "kelas menengah dan kelas rendah" yang berisi anak anak dari para pekerja dan paling tinggi adalah jabatan kepala Shift, mereka akan bersekolah di sekolah yang dibangun di luar tembok " kelas VIP " bangunan biasa dengan atap biasa sekolah pada umumnya . bangunannya juga lebih besar yang mampu menampung 30-40 orang dalam satu ruangan . kakek hanya membangun sekolah sekelas Sekolah Dasar saja karena anak anak bangsawan ketika mereka beranjak remaja selepas Sekolah Dasar mereka akan melanjutkan ke Sekolah Menengah di pinggiran kota atau bagi anak anak seperti kami akan di sekolahkan di kota.


" kak .. Freya ikut anter kakak .. ya. "


" nggak . kakak kan ikut jemputan sekolah . "


" Hari ini kata Mom kakak mau dianter ke sekolah sama Freya sama baby Roland "


aku tak menanggapi kata kata Freya yang terus mengekor di belakangku . aku duduk di meja makan dan mulai menikmati sarapan di hadapanku .


" ya kak . ya kakk .. "

__ADS_1


" ih Freya apa sih , berisik terus jangan ganggu kakak terus " kataku ketus " Mom .. dimana Kakek? ngga ikut sarapan? " tanyaku


" Kakek sibuk .. dia urusi pabrik "


aku mendengar insiden itu . insiden kebakaran beberapa waktu lalu


" hari ini mom anter Arthur .. suasana lagi ga kondusif . banyak pekerja yang demo . tapi kamu aman di sekolah "


" aku naik mobil jemputan aja .. aku berani Mom . "


" Arthur. . kita akan pergi bersama "


aku tak dapat membantah kata kata mom yang tegas . Freya tersenyum sampai seluruh giginya terlihat


aku menunggu Mom di halaman depan dengan tidak sabar. Freya mengekori ku terus menerus membuatku bertambah jengkel. . Mom masih mengganti popok Roland yang tiba tiba pup disaat aku mau berangkat ke sekolah . aku menendang daun daun kering dengan kesal . semua hal terlihat menyebalkan.


Mom keluar rumah tak lama kemudian . membawa Roland dalam Car Seat yang di jinjingnya di lengan. memanaskan mobil dan bersiap meluncur pergi . supir kami mengantar Dad ke Pabrik jadi Mom harus menyetir mobilnya sendiri. aku duduk di kursi depan ..terus menekuk wajahku selama perjalanan dan menolak pelukan Mom ketika sampai di depan gerbang " Kelas VIP " karena sudah terlambat, buru buru mengeluarkan kartu pass dan berlalu begitu saja dengan acuhnya tanpa berpamitan . seumur hidupku aku tak akan menyangka jika itu adalah hari terakhir aku bertemu Mom..

__ADS_1


__ADS_2