Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 119


__ADS_3

Aku terbangun ketika ada suara berisik . Matahari sudah bersinar terang dan Sani tak ada di sebelahku .. Aku turun dari tempat tidur dan memakai sepatuku sebelum keluar kamar .. udara masih saja dingin tapi aku menyukai udara segar yang memenuhi paru paruku saat bernafas ..


Aku sangat terkejut saat keluar kamar .. ibu ibu yang tadinya hanya berkumpul di ruang depan yang berbondong bondong ramai mengunjungi rumahku melihatku yang kebingungan keluar dari kamar langsung mengerubungiku


“ Astaga … cantik banget ini bu dokternya ? .. beruntung banget desa kita kedatengan bule .. terus artis lagi “ ibu ibu itu memelukku , ada yang menepuk nepuk lenganku juga .. memainkan rambutku


Aku merapihkan rambutku yang kusut .. astaga .. aku terjebak .. disaat wajahku kacau dan aku baru saja bangun tidur . tapi aku menutupinya dengan tersenyum


“ Astaga .. bu dokter pasti capek banget ya .. sini duduk sini bu .. “ seseorang menyeretku duduk di kursi yang terbuat dari kayu yang di vernis sehingga berkilat sempurna di ruang tamu


            “ Kami bawa ini , bu dokter .. di makan ya .. duh.. bu dokter saya ini pagi pagi banget .. masih hangat .. “ kata ibu ibu berjaket hijau itu padaku .. mengambil salah satu nya dan memberikannnya padaku , menyuapiku lebih tepatnya


“ Terimakasih bu, Saya akan makan sendiri “


            “ Duuuuhhh .. sopan banget lagi .. mau nggak nikah sama anak saya .. dia pejabat desa sini . orangnya ganteng .. putih . mau ya … “


            “ Sama anak saya aja neng .. pengusaha .. udah punya mobil bagus anak ibu mah ya .. “


            “ Jangan sama anaknya .. pengusaha apanya .. jualan burung dipasar aja dibilang pengusaha ..” kata ibu yang berjaket hijau tadi


            “ Tapi bisa beli mobil juga .. daripada anak situ .. “ kata ibu berjaket merah merengut


            “ Neng .. anak saya kepala desa sini, Ganteng .. nanti ibu kenalin ya “


Aku membelalakkan mataku dan memandang para ibu ibu ini dengan heran, takjub dan juga kesal . namun aku menahannya .. aku harus bersikap sopan di desa ini karena aku tamu dan aku juga ingin di perlakukan dengan baik . Aku melirik kearah Sani yang tertunduk merasa bersalah . Aku berharap di selamatkan .. sementara aku mengumbar senyum kecut kea rah mereka .. dan setelah proses panjang yang melelahkan .. mereka pergi dan aku , masih berusaha mengumpulkan nyawaku yang tercerai berai tadi .


“ Maafkan saya Nona .. “


            “ Sani .. aku mohon .. jangan panggil aku Nona disini .. terlalu berbahaya .. Sani, kau lihat tadi mneyeramkan sekali ibu ibu itu . Aku bahkan tak mengenal mereka “ Aku memasang ekpresi paling menderita dan Sani berjongkok di sebelahku


“ Tapi Nona .. “


            “ Oke kalau itu berat .. usahakan jangan berbicara padaku dengan keras di depan mereka .. “

__ADS_1


            “ Baik Nona .. tapi, karena ibu ibu yang datang tadi .. kita punya banyak stok makanan “


Aku memandang berkeliling . Ada banyak bungkusan dan meja tamu di hadapanku penuh dengan piring piring dengan aneka makanan yang belum pernah ku lihat


“ Ini makanan apa ? ini apa ? apa ini bisa di makan ? “ tanyaku bingung


            “ semua ini makanan daerah Nona .. ini enak dan bisa di makan. Dulu di desaku .. orang orang desa sering membuat makanan seperti ini jika ada acara kampong dan makanan ini enak .. Nona mau coba ? “


