
" Kakkk .. bantuin Freya .. kakkk "
Aku menurunkan beberapa barang dari mobil. makanan yang di siapkan oleh bibi Ann dari ibu-ibu di bagian dapur . beberapa adalah makanan kesukaanku
Arthur tak bergeming dia sibuk dengan tasnya, mengabaikanku .Max turun dari mobil miliknya dan menghampiriku tanpa banyak kata-kata dan mulai mengambil alih beberapa barang. disusul Nathan dan Julius .
" Aku bagian dokumentasi aja .. pria berotot bawalah barang-barang" kata Julius sambil mengeluarkan kamera dari tas kecil yang di slempangkan di bahunya .Max berlalu tanpa kata-kata .dan Nathan tersenyum lebar ... aku suka senyuman Nathan ... dia punya kulit putih yang bagus dan rambut yang hitam alami dipotong dengan rapih dan modis.. terlihat paling tampan diantara lainnya .Pria - pria yang membawa barang segera menyusul gadis-gadis yang terus tertawa ... bahkan tadi di sepanjang perjalanan menuju kemari Aku hanya memandang keluar jendela... terasing
Aku berjalan mengekor .. Arthur paling depan . dia bertindak sebagai GPS dan aku paling belakang seolah olah menjaga rombongan ini.. kombinasi keluarga yang pas.. tak berapa lama sampailah kami di air terjun yang cantik. air terjun yang masih asri , benar- benar pemandangan yang indah
" kita duduk disini aja ya ... ga kena matahari " kata Barbara manja
" iyaaa .. bagaimana kalau duduk nya disini aja? viewnya sempurna . Alleya berencana melukis disini" kata Luci menimpali
"Alleya pandai melukis? " tanya Nathan ramah
" Aku hanya mencoba.." kata Alleya manis merendahkan dirinya dan tak berapa lama para gadis mengeluarkan peralatan lukis mereka .
" Freya ga ikut melukis?" tanya Nathan
" Dia bahkan masak air aja hangus Nath " teriak Arthur sambil tertawa.. yang diikuti tawa yang lainnya ... Aku tersenyum kecut pura-pura cuek .Aku tau aku tak punya kualifikasi untuk itu dan aku juga tak tertarik ... tapi bagaimana caranya agar Aku bisa menarik perhatian Nathan .. sepertinya dia terus mendekati Alleya ... Aku ingin tampak feminim juga .
" Freya .. jadi model lukisan kami aja " kata Alexa
" Nggak aku ngga tertarik " kataku menolak
" uh .. bagus kalau Freya mau berdiri di tengah air terjun itu ... lukisanku akan sempurna ... " kata Alleya
__ADS_1
" tapi airnya dingin All .. " kataku lagi
" coba dulu .. " kata Barbara yang langsung pergi mendekatiku
" eh .. eh .. " Aku berusaha menolak dan memohon dengan tatapanku ke arah para pria agar membantuku tapi mereka sedang ngobrol dan tak memperhatikanku . aku mencari Max .. biasanya dia suka membantuku. tapi Max menghilang dan Luci ikut bangkit dan mendorongku memaksanya agar Aku mengikuti keinginan mereka
" ayo Freya .. coba dulu supaya lukisan kami cantik dengan adanya kamu " kata Luci dengan suara manjanya
Aku memasukkan kakiku ke dalam air lebih dulu " ini dingin..." kataku enggan tapi para gadis ini sudah mengerubungiku
" Ayo .. masuk lebih dalam . ayoo Freya .." kata Barbara lagi.. tangannya melambai lambai menyuhku agar bergerak lebih dalam
" sini aku bantu gulungin rok nya ya .. " kata Luci " ihh cantik deh kalau gini .."
" a..aku aku ga bawa baju ganti lagi All" kataku benar benar memohon namun diabaikan
Aku tak dapat mengelak lagi. masuk lebih dalam ke dalam air
" ok tahan disitu . yakk bagus membungkuk sedikit seolah-olah sedang menangkap ikan . aku akan melukismu dengan sempurna" kata Alleya lagi
" kamu ngapain Freya?? " teriak arthur dia baru sadar bahwa adiknya sudah sampai ke tengah air
" jadi modelku , sepupuku ... Arthur " kata Alleya
" iya .. jadi bagus kan gambarnya Alleya" kata Barbara
" terlihat cantik dan natural , Freya . aku suka " teriak Nathan .
__ADS_1
Hatiku berbunga-bunga oleh perkataan Nathan ... membuatku ingin masuk lebih dalam ke dalam air . Aku berjalan ke samping perlahan. sampai tiba- tiba aku menginjak batu yang licin dan byurrrrrrr . Aku tercebur ke dalam air berusaha menggapai gapai air yang dingin dan membuatku panik . Aku berjuang mencari pijakan agar dapat berdiri diatas kakiku sendiri
" Freya ..Freya .. " teriakan di pinggir air terjun terdengar.. akhirnya dengan bersusah payah aku mendapati pijakanku dan kembali berdiri. ..mendapati diriku yang basah dari ujung kaki ke ujung kepala membuatku menggigil kedinginan ... namun diantara itu aku masih bisa mendengar suara tawa keras yang menertawakan kekonyolanku .
aku sangat malu di hadapan Nathan dan semua orang.. aku tampak bodoh dan kacau ... aku ingin mengambil hatinya tapi semua yang kulakukan berantakan . lalu dengan sangat hati-hati aku keluar dari dalam air , menggigil dan berlari ke arah mobil sendirian menekan rasa maluku
" Freya ... Freya tunggu ."
Aku tak tahu siapa yang memanggilku . aku terus berlari tak perduli
Aku berlari tanpa alas kaki ... jalan yang kulalui berbatu dan tidak rata ..
" awwww ... " aku berhenti berlari dan melihat telapak kakiku berdarah ... mungkin karena kerikil - kerikil ini
" tuh kan berdarah .. kenapa lari ..ayo aku bantu " dam itu Nathan . dia menolongku melepaskan kemejanya dan menyelimutiku dengan baju luaran miliknya .
" bisa jalan ngga? " tanyanya lagi dengan lembut .. membuatku hatiku bergetar dan yang bisa ku lakukan hanya bisa mengangguk mengiyakan .aku berjalan terpincang-pincang ... jalanan masih jauh sampai tempat parkiran mobil
" Sini aku gendong aja . kl jalan gini terus kaki kamu yang satu lagi ikut-ikutan luka nanti "
Nathan beneran menggendongku . kaos dalamannya otomatis basah karena bajuku
Kami sampai di mobil miliknya dan mendudukkanku di kursi depan .
" Tunggu sini aku mau bilang ke yang lain mau anter kamu ke rumah "
Aku hanya bisa mengangguk lemah ... Nathan pergi dia kembali ke tempat piknik anak-anak itu... aku masih bisa melihatnya di kaca sepion sampai dia menghilang tertutup pepohonan. Aku menghela nafas ... menunggu sambil membayangkan hal romantis yang baru saja terjadi... wajahku memanas .. tiba- tiba aku merasa sangat mengantuk dan akhirnya tertidur
__ADS_1