            “ Sepertinya aku mau mandi dulu Sani .. “ Aku berdiri dan menunggu Sani yang menghalangi jalanku . Namun, wajahnya berubah pias


            “ Nona .. “ katanya ragu ragu


Aku masuk ke dalam kamar mandinya . Tak ada shower dan Bathup seperti yang kubayangkan ketika melihat rumah minimalis seperti ini . hanya ruangan besar dengan sebuah bak mandi yang besar disana . Aku memandang berkeliling , suram


            “ Sani .. “


            “ Ya nona .. “


            “ Saya bisa mengisi bak mandinya dengan air panas Nona “


            “ Membayangkan aku berendam disana pun .. aku terlalu ketakutan .. Sani “


            “ Lalu bagaimana Nona .. “


            “ Hemmmm baiklah .. kita akan melakukan seperti orang normal kebanyakan “ kataku dengan yakin


            “ Nonaaa .. Apakah tidak sebaiknya kita kembali saja ke kota ? Jika Tuan besar melihat ini, saya tak bisa membayangkannya .. Nona .. “


            “ Tidak Sani .. aku tak akan menyerah semudah itu “ kataku yakin “ siapkan saja semuanya .. Aku akan menggunakan toilet ini dengan baik “ kataku menepuk lengannya


Aku keluar dan melihat ke arah dapur .. Ada sebuah tempat dengan kayu bakar disana … rumah ini besar juga untuk ukuran didesa . tapi, Aku bersyukur karena kami tak perlu memakai tungku .. kompor gas tersedia untuk kami . Aku kembali ke kamar untuk bersiap


Aku duduk di tepian ranjang .. masih merasa lelah dan terkejut luar biasa dengan semua keadaan ini .. Sani sudah membongkar separuh isi koper dan menata bajuku diatas meja yang tersedia di kamar .. meja belajar . Dia rupanya belum sempat menata pakaianku ke dalam lemari .Aku mengambil salah satunya dan kembali duduk

__ADS_1


di tepian ranjang .. melamun memandang keluar dari jendela kamarku yang masih basah karena embun pagi


“ Nona .. air hangatnya sudah siap . Saya akan menyiapkan perlengkapan mandinya “ kata Sani membongkar tas yang lain dan kembali menghilang dari kamar utama dan aku memandangi baju yang ku bawa dan kembali beralih ke jendela kamarku . memandang ke luar .. memperhatikan ayam ayam yang berkeliaran di halaman sebelah rumahku .. sibuk mematuk matuk tanah . Aku jadi terpikirkan buku cerita yang ku baca saat aku kecil paruh ayam nya yang membawa tuan cacing yang pandai berbicara


“ Nona … anda baik baik saja ? “


Aku menoleh dan memandang Sani yang berdiri disana . “ Maaf Nona .. saya khawatir airnya akan menjadi dingin jika anda tidak bergegas “


“ Sani .. aku bingung “


            “ Ada apa Nona .. apa yang perlu saya lakukan ? “ Tanya nya khawatir


            “ Ini .. “ Aku menunjukkan baju yang ku bawa di tanganku


            “ Kenapa dengan baju anda Nona ? “


            “ Aku sudah di beritahu Jaden sebelumnya kalau desa ini memang dingin jadi aku menyiapkan pakaian hangat , kau tahu karena kau yang menyiapkan ke dalam koper seperti yang aku minta . tapi , “


            “ Tapi apa Nona? “


            “ Aku sadar ,.. setelah aku melihat ibu ibu tadi .. pakaian yang ku bawa ini semua .. terlalu mencolok “


            “ Maafkan saya Nona .. saya tak terfikir .. “


            “ Bagaimana ini .. “ Kataku hamper menangis


            “ Saya membawa celana jins anda , Nona “


            “ Kau membawanya ? “


            “ Ya Nona .. ada di tumpukan terakhir di dalam koper “ dan Sani mengambilkannya untukku "


            “ Terimakasih, Sani “ kataku beranjak dan memeluknya senang

__ADS_1


__ADS_2